Pemindahan Singgasana Ratu Balqis


Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Peminat Sains Qur’an/Dosen Pasca Sarjana Magister Teknik Sipil UIR

 

                Catatan sejarah mengenai pertemuan antara Nabi Sulaiman dengan Ratu Saba’ menjadi jelas dengan penelitian yang dilakukan negeri tua Saba’ di Yaman Selatan. Penelitian yang dilakukan ter-hadap reruntuhan mengungkapkan bahwa seorang “ratu” pernah hidup di kawasan ini antara tahun 1000-950 SM dan melakukan perjalanan ke utara (ke Yerusalem). Nabi Sulaiman mencoba menunjukkan kekuatan kepada Ratu Kerajaan Saba’ ini. Beliau meminta salah seorang asistennya untuk membawa singgasana Ratu Balqis dari Kerajaan Saba’ di Yaman ke Palestina, sebelum pemiliknya tiba.

            Berkatalah seseorang yang mempunyai ilmu Al-Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. (QS An-Naml [27]:40.

            Allah SWT mengabadikan kisah ini dalam QS. An-Naml [27] ayat 38-44. Dari kitab Tafsir Rahmat oleh H Oemar Bakry halaman 741, menerangkan ayat 38 s/d 44 dalam empat pokok bahasan. Marilah kita kutip dua dari empat pokok bahasan tersebut. Pertama: Ayat-ayat ini melanjutkan kisah Nabi Sulaiman dengan Ratu Bulqis. Setelah Sulaiman menolak hadiah yang disampaikan Balqis, ia menyuruh utusan itu pulang kembali dean memberikan peringatan akan menyerang Kerajaan Balqis. Sulaiman telah memberi contoh bahwa upeti (hadiah) lebih baik tidak diterima. Upeti (hadiah) sering tidak jujur tujuannya. Ada udang di balik batu. Demikianlah suatu iktibar bahwa upeti (hadiah) itu menutupi keadilan dan kebenaran. Kedua: Sulaiman yakin sang Ratu akan datang menghadap. Sebelum ia datang Sulaiman meminta agar singgasana sang Ratu dipindahkan ke istananya. Ada seseorang dengan rahmat Allah, sanggup memindahkan singgasana itu dalam sekejap mata. Itu adalah mukjizat yang harus kita percayai. Lebih dari itu Allah sanggup menciptakan.

            Menurut (Tauhid Nur Azhar & Eman Sulaiman, dalam bukunya Ajaib Bin Aneh: 52), pemindahan tahta Ratu Balqis dari Yaman ke Palestina yang berjarak sekitar 1500 mil ini dapat disebut quantum teleportation, yaitu proses pemindahan suatu benda dengan memanfaatkan keacakan tempat tanpa terkena jarak. Bagaimana hal ini terjadi? Menurut Albert Einstein, kecepatan tertinggi dalam dunia relatif adalah kecepatan cahaya yang berjarak tempuh 299,792,458 meter/detik. Seandainya semua partikel dapat diubah menjadi kecepatan cahaya, kecepatan tempuhnya pun akan menyamai kecepatan cahaya.

            Permasalahannya, apakah seseorang itu bisa mengubah karakter dirinya menjadi karakter menyerupai cahaya? Rupa-rupanya asisten Nabi Sulaiman ini memiliki kemampuan untuk mentransformasi karakter partikel singgasana Ratu Balqis. Ada dua cara yang mungkin ia lakukan-sebetulnya masih menjadi hipotesis para ahli fisika. Pertama, dipapari medan magnet yang sangat kuat sehingga semua partikel singgasana tersebut berubah karakter. Contoh konkretnya terlihat dalam proses fusi nuklir dan cahaya matahari. Di dalamnya terdapat reaksi fusi yang melibatkan energi sangat kuat. Prinsip ini digunakan dalam teori quantum teleportation di film Star Trek. Mr. Spock (partikel-partikel selnya) diubah, dibuat berputar lebih cepat, didekoding dan ditransfer ke tempat tujuan. Sesampai di sana, ia di-encoding sehingga bisa utuh kembali. Hal yang sulit dilakukan adalah bagaimana proses meng-encoding dan menyadikan tersebut dilakukan, sehingga tidak terjadi perubahan struktur pada benda yang dikirimnya. Itulah kelebihan teknologi pada zaman Nabi Sulaiman.

