Ramalan Tentang Kapal-Kapal Raksasa

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Peminat Sains Qur’an/Dosen Pasca Sarjana Magister Teknik Sipil UIR

              Allah SWT berfirman, “Milik-Nya perahu-perahu yang berlayar di lautan bagaikan gunung-gunung yang tinggi.” (Ar-Rahman: 24). “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah perahu-perahu yang berlayar di lautan seperti gunung-gunung yang tinggi.” (Asy-Syura: 32). Kedua ayat ini memberikan petunjuk berupa perumpamaan perahu-perahu layar bagaikan gunung-gunung yang tinggi. Atau menginformasikan kelak adanya kapal-kapal raksasa yang besar dan tingginya menyerupai gunung.

            Dr. Nahdiah Thayyarah dalam (buku pintar Sains Dalam Al-Quran). Rasulullah hidup di daerah gurun yang jauh dari pantai. Selain itu, perahu layar pada zaman beliau pun masih kecil ukurannya. Dan tidak logis pada masa itu untuk meyerupakan perahu-perahu itu dengan gunung-gunung yang tinggi.

            Coba kita lihat, perahu-perahu yang menyerupai gunung pada zaman kita sekarang. Apa itu? Benar, bisa jadi ‘Kapal Pesiar’. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, Kapal pesiar (bahasa Inggriscruise ship atau cruise liner) adalah kapal penumpang yang dipakai untuk pelayaran pesiar. Penumpang menaiki kapal pesiar untuk menikmati waktu yang dihabiskan di atas kapal yang dilengkapi fasilitas penginapan dan perlengkapan bagaikan hotel berbintang. Sebagian kapal pesiar memiliki rute pelayaran yang selalu kembali ke pelabuhan asal keberangkatan. Lama pelayaran pesiar bisa berbeda-beda, mulai dari beberapa hari sampai sekitar tiga bulan tidak kembali ke pelabuhan asal keberangkatan. Kapal pesiar berbeda dengan kapal samudra (ocean liner) yang melakukan rute pelayaran reguler di laut terbuka, kadang antar benua dan mengantarkan penumpang dari satu titik keberangkatan ke titik tujuan yang lain. Kapal yang lebih kecil dan sarat air kapal yang lebih rendah digunakan sebagai kapal pesiar sungai.

Miliarder Rusia Roman Abramovich tidak bisa lagi mengklaim menjadi pemilik “Superyacht” atau kapal pesiar terbesar di dunia. Tidak setelah kemunculan “Azzam”, yang kini menjadi kapal pesiar mewah terbesar dan terpanjang di dunia. Kapal dengan panjang 590 kaki ini, 57 kaki lebih panjang dari “Eclipse”, kapal pesiar milik Abramovich. Biaya pembangunan kapal tersebut sangat fantastis mencapai US$ 605 juta setara dengan Rp. 6,1 triliun. Dipastikan biaya operasionalnya pun selangit. Mengutip laman CNN, Sabtu (20/7/2013), “Azzam” raksasa ini memiliki luas melebihi lapangan sepak bola, lebih besar dari kapal angkatan laut AS Arleigh Burke dan lebih luas daripada kapal pesiar populer manapun.

            Berikut ini tiga kapal pesiar bagaikan gunung yang terbesar dan tertinggi di dunia yang saya kutip dari (http://id.berita.yahoo.com/). Pertama. Azzam mempunyai, Panjang: 590 kaki, Kecepatan Tertinggi: 31,5 knot dan Total Daya: 94 ribu horsepower (hp). Azzam tak hanya menjadi kapal pesiar super terbaru dan terbesar di dunia, tapi juga merupakan yang tercepat. Pada percobaannya di North Sea, kecepatannya mencapai 31,5 knot atau 37 mil per jam. Kapal ini didesain selama satu tahun sebelum akhirnya menelan waktu tiga tahun untuk membangunnya. Biaya yang dihabiskan untuk mendirikan kapal ini sebesar US$ 609 juta. Jumlah itu sekitar setengah dari biaya kapal terbesar pada 2012, Eclipse. Kedua. Eclipse, mempunyai, Panjang: 553 kaki, Kecepatan tertinggi: 25 knot. Dengan harga hampir US$ 1,2 miliar, Eclipse menjadi kapal termahal di dunia. Kapal ini dilengkapi dengan dua tempat pendaratan helikopter,  11 kamar tamu, dua kolam renang dan gedung pesta. Eclipse bisa mengangkut 30 penumpang dan 75 kru kapal. Meski rincian kapal ini masih belum dikonfirmasi, tapi perkiraan panjang kapal diperkirakan mencapai 53 atau 57 kaki. Seorang pengusaha Rusia, Roman Abramovich tercatat membelinya pada tahun 2010 lalu. Ketiga. Dubai mempunyai, Panjang:  531 kaki, Kecepatan tertinggi: 26 knot dan Total Daya: 38.500 hp. Dubai dikatakan memiliki kolam renang berlantai marmer dan satu lahan pendaratan helikopter dengan angkutan seberat 10 ton. Terdapat 115 kamar, termasuk kamar tamu dan kru kapal. Kapal ini mampu menempuh jarak hingga 8.500 mil.

