Penjara Buat Perencana Asal Jadi

Remembering Ruby Tower

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IPU

Dosen Magister Teknik Sipil Universitas Islam Riau

Bukan tidak mungkin akibat penyimpangan atau kesalahan rancangan yang dilakukan perencana/konsultan mengakibatkan runtuhnya bangunan tersebut. Hasil penelitian teknis mengungkapkan mengenai ambruknya Gedung The Ruby Tower di Manila tahun 1968, Hotel New World di Singapura tahun 1986, dan Jembatan Sarinah di Jakarta tahun 1981 diakibatkan oleh kesalahan perencana yang dilakukan oleh konsultannya Wiratman Wangsadinata, 1955 (kutipan: Bisnis Konstruksi Dihadang Banyak Persoalan, oleh Sulistijo Sidarto Mulyo).

Untuk dapat dijadikan pelajaran bersama, ada baiknya diceritakan sekilas mengenai salah satu  kasus ambruknya gedung di atas. The Ruby Tower adalah sebuah gedung beton bertulang 6 lantai di Kota Manila, Filipina, yang ditempati oleh 19 unit perkantoran di lantai bawah, 19 unit perkantoran di lantai kedua dan sisanya terdiri dari 76 unit hunian.

Gedung ini mengalami ambruk total pada tanggal 2 Agustus 1968 akibat suatu gempa ringan (percepatan sekitar 0,07 g), sehingga menimbulkan korban jiwa 328 orang dan luka-luka berat 147 orang.

Pada saat runtuh, umur gedung tidak begitu jelas, tetapi diperkirakan sudah lebih dari satu tahun. Pemerintah melakukan penyelidikan, kemudian hasilnya dikemukakan dalam tiga laporan, yaitu laporan “Citizen Committee” (terdiri dari 14 ahli) yang dibentuk oleh Walikota Manila, laporan Team UNESCO (terdiri dari 4 orang ahli, 3 dari Jepang dan 1 dari slandia Baru) yang diminta oleh Pemerintah, serta laporan dari The Philippine Institute of Civil Engineers (PICE).

Dari hasil laporan-laporan tersebut disimpulkan, bahwa ada kelalaian/kesalahan konsultan dalam merencanakan dan mengawasi pelaksanaannya sebagai faktor utama yang menyebabkan ambruknya gedung, dan menimbulkan begitu banyak korban jiwa. Akhirnya, lima orang tenaga “ahli”, yaitu seorang arsitek dan empat orang insinyur sipil dijatuhi hukuman penjara.

Nah! Bagaimana dengan perencana yang ada di Kota Pekanbaru? Terutama bangunan swasta, yang katanya perencananya adalah pemegang SIBP. Mengapa katanya? Karena secara formal memang diteken oleh pemegang SIBP, tetapi yang mengambar entah siapa-siapa. Jadi! Jagan heran. Apabila dijumpai pemegang SIBP yang teken digambar IMB itu ke itu oarangnya.

Saya baca di papan nama IMB pemegang ISBP selalu berinitial “S”, saya baca digambar lampiran IMB juga selalu menjumpai initial “S”. Beberapa proyek bermasalah yang saya tangani juga pemegang SIBP-nya ber initial “S”.

Mengingat hasil desain konstruksi SIBP masih banyak yang amburadul seperti, di tanah rawa hanya dipasang pondasi umpat (tidak ada pancangnya), besi sloof sering dipasang terbalik, dimensi kolom dan balok ada yang kekecilan, dan sebagainya.

Melalui artikel yang singkat ini saya kembali mengingatkan kepada pemegang SIBP yang bersangkutan agar berhati-hati karena kegagalan bangunan bisa menyebabkan saudara di “Penjara”. Buat Dinas Tata-Tata Kota hendaknya lebih selektif memilih dan menentukan pemagang SIBP yang berkompeten pada bidangnya. Ingat! Undang-Undang Jasa Konstruksi, baik perencana, pengawas, pelaksana, dan pemilik bangunan bisa mendapat ancamanan penjara.***

Kok, Engineer Memakai Ilmu Tukang?

Tukang kayu

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IPU.

Pengamat Perkotaan/Dosen Magister Teknik Sipil UIR

             Sudah jelas sekali perbedaan kompetensinya. Civil Engineer sebagai orang yang berkopentesi sebagai ahli ilmu struktur, harusnya menggunakan ilmu struktur sebagai barometer untuk melaksanakan tugasnya. Sedangkan Tukang yang berkopentensi keterampilan dalam melaksanakan pekerjaan struktur, misalnya bagaimana mengikat besi yang baik dan rapi, kuat bila dicor, bekisting yang kokoh dan sebagainya.

Harusnya tukang tidak berhak membahas masalah kekuatan struktur, tetapi kenyataannya justru kebanyakan tukang lebih membahas masalah keahlian dibandingkan dengan kompetensinya sendiri yaitu keterampilan. Tetapi saya tidak terlalu mempersoalkan tukang angkat bicara masalah keahlian struktur. Yang membuat saya geli, terheran-heran adalah egineer yang memakai ilmu tukang seperti ini dalam membahas masalah keahlian struktur, bukan kelimuan yang dia dapat dibangku kuliah. Aneh tapi nyata, tak percaya tapi ada.