            Cara kedua, asisten Nabi Sulaiman ini mampu memasuki sebuah dimensi di mana ruang dan waktu tidak lagi menjadi pembatas. Mungkin, inilah yang dinamakan dimensi malaikat. Dengan cara ini, suatu benda bisa berpindah dan dipindahkan tanpa terhalang jarak dan waktu. Agar bisa memasuki dimensi ini, boleh jadi ada kata kunci atau password untuk membukannya. Password ini sampai sekarang belum kita temukan. Namun, kita tak berasumsi bahwa gerbang dimensi itu ada pada persepsi.  Artinya, keyakinan atau persepsi, kita menyebutnya kualitas keimanan, bisa membawa seseorang,  memasuki dimensi yang tidak terkait oleh jarak dan waktu. Wallaahu a’lam.

            Sebagai catatan. Pada tahun 1993, ide tentang teleportasi berpindah dari ranah fiksi ilmiah ke dalam dunia nyata. Ini terjadi ketika fisikawan Charles bennet dan tim peneliti dari IBM mengkonfirmasikan bahwa teleportasi kuantum adalah mungkin, tapi hanya jika objek asli yang dipindahkan di hancurkan. Pencerahan ini pertama di singgung oleh Bennet pada saat annual meeting American Physical Society (APS) pada Maret 1993, diikuti dengan tulisannya tentang Physical review letters pada tanggal 29 Maret 1993. Sejak saat itu, eksperimen menggunakan photons telah membuktikan bahwa teleportasi kuantum adalah mungkin.

            Pada tahun 1998, ahli fisika di California Institute of technology (Caltech), bersama dengan tim dari eropa, mengubah ide IBM menjadi kenyataan dengan sukses men-teleportasikan photon, partikel energi yang dalam cahaya. Grup Caltech berhasil membaca struktur atom dari photon, mengirimkan informasi ini melewati 3,28 kaki (kira-kira 1 meter) kabel koaksial dan menciptakan replikanya. Sesuai perkiraan, photon asli tidak lagi eksis setelah replica di buat.

            Eksperimetn selanjutnya, tim Caltech berhasil mengatasi prinsip ketidakpastian Heisenberg, rintangan terbesar dalam teleportasi objek yang lebih besar dari photon. Prinsip ini mengatakan bahwa anda tidak dapat mengetahui lokasi dan kecepatan partikel secara bersama-sama. Tapi jika anda tidak dapat mengetahui posisi suatu partikel, lalu bagaimana anda men-teleportasikannya? Untuk men-teleportasikan photon tanpa melanggar prinsip Heisenberg, ahli fisika Caltech menggunakan sebuah fenomena yang di sebut Entanglement.

Teleportasi adalah proses untuk menguraikan sebuah objek menjadi atom dan menyusunnya kembali di tempat lain. Pada Juni 2002 lalu, seorang ahli fisika Australia, Ping Koy Lam, melakukan teleportasi sinar leser. Sinar leser yang terdiri atas miliyaran foton, oleh Lam diukur kecepatan pertikel, bentuk, dan polarisasinya, untuk kemudian dibentuk ulang menggunakan sekumpulan foton di tempat lain. Lam meramalkan bahwa lima tahun ke depan, seseorang bisa melakukan teleportasi atom atau molekul. Lalu, bagaimana dengan teleportasi manusia? Cerita akan lain. Pasalnya, tubuh manusia terdiri tas 10 pangkat 28 molekul atom atau lebih dari satu triliun atom, sehingga sangat sulit diuraikan untuk kemudian di susun kembali di tempat lain, walaupun hal ini bisa saja terjadi. ***