            Apakah Anda kenal dengan Freedom Ship? Apakah kapal yang satu ini termasuk salah satu  Ramalan Al-Quran tentang kapal-kapal raksasa yang menyerupai gunung? Sumber dari (http://www.tribunnews.com/), menjelaskan ramalan sebuah kapal raksasa yang spektakuler. Inilah Kapal Freedom, kapal pesiar impian futuristik yang mungkin saja akan menjadi kenyataan. Mungkin Anda pernah melihat ilustrasi sejenis ini di media-media Iptek atau publikasi-publikasi ilmiah di luar sana. Dengan segala kemajuan teknologi di abad 21 rasanya tidak ada yang tidak mungkin untuk diwujudkan. Menurut keterangan di situs resminya, proyek “Freedom Ship” ini nantinya kira-kira akan terlihat seperti ini: Bayangkan 25 bangunan-bangunan tinggi sepanjang 1 mil di New York dijejerkan; lalu bayangkan lagi semua itu terapung di atas air. “Freedom Ship” mempunyai kesamaan sedikit dengan kapal pesiar biasa; yang sebenarnya tidak lebih dari sebuah kapal tongkang (perahu seret) yang besar. Tapi bagaimana jika kapal raksasa ini ditujukan untuk sebuah perjalanan pelayaran yang butuh penjelajahan perlahan mengelilingi dunia, sepanjang garis pantai dan menyelesaikan satu putaran bumi tiap 3 tahun? Bahkan ada yang menyebutkan ini seperti sebuah negara yang merdeka. Bisa saja, “Freedom Ship” akan menjadi konstruksi buatan manusia terbesar di muka bumi jika berhasil dibuat meski harus dengan sedikit keajaiban mengingat proyek mega-konstruksi seperti ini sangat rawan gagal total. Sabagai catatan konsep di atas hampir sama dengan konsep yang dicetuskan tahun 1928, yaitu konsep bandar udara di atas bangunan raksasa! Arsitek-arsitek Los Angeles mengharapkan nantinya pesawat-pesawat pribadi akan menggantikan mobil di masa datang. Landasan pesawat diatas atap ini memiliki panjang 300 meter. Atau perhatikan mimpi futuristik “Dermaga Bandar Udara New York” oleh arsitek Harry B. Brainerd. Subhanallah Allahu Akbar, benar-benar bagaikan gunung-gunung tinggi.

Bila pada zaman Nabi Muhammad sama sekali tidak terlintas tentang kapal-kapal raksasa semacam uraian di atas. Lalu, siapakah yang mengajar kepada beliau tentang pengetahuan ini pada abad 1.400 tahun yang lalu? Yang mengajarkan kepada beliau adalah Allah SWT, pencipta langit dan bumi, penguasa arsy yang agung yang menurunkan Al-Quran yang mulia kepada beliau.***

Bila Profesional Sudah Tidak Dijunjung Tinggi Lagi

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IPU

Pengamat Perkotaan/ Dosen Teknik Sipil UIR

             Bila profesional sudah tidak dikedepankan lagi, bila mengejar keungtungan lebih yang mengabaikan keteknikan maka, malapetaka segera datang. Salah satu contoh yang barusan terjadi adalah tragedy property di pinggiran Kota Mumbai, India. Sebuah bangunan setengah jadi ambruk. Sedikitnya 45 orang tewas dalam insiden ini. Bangunan tujuh lantai di wilayah Thane, pinggiran Mumbai, itu dilaporkan runtuh pukul 18.08 Kamis 4 April 2013 waktu setempat. Semua tiga lantai dari bangunan itu roboh dan bertumpukan. Setidaknya sudah empat lantai dari bangunan tersebut selesai dibangun dan sudah dihuni. Diperkirakan bahwa struktur bangunan lemah. Polisi tengah mengejar kontraktor bangunan untuk ditangkap dan diminta keterangan. Ambruknya bangunan tersebut menambah panjang kasus pembangunan illegal di India. Polisi telah mendaftarkannya sebagai kasus pembunuhan karena kelalaian pihak pembangun gedung.

            Polisi menyatakan, kontraktor menggunakan spesifikasi bahan bangunan di bawah standar dan tidak mengantongi izin hunian. Ada ratusan bangunan tinggi serupa di Mumbai. Karena tingginya pertumbuhan populasi, tuntutan akan hunian murah selalu tinggi. Selain itu, hunian yang dibangun di dalam bangunan ilegal dijual dengan harga lebih murah jika dibandingkan dengan yang legal. Aktivis juga menduga kontraktor nakal sering menyogok pejabat lokal yang tutup mata terhadap berdirinya bangunan ilegal tersebut dan tidak mengambil tindakan apa pun kepada mereka.