Saya sering diminta oleh pemilik bangunan untuk memeriksa beberapa pekerjaan bangunan gedung, sebelum diadakan pengecoran. Suatu kali saya memjumpai besi pelat lantai yang dipasang slang-sling membentuk tikar, meskipun aneh tetapi saya sering memjumpai pekerjaan seperti ini. Ketika saya tanyakan apa alasannya kok pembesian pelat lantai dibuat sedemikian rupa. Sang engineer, yang katanya pengawas lapangan menjawab: “Sengaja pak dibuat berbentuk anyaman tikar agar lebih kuat”. Saya tanyakan lagi: “ kata siapa lebih kuat? Apa dasar keilmuannya? Sang engineer pun menjawab: “Biasanya begitu, pak, dari dulunya saya kerjakan seperti itu, kan…aman-aman saja”.

Rupanya engineer tersebut, sama sekali tidak tahu, mana yang besi tunpuan arah x (Atx), mana besi tumpuan y (Aty), dan mana besi lapangan x (Alx), mana besi lapangan y (Aly). Mestinya dia tahu, luasan besi yang dibutuhkan hasil analisis momen lentur ini, dan besi mana yang harusnya dipasang di bawah untuk memikul besi bentang panjang (Aly). Dan susunan besi tumpuan yang di atasnya adalah “tulangan tarik” harus disusun sejajar dengan besi “tulangan tekan” yang berada di sebelah bawahnya, bukan disusun seperti tikar.

Menurut saya besi yang disusun yang katanya seperti anyaman tikar itu sebenarnya dia menanggap tulangan tarik di atas jaraknya digabungkan dengan tulangan tekan di bawah yang sangat tidak logis itu, agar pelaksanaannya dapat mengurangi besi pelat lantai hingga 40 % nya. Lho… kalau mau mencuri besi atau curi kerja, janganlah dengan alasan kelasik yaitu “Lebih kuat”, yang menyesatkan orang banyak. Ilmu semacam itu kalau dipakai oleh tukang secara turun temurun… walaupun tidak benar …tetapi masih bisa ditolelir. Tetapi ilmu seperti itu juga dipakai oleh engineer sipil, tentu sungguh keterlaluan…., di mana ya kuliahnya? Di perguruan tinggi mana? Di fakultas teknik mana yang mengajarkan ilmu semacam ini? Semoga jangan sampai menyesatkan orang banyak! Semoga.***

 

 

    

  

Si Tukang Bangunan Ber andai-andai dengan Rp. 2 Miliar

1

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IPU

Dosen Magister Teknik Sipil Universitas Islam Riau

Dilihat dari kaca mata puluhan masyarakat yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Daerah Barisan Rakyat Anti Korupsi (Bara Api) serta Mahasiswa yang mengelar aksi demo di depan kantor Walikota. Aksi ini menyorot dugaan korupsi yang dilakukan Walikota Pekanbaru, Firdaus MT dalam penunjukkan langsung proyek tenda senilai Rp. 2 miliar ( Metro Riau, Sabtu tanggal 18 Oktober, halaman 14, dengan judul: Bara Api Sorot Dugaan Korupsi Firdaus).

Itu bila dilihat dari kacamata Aktivis, tentu berbeda bila dilihat dari kaca mata Tukang. Karena Si Tukang selama ini hanya belajar RAB (Rencana Anggaran Biaya) dan tidak pernah belajar hukum, maka dia pun tidak tahu apakah ada korupsi atau tidak. Si Tukang hanya bisa berandai-andai dengan uang Rp. 2 miliar, bila digunakan pada bidang bangunan. Boleh, kan? Kata seorang Tukang!

Siapa yang pernah berandai-andai? Katanya, dalam agama yang dianut berandai-andai memiliki hukumnya sendiri yaitu haram dan dibolehkan. Dalam konteks ini Dia mau bicarakan andai-andai yang dibolehkan saja seperti pengandaian karena keinginan untuk mendapatkan sesuatu. Bukan karena penyesalan atau protes terhadap takdir. Hukumnya tergantung dari apa yang diangankan. Kalau yang diangan/andaikan untuk kebaikan maka nilainya pahala dan sebaliknya. Tapi jika yang diangankan itu kemaksiatan ya jelas nilainya dosa dong. Kata Si Tukang.

Seandainya uang sebesar Rp. 2 miliar, akan dibangunkan Ruko berlantai-2 di tanah kosong di kampungnya dengan RAB Rp. 200 juta per pintu, maka Dia akan mendapat 10 pintu Ruko. Karena terbayang olehnya Tiang Pancang Mini Pile, seandainya uang sebesar Rp. 2 miliar dibelikan ke Tiang Pancang, dengan harga Rp. 135 ribu per meter yang panjangnya 6 meter per batang, dengan harga Rp. 810.00 per batang, makaDia kan mendapatkan Tiang Pancang sebanyak 2.464 batang. Seandainya satu pintu Ruko Menggunakan 12 Batang tiang pancang, maka cukup digunakan untuk tiang pancang 205 pintu Ruko.

Kemudian Si Tukang pun terpikir ingin membuat jalan setapak, seperti banyak sumbangan pekerjaan jalan beton yang dilihatnya beberapa waktu yang lalu di masa Pileg (Pemilihan legislative). Seandainya uang sebesar Rp. 2 miliar dibutakan ke Jalan setapak beton cor dengan lebar 3 meter tebal 15 cm dengan volume 0,45 m3 per meternya, seandainya harga satu meter kubik beton adalah Rp. 4 juta, maka Si Tukang akan mendapatkan hasil pengecoran jalan sepanjang 1.111 meter atau 1,111 km.