Advertisements

6 responses to “Pemindahan Singgasana Ratu Balqis

  1. kalau di masukan ke dalam ilmu fisika atau matematika..itu sbenarnya tidak bisa…bagaimana perjalan nabi Muhamma SAW ke langit ke tujuh dengan kcepatan cahaya dengan membawa partikel tubuh manusia itu bisa dijelaskan dengan teori fisika atau matematika??

    ilmu manusia belum mampu..dah untuk itu belum mampu menyaingi Allah

    • nabi sulaiman, nabi muhammad, dan ahli kitab yg memidahkan singgasana adalah manusia, artinya ada manusia yg memiliki teknologi ini..

      Al qur’an menerangkan kisah ini agar kita mau mengkaji dan mempelajari teknologi ini, kalau kisah ini hanya sekedar untuk dongeng semata, percuma dong Al qur’an dijadikan sekedar dongen bukan sebagai pedoman/panduan..

  2. maha besar allaH…….

  3. tagg ye.. ane suka

  4. islam tdk menghalangi ilmu pengetahuan, nmun islam melarang penggunaan akal pikiran yg berlebihan, akal fikiran hrs dibimbing oleh al quran, agar tidk mnjdi liar, bkn sebaliknya, contoh kasus yg ada disekililing kita, bagaimana akal fikiran memahami keberadaa makhluk gaib ( malaikat, jin, syaithan, dsj. ) padahal mnurut Al Quran, keberadaan mereka nyata ? tentu saja tanpa bimbingan Al Quran, akal fikiran tdk akan mampu menjangkaunya, bagi generasi muda islam, jika ingin mempelajari ILMU PENGETAHUAN ( TEKNOLOGI ), FAHAMI DULU AL QURAN, dgn mempelajari ilmu2 yg ber kaitan dgnnya, sprti : tata bahasa arab, tafsir, asbabun nuzul dsb. yg hrus ad guru/tutorny, sesuai dgn hadist Rosulullah Saw. Berbeda dgn belajar ilmu dunia, bisa atau tanpa dgn guru. Asisten Nabi Sulaiman As.tsb yg diberi ilmu dr Alkitab adalah murni pertolongan Allah Swt. Krn keimanan dan ketaqwaan yg tinggi dr org yg diberi ilmu tsb, krn yg dimksud Alkitab adalah kitab Taurat dan Zabur, bukan manuskrip2 kuno…

  5. pndpt bhw pmindahan singgasana ratu bilqis tsb dilakukan dgn teknologi quantum teleportasi adalah sah2 sj, krn sjalan dgn perkembangan teknologi yg ad pd era tsb, nmun bgmn dgn perkmbangan teknologi 100 thn kedpn ? Apakah pndpatny akn brubah ? Tentulah ad perubahan, krn pngtahuan itu brsifat dinamis, artinya mkin bnyk pngetahuan yg diktahui manusia, mkin mrasa bodohlah ia, krn mkin bnyk pengtahuan yg blm dketahuiny, bgm dgn Al Quran ? Tentunya bg seorang muslim Al Quran mrupakan sumber pngetahuan yg smpurna, tdk ad yg dpt menandingi kesempurnaan ilmu pengetahuan di dlm Al Quran d dunia in, cbalah kita menengok sejarah intelektual muslim pd msa kejayaan islam ( skitar abad 8-15 M ), dmn seblm bljar ilmu2 pengethuan duniawi, mrk tlh mempelajari Al Quran, fiqih, tauhid, hadist, dsb. Mk islam mncapai puncak kejayaannya…Allah Swt.sndiri menantang manusia dan jin utk mengarungi pelosok penjuru langit nmun mrka tdk akn snggup mengarunginy, kecuali dgn kekuatan (jasmani=akal fikir=cipta & rohani=akal hati=rasa)…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s