            Mungkin di Pekanbaru tidak ada bangunan yang illegal, akan tetapi apakah pemberian izin bangunan struktural di Pekanbaru sudah benar-benar ada perhitungan struktur yang berlaku? Apakah semuanya ada soil investigation? Dan persyaratan teknis lainnya. Jangan sampai semua persyaratan teknis ini bisa diganti dengan menyogok oknum yang tak bertanggung jawab seperti kejadian di India.

            Kejadian di atas juga meningatkan saya kembali peristiwa gempa di Mexico 28 tahun yang lalu. Diperkirkan 10.000 jiwa telah melayang, akibat gempa Mexico yang berkekuatan 7,8 SR, pada 19 September 1985. Penderitaan manusia yang begitu besar, itu semua ulah manusia (the disaster wasman made) seperti yg terungkap di Mexico City. Menurut komisi penyidik mexico. Gedung-gedung yang ambruk itu ternyata tidak direncanakan menurut prinsip2 perencanaan tahan gempa, dilaksanakan tidak sesuai gambar dan menggunakan bahan2 dengan mutu di bawah yg disyaratkan. Padahal Mexico mempunyai peraturan gempa yg mutakhir dan memiliki ahli2 gempa yg dikenal diseluruh dunia, seperti Rosenblueth. Pembangunan gedung-gedung tersebut sebagian besar memang tidak dilakukan oleh pelaku-pelaku jasa konstruksi yang berkompeten. Dimana izin mendirikan bangunan tidak didasarkan pertimbangan teknis melainkan pertimbangan “amplop” yang tebal.

            Dan semoga pertimbangtan amplop yang tebal juga tidak terjadi di Pekanbaru, amin. Semoga.***

Pertimbangan Amplop yang Tebal?

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IPU.

Pengamat Perkotaan/Dosen Magister Teknik Sipil UIR

       Sudah berapa banyak bangunan dan penataan kota yang amburadul akibat tidak mempertimbangan ketentuan teknis, sudah berapa banyak ruko di Pekanbaru yang retak, miring, amblas, dirubuhkan Karena kesalahan teknis bangunan. Yang menjadi pertanyaan: sudah seberapa jauh mempertimbangan dan pengkajian masalah teknis bangunan dalam memberikan IMB? Apakah benar-benar sudah seteril daya budaya amplop dari mempertimbangan pemberian IMB? Silahkan, Pembaca yang budiman ‘jawab sendiri’.

            Saya tidak mau mengkaji masalah amplop di sini, karena jelas tidak ada ujung pangkalnya membahas sesuatu yang nyata tetapi sulit dibuktikan. Melalui artikel ini, saya mengajak para pembaca yang budiman untuk melihat hamcurnya Mexico City di masa lampau yang katanya diakibatkan oleh pertimbangan amplpo yang tebal.

            Marilah sejenak kita bertanya, dampak yang diterima jika seandainya pembangunan konstruksi dilakukan oleh pelaku–pelaku jasa konstruksi yang tidak bertanggung jawab? Jawabannya tidak perlu dicari terlampau jauh. Lihat saja apa yang terjadi di Mexico, ibukota Mexico sebuah negara berkembang yang tengah melakukan pembangunan akibat gempa dahsyat. Gempa yang berkekuatan 7,8 Skala Richter di sumbernya 240 kilometer dilepas pantai Pasifik pada 19 September 1985 itu berintensitas XI menurut skala Modifield Mercalli. Memang menurut hasil analisa probabilitas (Seismic Risk Analisis) dari para ahli sudah diramalkan gempa sebesar itu dapat terjadi sewaktu–waktu dengan periode ulang seratus tahunan. Dan memang Tuhanlah yang telah menghendaki terjadi pada 19 September 1985. Tercatat jumlah korban yang begitu besar, diperkirakan 10.000 jiwa. Penderitaan manusia yang begitu besar, itu semua ulah manusia ( the disaster wasman made) seperti yang terungkap di Mexico City. Menurut sebuah komisi penyidik khusus Parlemen Mexico. Penyebabnya, pertama, dari ratusan gedung yang ambruk itu sebagian besar adalah milik Pemerintah atau dibangun melalui proyek – proyek pemerintah selama 30 tahun terakhir, antara lain Rumah Sakit Umum (general hospital) dan perumahan Rakyat Nuevo Leon. Sedangkan gedung–gedung yang lebih tua umurnya masih banyak yang berdiri. kedua, gedung–gedung yang ambruk itu ternyata memang tidak direncanakan menurut prinsip–prinsip perencanaan tahan gempa yang benar. Dilaksanakan tidak sesuai gambar rencana dan menggunakan bahan–bahan dengan mutu dibawah yang disyaratkan. Padahal Mexico mempunyai peraturan perencanaan tahan gempa yang mutakhir (diperbaiki tahun 1977). Mexico memiliki ahli–ahli teknik gempa terkemuka yang dikenal seluruh dunia, seperti Rosenblueth. Ketiga, pembangunan gedung–gedung tersebut sebagian besar memang tidak dilakukan oleh pelaku–pelaku jasa konstruksi yang berkompeten. Dimana izin mendirikan bangunan tidak didasarkan atas pertimbangan teknis melainkan pertimbangan “amplop” yang tebal.***