Tak tik tak tuk, jari Si Tukang lincah memencet angka angka di kalkulator. 2 miliar rupiah! Wow, Si Tukang takjub melihat angka yang besar itu. Si Tukang berpikir kalau uang ini digunakan untuk membangun rumah fakir miskin di kampungnya pasti bisa dapat lumayan banyak.  Apalagi buat modal usaha kecil. Kalau satu orang dikasih modal lima juta rupiah maka bisa menghasikan 400 pengusaha baru dikampungnya. Kalau mereka sukses pasti kampung Si Tukang ngak miskin lagi kayak sekarang.***

Pedang Yang Terima Suap Tidak Bisa membunuh

suap-awas-1

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IPU.

Pengamat Perkotaan/Dosen Magister Teknik Sipil UIR

Coba Anda bayangkan, dalam suatu medan perang ada perajurit yang dipersenjatai dengan ”pedang yang tak bisa membunuh”. Apa yang terjadi bila pedang yang diharapkan untuk menegakkan kebenaran dan keadilan, sudah menjadi mandul. Alangka bodohnya manusia-manusia seperti ini. Bila di kampung-kampung, untuk biaya anak sakit, kambing dijual. Tetapi, buat manusia yang tolol ini, ”kambing sakit, anak yang dijual”.

Dalam sebuah hadist, diriwayatkan Ahmad dalam kitab al-Qadha, oleh Ibnu Majah dalam al-Ahkam, dan oleh At-Tabrani dalam as-Shagir, mengatakan: “Dari Abdullah bin Amr bin Ash r.a. berkata Rasulullah melaknat penyuap dan yang diberi suap”. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Kata suap yang dalam bahasa Arab disebut “Rishwah” atau “Rasyi”, secara bahasa bermakna “memasang tali, ngemong, mengambil hati”

Penerima suapyaitu orang yang menerima sesuatu dari orang lain baik berupa harta atau uang maupun jasa supaya mereka melaksanakan permintaan penyuap, padahal tidak dibenarkan oleh syara’, baik berupa perbuatan atau justru tidak berbuat apa-apa.

Banyak yang memberikan definisi tentang suap ini sehingga menurut istilah dikenal beberapa pengertian suap, antara lain: 1. Suap adalah sesuatu yang diberikan kepada seseorang dengan syarat orang yang diberi tersebut dapat menolong orang yang memberi. Maksudnya, sesuatu yang dapat berupa uang ataupun harta benda yang diberikan kepada seseorang dengan tujuan meraih sesuatu yang diinginkan, berkat bantuan orang yang diberi tersebut. 2. Suap adalah sesuatu yang diberikan setelah seseorang meminta pertolongan secara kesepakatan. 3. Suap adalah sesuatu yang diberikan untuk mengeksloitasi barang yang hak menjadi batil dan sebaliknya. Artinya sesuatu ini diserahkan kepada orang lain supaya  ia ditolong walaupun dalam urusan yang tidak dibenarkan oleh syara’.

Banyak contoh peristiwa manusia tolol yang menggunakan “pedang yang tak bisa membunuh” dalam dunia jasa konstruksi. Misalnya, Si Pengawas proyek bukan mengawasi proyek, tetapi ikut bersekongkol dengan kontraktor untuk meraup keuntungan demi kepentingan pribadi, bagaikan “pagar makan tanaman”. Alangka kejamnya tipe manusia seperti ini, pedang yang mandul tadi akhir digunakan untuk membunuh manusia-manusia yang tidak berdosa. Neraka Jahanam-lah tempatnya berpulang.***

“Beton” Pun Berbicara!

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IPU.

Pengamat Perkotaan/Dosen Magister Teknik Sipil UIR

             Kata beton dalam bahasa Indonesia berasal dari kata yang sama dalam bahasa Belanda. Kata Concrete dalam bahasa Inggris berasal dari bahasa Latin concretus yang berarti tumbuh bersama Atau menggabung menjadi satu. Dalam bahasa Jepang digunakan kata katau-zai, yang arti harafiahnya material-material seperti tulang; mungkin karena agregat mirip tulang-tulang hewan. Apapun definisinya, beton adalah material yang terdiri dari semen, batu kapur, air, batu pecah, krikil, pasir, dan besi beton.

Seandainya, material-material pembentuk beton ini bisa berbicara, mereka akan berdiskusi dan berdebat dengan sangat alot. Tak kalah, loh, dengan anggota dewan yang terhormat. Si batu yang merasa dirinya paling hebat. Berkat kehebatannya beton kelihatan kokoh, tegap dan gagah. Sang besi tidak mau kalah. Tanpa dirinya tembok beton tidak bisa berdiri tegak. Kerikil dan Pasir secara berbarengan bicara bahwa meski mereka berukuran kecil, tapi kontribusinya justru yang paling besar. Dengan ukuran yang kecil, mereka bisa menyelusup kesana kemari, menutup dan mengisi semua celah, sehingga kelemahan tembok beton yang berongga berhasil ditutupnya.

Tak kalah lantang dengan yang lain, semen dan batu kapur juga ikut berbicara. Mereka yang mengikat semuanya menjadi satu kesatuan utuh. Tanpa mereka, batu, besi, kerikil dan pasir hanya menjadi serpihan yang tak berarti.

Tetapi mereka, semuanya lupa. Lupa, bahwa airlah yang menyatuhkan mereka semua. Berkat air, semen dan batu kapur bisa mengikat komponen lainnya. Air yang selama ini diam, mulai mau berbicara. Air pun berbicara dengan bijaksana. Si air bilang bahwa dirinya bisa saja ikut terlibat perdebatan dan menonjol-nonjolkan diri dan jasanya. Namun untuk apa? Cobalah kalian renungkan secara jujur. Apakah tembok beton ini bisa menjadi sekokoh sekarang tanpa kehadiran salah satu di antara kita? Itu tidak mungkin. Tembok beton ini bisa sekokoh sekarang berkat sumbangan dan kontribusi kita semua, tanpa terkeculai. Lantas apa gunanya saling menonjolkan jasa dan keakuannya? Cobalah kita renungkannya secara jujur.