Berbeda-Beda Warna Kulitmu

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Peminat Sains Qur’an/Dosen Pasca Sarjana Magister Teknik Sipil UIR

Kita awali artikel ini dengan mengutip informasi Alquran (Tafsir Rahmat oleh H.Oemar Bakry, halaman 791). QS AR-RUUM’ (30): 22: ”Dan di antara tanda-tanda kekuasaan Allah ialah menciptakan ruang angkasa dan bumi, berbeda-beda bahasa dan warna kulitmu. Yang demikian itu adalah tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kamu yang mendenggarkan.”

Bila kita hanya membaca begitu saja ayat di atas, mungkin kita tak dapat memahami apa yang tersirat di dalam maknanya. Namun, begitu kita mengetahui penelitian yang telah dilakukan oleh Prof. Neil Champlansky terhadap evolusi warna kulit seseorang, kita segera mengetahui makna yang lebih dalam tentang penjelasan ayat di atas bahwa bahasa dan warna kulit manusia penghuni Planet Bumi yang berbeda-beda tersebut ternyata memang terjadi akibat pengaruh migrasi manusia dari daerah ke daerah lainnya yang berbeda-beda geografisnya, sehingga menyebabkan juga bahasa manusia berkembang dari bahasa asalnya. Uraian tentang bahasa dan warna kulit ini saya kutip dari sebuah buku yang sangat menarik dari Ir. Agus Haryo Sudarmojo dalam bukunya berjudul ‘Benarkah Adam Manusia Pertama?’

Anda pasti pernah berpikir mengapa setiap orang memiliki warna kulit yang berbeda-beda? Ada orang yang memiliki kulit putih, kulit hitam, kulit kuning, kulit merah, maupun kulit sawo matang, seperti kebanyakan orang di Indonesia. Semua warna kulit tersebut ternyata disebabkan oleh adanya pigmen melanin yang terkandung dalam tubuh manusia. Pigmen melanin berfungsi melindungi sel-sel kulit agar tidak rusak terkena paparan sinar ultraviolet matahari. Semakin banyak kandungan pigmen melanin dalam tubuh seseorang, maka warna kulitnya akan semakin hitam. Sebaliknya, semakin sedikit kandungan pigmen melanin dalam tubuh seseorang, maka warna kulitnya akan semakin putih. Anak-anak yang nenek moyangnya berasal dari daerah sekitar khatulistiwa, yang banyak memperoleh sinar matahari, terlahir dengan lebih banyak pigmen melanin dalam tubuhnya, sehingga kulitnya akan berwarna lebih gelap. Sementara itu, anak-anak yang nenek moyangnya berasal dari daerah sub tropis atau kutub, yang lebih sedikit memperoleh sinar matahari, terlahir dengan lebih sedikit pigmen melanin dalam tubuhnya, sehingga kulitnya akan berwarna lebih terang. Jadi, kamu sudah tahu kan mengapa setiap orang memiliki warna kulit yang berbeda-beda? Manusia yang tinggal di daerah khatalustiwa/ekuator akan mempunyai warna kulit yang gelap. Misalnya orang-orang di daerah afrika dan papua. Lho tapi kok orang Asustralia putih-putih? Ya karena mereka bukan penduduk asli, lha baru beberapa ratus tahun pindah dari Eropa ke situ kok. Yang sudah beribu tahun ya suku Aborigin.

Perhatikan tubuh manusia, kita akan menemukan warna sebagai salah satu ciri tubuh yang tampak dan perbedaan justru menunjukkan kekuasaan Allah. Dari segi warna kulit, manusia pada umumnya terbagi ke dalam tiga kelompok, yaitu kulit putih, kulit kuning, dan kulit hitam. Aktivitas yang dilakukan oleh seorang wanita bernama Prof. Neil Champlansky terhadap evolusi warna kulit seseorang, secara tak sengaja menemukan jawabannya. Ia membuktikan adanya hubungan yang sangat dekat antara radiasi ultraviolet sinar matahari dengan molekul biologis yang disebut folic acid atau asam folik dalam tubuh manusia. Kehadiran asam folik adalah hal terpenting bagi perkembangan embrio dan perkembangan warna kulit pada manusia sehungga nenek moyang kita di Afrika berkulit hitam karena harus melindungi keselamatan tubuh mereka dari radiasi ultraviolet (UV) yang sangat tinggi di benua tersebut. Setelah melihat pola pigmentasi kulit manusia di seluruh dunia, dapat disimpulkan bahwa seseorang berkulit gelap di daerah tropis yang memiliki radiasi UV tinggi, bila bermigrasi ke utara ke daerah dingin yang memiliki radiasi UV rendah, kulit mereka akan berubah dari gelap hitam menjadi terang putih pada keturunannya setelah 20.000 tahun menetap secara turun temurun di sana.

Jadi sesungguhnya, semua manusia modern itu di balik kulitnya yang berwarna-warni adalah sama. DNA kita menunjukkan bahwa kita berasal dari kelompok gen yang sama. Jika kita melihat DNA sendiri, kita semua, orang Australia, Indonesia, Asia, Afrika dan Eropa, ditemukan mitokondria (mtDNA) yang sama dalam diri kita semua.

Sangatlah jelas bahwa untuk membuat manusia menjadi berbeda-beda warna kulitnya, ternyata Sang Pencipta dengan mudahnya memerintahkan bintang dan matahari untuk mengeluarkan sinar ultravioletnya dengan intensitas yang berbeda-beda pada setiap daerah, sesuai dengan posisi bujur dan lintangnya.

Marilah kita kutip kembali informasi Allah SWT berikut ini. Insya Allah kita akan semakin paham akan informasi-Nya. QS. AN NISAA’ (4): 1: “Hai sekalian manusia! Bertaqwalah kepada Tuhanmu yang menjadikan kamu dari satu diri dan menjadikan daripadanya isterinya, lantas dikembangkan-Nya dari keduanya, wanita dan pria yang banyak sekali. Dan bertaqwalah kedapa Allah yang nama-Nya sering kamu ucapkan sesame kamu untuk bermohon kepada-Nya. Dan peliharalah hubungan silaturahmi (jangan sampai putus). Sesungguhnya Allah selalu mengawasi kamu.”

Subhanallah … dengan menelaah ayat tersebut, sangat jelaslah bahwa asal muasal manusia dari diri yang satu dan darinya diciptakan isterinya. Inilah kalimat Allah SWT, yang telah menggambarkan adanya semacam teknologi pengembangbiakan makhluk manusia dengan sistem ‘tissues culture’ atau ‘kultur jaringan’ Nya Sang Pencipta.

Selanjutnya, setelah kita mengetahui bahwa seluruh umat manusia di dunia ini berasal dari satu nenek moyang, akankah kita masih saling berseteru satu sama lain? Akankah kita tetap akan menonjolkan kesukuan atau kebangsaan sehingga kita merasa unggul dan paling hebat dari suku bangsa lainnya di muka bumi ini? Masih pantaskah seseorang menganggap bahwa orang berkulit putih lebih unggul dan terhormat dari orang berkulit hitam, sedangkan mereka yang berkulit putih, kuning, dan kulit berwarna lainnya telah terbukti secara sains berasal dari nenek moyangnya yang berkulit hitam di Benua Afrika?

Pantaslah Agama Islam mengajarkan bahwa “orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara” di permukaan bumi ini. Kata “beriman” inilah yang membedakan ras makhluk Homo sapiens (ras Adam a.s) dengan ras lainnya seperti Homo Neanderthal, Homo erectus, dan sebagainya yang pernah hadir sebelumnya di Planet Bumi ini.***

 

 

 

Rekayasa Nilai Proyek, Mungkinkah 1 = 2 ?

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IPU

Pengamat Perkotaan/ Dosen Teknik Sipil UIR

Tak masuk akal tapi fakta. Tak percaya tapi nyata. Begitulah nilai suatu proyek setelah digelembungkan sampai berlipat ganda, tapi hasilnya tetap logis dan sesuai dengan prosedur. Nilai suatu proyek di markup mulai dari penggiringan proyek sudah sekian persen, ketok palu sudah sekian persen, tender diatur sudah sekian persen, sampai dengan membayar mundur perusahaan lawan juga sudah sekian persen. Akan tetapi, nilai proyek yang ditenderkan dan nilai proyek yang direkayasa tersebut masuk akal meskipun 1 sudah menjadi 2.

Persoalan yang kelihatan aneh dan tidak mungkin, tapi secara matematika bisa dikerjakan. Anda ingin tahu apa yang aneh dan tidak mungkin, tapi benar secara metematika? Inilah persoalan yang pernah diajukan Albert Einstein: Buktikan bahwa: 1 = 2. Kita semua pasti mengira soalnya salah atau hanya teka teki belaka. Einstein mengatakan soalnya benar dan tidak salah dan juga bukan teka-teki belaka, karena bisa dibuktikan secara matematika. Ah masa iya, bisa dibuktikan bahwa 1 = 2. Bukankah 1 ya 1 dan 2 ya 2, tidak mungkin 1 = 2.