Mendengar ucapan air yang dinding menyejukkan dan bebas dari ego diri itu, kawan-kawannya langsung terdiam. Mereka merasa malu, tersindir. Masih dengan ucapan menyejukkan si air terus melanjutkan, “yang penting kita pikirkan bersama sekarang adalah cara bagaimana kita semua kompak melawan erosi dan korosi yang menggerogoti. Apakah yang disebabkan oleh air asin, udara yang mengandung garam, bahan kimia atau gempa bumi. Kalau kita semua kompak, meskipun mungkin saja kita terkalahkan, namun kalah secara terhormat. Kita boleh saja kalah, tapi tidak dengan mudah. Kita mungkin saja tumbang, namun tidak akan tunggang langgang. Kita boleh saja hancur, tapi dengan semangat yang pantang mundur. Kita boleh saja jatuh, tetapi tidak jatuh tapai. Maka saudaraku, marilah kita lebih kompak bersatu. Selamanya. Kita telah dipertemukan takdir sebagai satu kesatuan, mari dengan kehormatan penuh kita jaga keutuhan dan kelestariannya. Jaga dan jaga. Selamanya, tanpa terkecuali.”***      

Nilai Ujian            : MID SEMESTER TA 2013/2014

Mata Kuliah        : ANALISIS STRUKTUR I

  1. ALPEN YULIANDRI/093110482                                                                 10
  2. ANDICA PRASEPTYA DHINATA/08311332                                         30
  3. ANISAQ PADINI/123110582                                                                         60
  4. ARIF DERMAWAN/103110310                                                                    35
  5. ARIF FADILLAH/103110431                                                                          60
  6. ARIF HIDAYAT/103110156                                                                           70
  7. ARIF ZOLA PUTRA/08311448                                                                     30
  8. BASRI PUTRA.S/103110631                                                                         30
  9. DEBI PERDANA/103110099                                                                         65
  10. DIAN HIDAYAT/103110091                                                                         60
  11. ELKO DIA PUTRA/123110109                                                                     30
  12. EREC AHMAD/093110039                                                                           30
  13. FATRA ARTANTO/093110251                                                                    30
  14. FAUZI ARIFMAN/103110630                                                                     50
  15. FIRDAUS IRWANTO/093110146                                                               20
  16. FITRI WULANDARI/123110173                                                                  30
  17. HENDRI PRADIFTA/093110308                                                                20
  18. HENGKY PURWANTO/093110480                                                          10
  19. HERRI PURWANTO/093110243                                                                 55
  20. IHKSAN YUHANDRI/103111451                                                                40
  21. M.REZA HARI MUSLI/123110180                                                             70
  22. M. SYAIFUL F/083110588                                                                            55
  23. MASNOPRIYADI/083110293                                                                      30
  24. MUHAMMAD REZA PAHREVI/093110012                                        55
  25. MUHAMMAD SABRI/083110596                                                             55
  26. MUHAMMAD SIDIQ/093110307                                                              30
  27. NURHADIANTO/07311157                                                                         25
  28. NIKO SAPUTRA/09311426                                                                          15
  29. PIKI AZRI/083110064                                                                                    30
  30. RAHMAT HIDAYAT Z/123110539                                                           60
  31. RAHMAT IRFAN/123110565                                                                       65
  32. ROBI SAPUTRA/123110104                                                                        60
  33. SETIA EDI SAPUTRA/123110193                                                           30
  34. SUBUR/083110033                                                                                        20
  35. SUPADLI/113110584                                                                                     80
  36. SYAHRIN AMRULLAH/093110202                                                       30
  37. SYUKUR PUJIANTO/073110208                                                                                30
  38. TIRTA SWARDANA PUTRA/093110465                                             10
  39. WAHYU MUHARI/103110080                                                                    30
  40. YANDRIMAN FAHMI/083110472                                                             55
  41. ZULHELVIZON/103110520                                                                          80

NOTE:

  1. Masih banyak mahasiswa yang tidak memasang reaksi perletakan
  2. Masih ada mahasiswa yang tidak menghitung resultant gaya dan menguraikan gaya menjadi komponen vertical dan horizontal.
  3. Tidak ada mahasiswa yang menyelesaikan dengan benar perhitungan control
  4. Menguraikan gaya (gambar) menjadi komponen vertikal dan horizontal tidak ada yang skalatis

Pekanbaru, 11 November 2013

Dosen Penguji

TTD

Ir. H. Rony Ardiansyah, MT, IPU

Dunia Hanyalah Ilusi

nothing3-700x525

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Peminat Sains Qur’an/Dosen Pasca Sarjana Magister Teknik Sipil UIR

Kita awali artikel ini dengan mengutip informasi Alquran (Tafsir Rahmat oleh H.Oemar Bakry). QS Al Ankabuut (29): 64: Kehidupan dunia ini adalah senda gurau dan permainan belaka. Kehidupan Akhiratlah yang sejati (sebenarnya) kalau mereka mengetahui.”