Pertama-tama Einstein bertanya “Siapakah yang berani mengatakan bahwa (a2 – a2) = (a2 – a2) adalah salah? Selanjutnya Einstein menguraikan persamaan tersebut menjadi, ruas kiri diuraikan menjadi a (a – a) dan ruas kanan diuraikan menjadi (a + a) (a – a). Kemudian ruas kiri dan ruas kanan yang telah diuraikan ditulis ulang menjadi persamaan yang sama  (a2 – a2) = (a + a) (a – a). Ruas kiri dan kanan mempunyai suku yang sama, yaitu (a –  a) dan (a – a) dicoret, tinggallah: a = (a + a) Jadi: a = 2a. Kemudian ruas kiri dan kanan dibagi a, jadi terbukti: 1 = 2.

Perlu saya beri catatan mengenai kesalahan editing seperti yang terjadi pada artikel saya sebelumnya yang berjudul: Matematika Ala Einstein. Dimana penulisan a kuadrat oleh karena kesulitan editing telah berubah menjadi a2, jadi sebenarnya yang terketik a2 itu adalah a kuadrat.

Melalui artikel yang singkat ini saya ingin mengatakan bahwa pengelembungan nilai proyek sampai setinggi apapun tetap masih masuk akal, meskipun hal ini jelas-jelas perbuatan mark up yang sangat merugikan Negara dan bangsa ini. Yang katanya sama masuk akalnya 1 = 2. ***

Istilah-Istilah Tukang Kampung Dalam Dunia Bangunan Sipil?

 

 

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IPU.

Pengamat Perkotaan/Dosen Magister Teknik Sipil UIR

            Bila ada tukang kampung tentu ada juga tukang kota. Maksud istilah tukang kampung di sini bukanlah tukang-tukang yang bekerja di kampung atau tukang-tukang yang berasal dari kampung, tetapi pemakaian istilah bangunan yang mereka (tukang-tukang) gunakan itulah yang dimaksud dengan Istilah Tukang Kampung. Bila Anda cari istilah-istilah yang mereka gunakan itu sama sekali tidak ada di kamus teknik sipil atau dipelajaran di bangku kuliah teknik sipil juga sama sekali tidak pernah ditemukan.

Pernahkan Anda mendengar istilah-istilah tukang kampung berikut ini di Pekanbaru? Seperti: Tapak Gajah, Besi Cincin, Besi Termol, Pasak Bumi, Tombak Layar, Cakar Ayam. Ya, kayaknya tak asing juga! Sangat mengherankan, istilah-istilah tersebut di atas, rupanya bukan hanya sekedar istilah tukang kampung yang digunakan proyek. Ternyata juga ada gambar kerja yang dibuat oleh sarjana-sarjana teknik yang menggunakan istilah-istilah tukang kampung ini. Di mana sekolahnya, ya?

Saya sudah 16 tahun mengajar sebagai dosen teknik sipil dan saya belum pernah menyumpai adanya istilah tapak gajah dalam referensi karangan siapa pun. Tetapi yang membuat saya terheran-heran ada juga kontrak kerja yang bernilai puluhan miliar yang salah satu item pekerjaannya adalah “tapak gajah”. Jadi, rupanya istilah-istilah tukang kampung bukan hanya ada di gambar kerja, tetapi ada juga di dalam kontrak kerja, terutama kontrak kerja pihak-pihak swasta.

Melalui artikel ini saya akan mencoba menjelaskan item pekerjaan apa yang dimaksud istilah-istilah tukang kampung tersebut di atas. Istilah pertama: “Tapak Gajah”, rupanya yang dimaksud dengan istileh “tapak gajah” adalah pondasi umpak beton bertulang, atau pondasi setempat, dalam referensi-referensi teknik sipil disebut “foot plate”. Istilah kedua: “Besi Cincin”, rupanya yang dimaksud dengan “besi cincin” adalah sengkang-sengkang atau begel, yang dalam dunia teknik sipil sengkang-sengkang atau begel ini berfungsi untuk menahan gaya geser pada balok dan kolom beton bertulang. Istilah ketiga: “Besi Termol”, rupanya yang dimaksud dengan istileh “besi termol” adalah besi yang ditekuk seakan-akan menghubungkan besi atas dengan besi bawah balok. Sebenarnya dalam dunia teknik sipil, hal ini terjadi karena besi tarik pada tumpuan balok yang terletak di atas di tekuk, diteruskan menjadi besi tarik di lapangan pada suatu struktur balok lantai. Istilah keempat “Pasak Bumi”, mungkin istilah yang satu ini tidak terlalu asing buat Anda, apa itu? Ya, benar! Maksudnya adalah tiang pancang. Istilah kelima “Tombak Layar”, Anda tentu pernah melihat bangunan gudang atau sejenisnya. Rupanya yang diksud dengan tombak layar adalah pasangan tembok yang tinggi biasanya berbentuk segitiga atau boleh juga kita katakan yang menyerupai singap. Istilah terakhir “Cakar Ayam”, istilah ini jelas bukan “pondasi cakar ayam” yang ditemukan oleh Sudiyatmo, rupanya istilah cakar ayam di sini adalah anyaman besi pondasi umpak.