Kini, pikirkan sebuah apel sedang terlihat dalam otak Anda sebagai suatu gambaran. Renungkanlah, siapa gerangan yang melihat gambar ini? Atom-atomkah? Atom-atom yang tak punya kesadaran? Atom-atom yang buta? Bukankah mustahil ada kehendak dalam atom-atom tersebut? Apakah tindakan kita berpikir, memahami, mengingat, senag, sedih dan segala tindakan lainnya terdiri atas reaksi-reaksi kimia-fisika di antara atom-atom ini? Maka, sampailah kita pada kesimpulan penting bahwa harus ada suatu being yang melihat, mendengar, merasa, meraba dan sebagainya. Dan, itulah yang dinamakan ruh. Ruh inilah yang sebenarnya mengamati gambar apel di otak kita tadi. Ruh inilah yang nyata keberadaannya. Zat atau materi hanya terdiri atas cerapan-cerapan yang dipandang oleh ruh. Manusia pada hakekatnya adalah “ruh”, bukan lompatan atom dan molekul serta rekasi kimia di antara mereka. Demikian kutipan ini yang penulis baca dalam sebuah buku yang sangat menarik berjudul “Beragama dengan Akal Jernih” yang disusun oleh Idrus Shahab.

Semua kenyataan ini membawa kita kesebuah pertanyaan sangat penting: Jika sesuatu yang kita kenal sebagai alam materi ini hanya terdiri atas persepsi yang dilihat oleh ruh kita, lantas apa saja yang menjadi sumber-sumber persepsi itu? Jawabannya adalah, seperti yang pernah dikatakan Algazel, dunia materi ini sebenarnya hanyalah baying-bayang dari dunia lain. Sama seperti TV, selama sinyalnya terus disiarkan, gambarnya akan tampil di layar pesawat TV kita. Jika tidak ada generasi yang kontinu dan konsisten pada stasiun TV, maka gambar-gambar pada pesawat TV akan lenyap. Demikian pula dengan alam semesta ini, bila tidak ditahan oleh Tuhan, niscaya ia akan lenyap tak berbekas.

Yang membuat ruh kita bisa melihat, mendengar dan sebagainya, adalah Tuhan, Sang Pencipta, Allah SWT. Semua yang kita saksikan di dunia ini adalah makhluk baying-bayang.

Ulasan di atas mengingat sepotong sair lagu: …dunia ini pangung sandiwara…, habis pemangungan habis pula ceritanya, singkat dan penuh ilusi. Senada dengan itu Albert Enstein pernah mengatakan, “Semua kenytaan yang terlihat sesungguhnya hanlah ilusi, sebuah tipuan mata yang sangat kuat dan sulit dihapus”.

Alam semesta ini merupakan sekumpulan kesan yang disajikan untuk ruh kita oleh Allah SWT dengan tiada hentinya. Renungkanlah hal ini dengan jujur dan tegas. Anda akan menyadari bahwa semua milik Anda yang berupa materi sebenarnya merupakan alam luar yang bersifat khayal, yang tertuju kepada Anda. Segala yang Anda serap melalui panca indra merupakan bagian dari “alam khayal” ini: suara musik, bau parfum, hijaunya dedaunan, halusnya sutera, dan seterusnya.

Kini Anda percaya bahwa dunia materi hanyalah ilusi. Dan, demi ilusi inilah kita melihat orang saling membunuh, menfitnah, menipu, dan mengutuk. Demi dunia yang bersifat khayal inilah kita melihat orang menjilat, membebek, berkhianat dan berdusta. Demi ilusi-ilusi inilah kita melihat seorang pemimpin berbuat semena-mena dan menidas rakyatnya yang lemah. Dengan ilusi inilah orang menganggap kedudukan mereka lebih tinggi daripada orang lain atau mengira bahwa mereka sukses. Alangkah bodohnya mencampakkan agama demi memenuhi hawa nafsu yang bersifat khayalan ini.

Alam semesta ini akan lenyap menjadi ketiadaan mutlak. Pada saat itu, semua isi alam akan lenyap, termasuk tubuh-tubuh manusia. Karena bakal lenyap menjadi ketiadaan mutlak, berarti semua objek yang ada di alam ini tiada mutlak adanya. Objek-objek tersebut tidak lebih dari ilusi belaka, karena suatu saat mereka akan lenyap menjadi ketiadaan mutlak. Gunung yamng kita lihat, susu manis yang kita minum, musik Beethoven yang kita dengar, pemandangan indah yang kita nikmati, sutera halus yang kita pakai, semua bersifat relative. Ia akan terkesan benar-benar ada, padahal tidak demikian. Semua kenekaragaman yang ada di jagat raya ini adalah nothing, sebab keseluruhannya bakal lenyap menjadi ketiadaan mutlak. Itulah kefanaan jagat raya. Matahari, bumi, bulan, planet-planet, bintang-bintang, dan seluruh galaksi-galaksi yang tersebar di alam semesta ini bukanlah sesuatu. Jagat raya ini hanyalah bayang-bayang dari dunia lain.

Untuk bisa lebih memahami, kita memulai dengan sedikit teori tentang fisika kuantum. Jika kita mengambil sebuah apel, kemudian membelahnya, kita akan menemukan bagian dalam apel tersebut, tapi jika kita belah lagi, kita akan mendapatkan bijinya, dan jika biji tersebut terus dibelah, kita akan menemukan bahwa ternyata biji tersebut kosong, hampa, tidak berisi apa-apa. Dan itulah yang terjadi pada pohon, langit, bumi, tubuh manusia dan segala materi yang ada di alam semesta. Benda padat merupakan kumpulan dari molekul. Sementara molekul itu berasal dari semua atom dan partikelnya. Dan partikel subatom yang sangat kecil itu berasal dari suatu energi alam vibrasi quanta-sebuah energi “halus” yang tidak dapat terlihat. Singkatnya, segala hal di dunia ini, mobil, rumah, uang, dan materi lainnya hanyalah sebuah energi quanta, dan itulah kenyataannya! Getaran energi quanta bergerak sedemikian cepatnya sehingga “terlihat” dan “terasa” padat oleh indra kita. Sama seperti permainan sulap yang terlihat nyata karena permainan kecepatan tangan yang luar biasa. Jadi apa yang terlihat oleh mata kita dan terasa oleh indra peraba hanyalah sebuah permainan kecepatan energi quanta. Dengan kata lain semua hal dalam dunia ini (bahkan alam semesta ini) yang kita lihat dan alami hanyalah sebuah ilusi. Ketika kita membeli mobil mewah (dan kita merasa senang) itu adalah ilusi, karena yang terjadi sebenarnya hanyalah energi quanta kita dan mobil yang saling bertemu, kosong.. hampa… tidak ada kenikmatan disitu, tapi itulah kenyataannya!

Jadi, selama hidup di dunia, manusia pada hakekatnya berinteraksi dengan materi yang nothing. Kita sedang makan dan minum, dia sebenarnya memakan dan minum nothing, yang kemudian secara ilusif menyebabkan merasa kenyang dan puas. Ketika menerima uang gaji, dia merasa senang karena sedang menerima nothing. Ketika uangnya dicuri orang, dia merasa sedih karena kehilangan nothing. Setiap hari, dia menghabiskan waktu dan energy untuk mengejar nothing, yang secara ilusif dapat menyenangkan dan membuat dirinya merasa aman. Tetapi, interaksi-interaksi itulah yang menghasilkan output berupa “cetakan nilai rapor” pada ruhnya; apakah ruhnya akan menjadi kaya dengan tabungan kebajikan, ataukah sebaliknya. Interaksi manusia dengan alam sekitarnya yang bersifat nothing selama di dunia ini akan menentukan “nasib” ruhnya kelak.

Sebagai penutup! Saya jadi teringat sepotong bait lagu: “without ‘love’ I have nothing, without ‘love’ I have nothing, nothing et all.” Seharusnya bait lagu ini kita rubah menjadi “without ‘amal’ I have nothing, without ‘amal’ I have nothing, nothing et all.” Ya, benar sekali. Tanpa ‘amal’, kita sama sekali tidak memiliki apa-apa.***

 

Jasa Seorang Tukang Batu

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IPU

Pengamat Perkotaan/ Dosen Teknik Sipil UIR

Seorang ayah tanpa sengaja mendengar percakapan istrinya yang tengah menasehati anaknya yang merasa rendah diri karena ayahnya hanya seorang tukang bangunan.

“Nak, apakah kamu tahu? Bagaimana gedung-gedung pencakar langit dan apatemen mewah itu bisa berdiri? Jembatan dan bendungan raksasa bisa berdiri kokoh? Jalan tol dan jembatan layang bisa dibangun? Atau pelabuhan dan bandara bisa digunakan? Serta monument-monumen hingga got-got kecil bagaimana bisa berada? Semua itu memerlukan orang seperti ayahmu untuk mengerjakannya. Memang ada para pengusaha dan pemilik modal yang membiayai proyek-proyek besar itu. Ada arsitek, insinyur bangunan dan desain interior yang merancang bangunan itu. Juga ada para menajer dan mandor yang mengawasi jalannya pekerjaan, tapi tanpa ada orang-orang seperti ayahmu yang menggali tanah, mengaduk semen, menangkat dan merakit besi beton dan memancang tiang-tiang sebagai pondasi, serta menyusun batu-bata hingga menjadi tembok yang kokoh, semua impian mereka itu tidak dapat terwujud.” Ungkap si ibu kepada putranya.

“Di setiap rumah sakit, bank, gedung perkantoran dan fly over, terdapat sidik jari dan butiran keringat ayahmu yang melekat di dinding bangunan itu,” lanjut si ibu dengan penuh kasih sayang.

“Kesungguhan ayahmu menyusun batu tidak kalah dengan para professor yang sedang melakukan penelitian di laboratorium. Kejujuran ayahmu melaksanakan tugas bisa mengalahkan kejujuran pejabat-pejabat tinggi negara dalam menjalankan tugas. Keikhlasan ayahmu dalam melaksanakan pekerjaannya bisa menandingi keikhlasan para relawan yang berjihad.” Teruskan lagi oleh si ibu dengan penuh keyakinan.

Si anak kemudian menghampiri dan memeluk ibunya sambil berkata,”Terima kasih ibu, engkau telah membuat saya percaya diri dan bangga memiliki ayah seorang tukang batu”.

Si ayah terharu mendenggar pengakuan anak dan istrinya, kemudian ia memasuki ruangan dan menghampiri mereka berdua. “Terima kasih, kalian telah membuat hidup ayah berarti.” Kata si ayah sambil menyeka airmata yang membasahi pipinya.

Kisah yang menarik ini saya rangkai dan bersumber dari Sulaiman Budiman dalam bukunya berjudul Ubah Slogan Jadi Tindakan, semoga bermanfaat buat kita semua. Semoga!***

Ramalan Tentang Kapal-Kapal Raksasa

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Peminat Sains Qur’an/Dosen Pasca Sarjana Magister Teknik Sipil UIR

              Allah SWT berfirman, “Milik-Nya perahu-perahu yang berlayar di lautan bagaikan gunung-gunung yang tinggi.” (Ar-Rahman: 24). “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah perahu-perahu yang berlayar di lautan seperti gunung-gunung yang tinggi.” (Asy-Syura: 32). Kedua ayat ini memberikan petunjuk berupa perumpamaan perahu-perahu layar bagaikan gunung-gunung yang tinggi. Atau menginformasikan kelak adanya kapal-kapal raksasa yang besar dan tingginya menyerupai gunung.