Demikian artikel ini, silahkan Anda tambahkan istelah-istilah tukang kampung lainnya.***

Bukan Kebetulan Kosmis

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Peminat Sains Qur’an/Dosen Pasca Sarjana Magister Teknik Sipil UIR

             Matilah kita simak informasi Allah SWT, berikut ini. Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang berada antara keduanya dengan bermain-main. Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan hag, tetapi kebanyakan mereka tidak mngetahui.” (Qs.44. Al-Dukhan: 38).

Maha Benar Allah telah menciptakan Langit dan Bumi dengan “Hag”. Hal ini adalah suatu bukti kecintaan Allah SWT kepada manusia sehingga manusia diberikan tempat khusus untuk mengembangkan kehidupannya. Bumi kita tidak saja berada di daerah khusus dari matahari, tetapi juga berada di banyak daerah khusus lainnya.

Sebagai contoh, jika bulan yang mengelilingi bumi ukurannya lebih kecil dari yang ada sekarang ini, maka perubahan sedikit saja dari rotasi bumi lama kelamaan akibat nya akan dirasakan dalam ratusan tahun yang menyebabkan bumi bergoyang dan terjadi perubahan cuaca yang drastis yang dapat berakibat pada punahnya kehidupan di bumi. Umar Juaro, seorang peneliti senior (mantan ketua CIDES: Center for Information and Development Studies) dalam bukunya Kebenaran Al-Quran dalam Sains, memaparkan: program computer memperlihatkan bahwa tanpa bulan yang cukup besar (ukurannya 1/3 dari bumi), maka poros bumi akan bergeser sebanyak 90 derajat dalam waktu beberapa tahun.

Lebih lanjut dipaparkan. Berkembangnya kehidupan membutuhkan keadaan cuaca yang stabil, namun jika posisi bumi mengalami pergeseran, maka akan menyebabkan perubahan cuaca yang sangat besar yang berakibat pada punahnya kehidupan. Untunglah ukuran bulan kita “tepat” untuk menstabilkan orbit bumi sehingga malapetaka tersebut tidak terjadi. Sebagai perbandingan, bulan dari planet Mars tidak cukup besar ukurannya untuk menstabilkan rotasi Mars. Akibatnya Mars berada pada keadaan yang tidak stabil. Pada masa lalu astronom menghitung bahwa Mars bergeser sebesar 45 derajat dari sumbunya semula.

Bukan saja hanya bulan yang berukuran tepat. Begitu pula dengan keberadaan planet Jupiter di tata surya kita sangat penting bagi kehidupan di bumi, karena dengan gravitasinya yang sangat besar dapat mencegah asteroid jatuh ke bumi. Untuk membersihkan tata surya kita dari asteroid dan komet membutuhkan waktu satu miliar tahun di mana peristiwa ini terjadi pada 3,5 s/d 4,5 miliar tahun yang lalu. Jika planet Jupiter berukuran lebih kecil dan gravitasinya lebih lemah, maka tata surya kita masih dipenuhi oleh asteroid yang membuat kehidupan di bumi tidak mungkin terjadi. Jatuhnya asteroid ke bumi akan menyebabkan gempa besar dan jika jatuh kelaut akan menyebabkan tsunami yang dapat menghancurkan kehidupan di bumi.

Kita juga berada di daerah khusus dari sistem massa planet. Jika massa bumi sedikit saja lebih kecil dari ukurannya sekarang, gaya gravitasi akan sangat lemah sehingga tidak dapat menahan oksigen untuk tetap ada di bumi. Kehidupan tanpa oksigen tidak dapat terjadi. Jika bumi terlalu besar ukurannya, maka gaya gravitasinya juga terlalu kuat sehingga gas-gas beracun masih tertahan di permukaan bumi yang menghambat perkembangannya kehidupan. Ukuran bumi sangat tepat membuat komposisi atmosfer dapat mendukung perkembangan kehidupan.

Kita juga hidup di daerah khusus orbit planet. Bumi mengelilingi matahari pada orbit tertentu sehingga tidak mendekati planet-planet raksasa yang terbuat dari gas yaitu Jupiter, Saturnus dan Uranus, sehingga gravitasinya yang kuat akan dengan mudah mengubah orbit bumi. Hal ini sangat penting bagi adanya kestabilan yang mendukung perkembangnya kehidupan. Jika posisi Bumi 5 persen saja lebih dekat ke matahari maka Bumi akan mempunyai nasib yang sama dengan Venus yang mempunyai efek rumah kaca tidak terkendali, kemudian suhu akan meningkat beberapa puluh kali. Sebaliknya, bila Planet Bumi 20 persen lebih jauh dari matahari, awan karbon dioksida (CO2) akan terbentuk dalam lapisan atmosfer bagian atasnya. Kondisi ini akan memicu siklus es dan hawa dingin yang pernah memandulkan Mars.