            Dr. Nahdiah Thayyarah dalam (buku pintar Sains Dalam Al-Quran). Rasulullah hidup di daerah gurun yang jauh dari pantai. Selain itu, perahu layar pada zaman beliau pun masih kecil ukurannya. Dan tidak logis pada masa itu untuk meyerupakan perahu-perahu itu dengan gunung-gunung yang tinggi.

            Coba kita lihat, perahu-perahu yang menyerupai gunung pada zaman kita sekarang. Apa itu? Benar, bisa jadi ‘Kapal Pesiar’. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, Kapal pesiar (bahasa Inggriscruise ship atau cruise liner) adalah kapal penumpang yang dipakai untuk pelayaran pesiar. Penumpang menaiki kapal pesiar untuk menikmati waktu yang dihabiskan di atas kapal yang dilengkapi fasilitas penginapan dan perlengkapan bagaikan hotel berbintang. Sebagian kapal pesiar memiliki rute pelayaran yang selalu kembali ke pelabuhan asal keberangkatan. Lama pelayaran pesiar bisa berbeda-beda, mulai dari beberapa hari sampai sekitar tiga bulan tidak kembali ke pelabuhan asal keberangkatan. Kapal pesiar berbeda dengan kapal samudra (ocean liner) yang melakukan rute pelayaran reguler di laut terbuka, kadang antar benua dan mengantarkan penumpang dari satu titik keberangkatan ke titik tujuan yang lain. Kapal yang lebih kecil dan sarat air kapal yang lebih rendah digunakan sebagai kapal pesiar sungai.

Miliarder Rusia Roman Abramovich tidak bisa lagi mengklaim menjadi pemilik “Superyacht” atau kapal pesiar terbesar di dunia. Tidak setelah kemunculan “Azzam”, yang kini menjadi kapal pesiar mewah terbesar dan terpanjang di dunia. Kapal dengan panjang 590 kaki ini, 57 kaki lebih panjang dari “Eclipse”, kapal pesiar milik Abramovich. Biaya pembangunan kapal tersebut sangat fantastis mencapai US$ 605 juta setara dengan Rp. 6,1 triliun. Dipastikan biaya operasionalnya pun selangit. Mengutip laman CNN, Sabtu (20/7/2013), “Azzam” raksasa ini memiliki luas melebihi lapangan sepak bola, lebih besar dari kapal angkatan laut AS Arleigh Burke dan lebih luas daripada kapal pesiar populer manapun.

            Berikut ini tiga kapal pesiar bagaikan gunung yang terbesar dan tertinggi di dunia yang saya kutip dari (http://id.berita.yahoo.com/). Pertama. Azzam mempunyai, Panjang: 590 kaki, Kecepatan Tertinggi: 31,5 knot dan Total Daya: 94 ribu horsepower (hp). Azzam tak hanya menjadi kapal pesiar super terbaru dan terbesar di dunia, tapi juga merupakan yang tercepat. Pada percobaannya di North Sea, kecepatannya mencapai 31,5 knot atau 37 mil per jam. Kapal ini didesain selama satu tahun sebelum akhirnya menelan waktu tiga tahun untuk membangunnya. Biaya yang dihabiskan untuk mendirikan kapal ini sebesar US$ 609 juta. Jumlah itu sekitar setengah dari biaya kapal terbesar pada 2012, Eclipse. Kedua. Eclipse, mempunyai, Panjang: 553 kaki, Kecepatan tertinggi: 25 knot. Dengan harga hampir US$ 1,2 miliar, Eclipse menjadi kapal termahal di dunia. Kapal ini dilengkapi dengan dua tempat pendaratan helikopter,  11 kamar tamu, dua kolam renang dan gedung pesta. Eclipse bisa mengangkut 30 penumpang dan 75 kru kapal. Meski rincian kapal ini masih belum dikonfirmasi, tapi perkiraan panjang kapal diperkirakan mencapai 53 atau 57 kaki. Seorang pengusaha Rusia, Roman Abramovich tercatat membelinya pada tahun 2010 lalu. Ketiga. Dubai mempunyai, Panjang:  531 kaki, Kecepatan tertinggi: 26 knot dan Total Daya: 38.500 hp. Dubai dikatakan memiliki kolam renang berlantai marmer dan satu lahan pendaratan helikopter dengan angkutan seberat 10 ton. Terdapat 115 kamar, termasuk kamar tamu dan kru kapal. Kapal ini mampu menempuh jarak hingga 8.500 mil.

            Apakah Anda kenal dengan Freedom Ship? Apakah kapal yang satu ini termasuk salah satu  Ramalan Al-Quran tentang kapal-kapal raksasa yang menyerupai gunung? Sumber dari (http://www.tribunnews.com/), menjelaskan ramalan sebuah kapal raksasa yang spektakuler. Inilah Kapal Freedom, kapal pesiar impian futuristik yang mungkin saja akan menjadi kenyataan. Mungkin Anda pernah melihat ilustrasi sejenis ini di media-media Iptek atau publikasi-publikasi ilmiah di luar sana. Dengan segala kemajuan teknologi di abad 21 rasanya tidak ada yang tidak mungkin untuk diwujudkan. Menurut keterangan di situs resminya, proyek “Freedom Ship” ini nantinya kira-kira akan terlihat seperti ini: Bayangkan 25 bangunan-bangunan tinggi sepanjang 1 mil di New York dijejerkan; lalu bayangkan lagi semua itu terapung di atas air. “Freedom Ship” mempunyai kesamaan sedikit dengan kapal pesiar biasa; yang sebenarnya tidak lebih dari sebuah kapal tongkang (perahu seret) yang besar. Tapi bagaimana jika kapal raksasa ini ditujukan untuk sebuah perjalanan pelayaran yang butuh penjelajahan perlahan mengelilingi dunia, sepanjang garis pantai dan menyelesaikan satu putaran bumi tiap 3 tahun? Bahkan ada yang menyebutkan ini seperti sebuah negara yang merdeka. Bisa saja, “Freedom Ship” akan menjadi konstruksi buatan manusia terbesar di muka bumi jika berhasil dibuat meski harus dengan sedikit keajaiban mengingat proyek mega-konstruksi seperti ini sangat rawan gagal total. Sabagai catatan konsep di atas hampir sama dengan konsep yang dicetuskan tahun 1928, yaitu konsep bandar udara di atas bangunan raksasa! Arsitek-arsitek Los Angeles mengharapkan nantinya pesawat-pesawat pribadi akan menggantikan mobil di masa datang. Landasan pesawat diatas atap ini memiliki panjang 300 meter. Atau perhatikan mimpi futuristik “Dermaga Bandar Udara New York” oleh arsitek Harry B. Brainerd. Subhanallah Allahu Akbar, benar-benar bagaikan gunung-gunung tinggi.

Bila pada zaman Nabi Muhammad sama sekali tidak terlintas tentang kapal-kapal raksasa semacam uraian di atas. Lalu, siapakah yang mengajar kepada beliau tentang pengetahuan ini pada abad 1.400 tahun yang lalu? Yang mengajarkan kepada beliau adalah Allah SWT, pencipta langit dan bumi, penguasa arsy yang agung yang menurunkan Al-Quran yang mulia kepada beliau.***

Bila Profesional Sudah Tidak Dijunjung Tinggi Lagi

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IPU

Pengamat Perkotaan/ Dosen Teknik Sipil UIR

             Bila profesional sudah tidak dikedepankan lagi, bila mengejar keungtungan lebih yang mengabaikan keteknikan maka, malapetaka segera datang. Salah satu contoh yang barusan terjadi adalah tragedy property di pinggiran Kota Mumbai, India. Sebuah bangunan setengah jadi ambruk. Sedikitnya 45 orang tewas dalam insiden ini. Bangunan tujuh lantai di wilayah Thane, pinggiran Mumbai, itu dilaporkan runtuh pukul 18.08 Kamis 4 April 2013 waktu setempat. Semua tiga lantai dari bangunan itu roboh dan bertumpukan. Setidaknya sudah empat lantai dari bangunan tersebut selesai dibangun dan sudah dihuni. Diperkirakan bahwa struktur bangunan lemah. Polisi tengah mengejar kontraktor bangunan untuk ditangkap dan diminta keterangan. Ambruknya bangunan tersebut menambah panjang kasus pembangunan illegal di India. Polisi telah mendaftarkannya sebagai kasus pembunuhan karena kelalaian pihak pembangun gedung.

            Polisi menyatakan, kontraktor menggunakan spesifikasi bahan bangunan di bawah standar dan tidak mengantongi izin hunian. Ada ratusan bangunan tinggi serupa di Mumbai. Karena tingginya pertumbuhan populasi, tuntutan akan hunian murah selalu tinggi. Selain itu, hunian yang dibangun di dalam bangunan ilegal dijual dengan harga lebih murah jika dibandingkan dengan yang legal. Aktivis juga menduga kontraktor nakal sering menyogok pejabat lokal yang tutup mata terhadap berdirinya bangunan ilegal tersebut dan tidak mengambil tindakan apa pun kepada mereka.

            Mungkin di Pekanbaru tidak ada bangunan yang illegal, akan tetapi apakah pemberian izin bangunan struktural di Pekanbaru sudah benar-benar ada perhitungan struktur yang berlaku? Apakah semuanya ada soil investigation? Dan persyaratan teknis lainnya. Jangan sampai semua persyaratan teknis ini bisa diganti dengan menyogok oknum yang tak bertanggung jawab seperti kejadian di India.

            Kejadian di atas juga meningatkan saya kembali peristiwa gempa di Mexico 28 tahun yang lalu. Diperkirkan 10.000 jiwa telah melayang, akibat gempa Mexico yang berkekuatan 7,8 SR, pada 19 September 1985. Penderitaan manusia yang begitu besar, itu semua ulah manusia (the disaster wasman made) seperti yg terungkap di Mexico City. Menurut komisi penyidik mexico. Gedung-gedung yang ambruk itu ternyata tidak direncanakan menurut prinsip2 perencanaan tahan gempa, dilaksanakan tidak sesuai gambar dan menggunakan bahan2 dengan mutu di bawah yg disyaratkan. Padahal Mexico mempunyai peraturan gempa yg mutakhir dan memiliki ahli2 gempa yg dikenal diseluruh dunia, seperti Rosenblueth. Pembangunan gedung-gedung tersebut sebagian besar memang tidak dilakukan oleh pelaku-pelaku jasa konstruksi yang berkompeten. Dimana izin mendirikan bangunan tidak didasarkan pertimbangan teknis melainkan pertimbangan “amplop” yang tebal.

            Dan semoga pertimbangtan amplop yang tebal juga tidak terjadi di Pekanbaru, amin. Semoga.***