Begitu pula bumi berada pada daerah khusus di galaksi Bima Sakti yang jaraknya 2/3 dari pusat galaksi. Jika tata surya kita terlalu dekat dengan pusat galaksi tempat black hole berukuran besar berada, maka gravitasi black hole yang sangat kuat akan menarik bumi kita ke dalamnya. Tetapi jika tata surya tempat bumi kita berada terlalu jauh dari pusat galaksi akan menyebabkan unsur-unsur kimia golongan tinggi yang penting bagi perkembangannya kehidupan tidak akan terbentuk. Letak posisi tata surya sangat dalam galaksi Bima Sakti sangat “tepat” sehingga dapat menciptakan kestabilan yang mendukung perkembangnya kehidupan.

Bila kita hanya menganggap “keberuntungan” sebagai penjelasan keberadaan  bagi Planet Bumi maka kita harus melihat dalam konteks semesta secara keseluruhan. Harus diingat bahwa galaksi kita hanyalah salah satu dari kemungkinan 100 miliar galaksi yang ada di alam semesta yang dapat diamati selama ini. Sehingga sangat kecil sebuah planet berkemungkinan memiliki semua bahan yang tepat untuk menunjang kehidupan yang kompleks di satu tempat dalam galaksi ini. Dalam bukunya “Menyibak Rahasia Sains Bumi dalam Al-Quran”, Ir. Agus Harya Sudarmojo, mengungkapkan sebagai berikut. Bila kita melihat masuk ke dalam orbit tata surya kita, zona yang hanya dapat dihuni makhluk hidup seperti kita ternyata sangatlah sempit, yaitu dalam suatu zona yang disebut sebagai circumstellar habitable zona. Zona tersebut  dimulai dari luar orbit Venus dan berakhir sebelum orbuit Mars.

Sebagai orang beriman kita harus percaya bahwa letak bumi yang demikian istimewa tersebut, menunjukkan sebuah “rancangan maha cerdas” Allah SWT agar kehidupan berlangsung dan bertahan di Planet Bumi. Sedikit informasi ini pun sudah cukup untuk menujukkan bahwa keberadaan Planet Bumi bukan karena kebetulan atau terbentuk oleh serangkaian kejadian acak. Allahu Akbar, sungguh penciptaan Langit dan Bumi dan apa yang ada diantaranya, tidak dengan main-main.*** 

Bumi Satu Tiada Duanya

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Peminat Sains Qur’an/Dosen Pasca Sarjana Magister Teknik Sipil UIR

Seorang ahli geologi, Ir. Agus Haryo Sudarmojo mengemukakan pendapatnya dalam buku yang berjudul: Menyibak Rahasia Sains Bumi dalam Al-Qur’an. Pertanyaannya adalah mengapa semua ini bisa terjadi? Apakah hanya karena sebuah kebetulan ataukah ada yang sengaja menciptakannya? Sejauh ini, di antara jutaan bahkan triliunan planet dalam galaksi kita, belum ditemukan planet lain yang benar-benar mirip dengan planet bumi. Jika bumi ini sangat langka, artinya kita sedang memenangkan sebuah “undian kosmis”, dan ternyata kita adalah plenet yang mujur dan kita berada ditempat yang sangat beruntung. Semua hal di atas menunjukkan sebuah “rancangan cerdas” agar kehidupan berlangsung dan bertahan di Planet Bumi. Sedikit informasi inipun sudah cukup menunjukkan bahwa keberadaan Planet Bumi bukan karena kebetulan atau terbentuk oleh serangkaian kejadian acak. Allah SWT, telah memaparkan hal tersebut di dalam (QS Al-Dukhan 44:38). Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan bermain-main. Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan hag, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. Bumi satu tiada duanya, diuraikan dengan jelas oleh Umar Juaro dalam bukunya: Kebenaran Alquran Dalam Sains, sebagai persandingan wahyu dan teori fisika tentang alam semesta. Para ilmuan mengatakan bahwa bumi kita ini berada pada “daerah khusus” (goldilocks zone) di sekitar matahari. Jaraknya dari matahari tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat. Jarak bumi dan matahari cukup jauh sehingga air tidak membeku, dan unsur kimia yang penting bagi kehidupan dapat terbentuk. Jika jarak bumi dari matahari lebih jauh lagi, maka bumi akan seperti Planet Mars yang membeku, dengan temperatur sangat rendah sehingga air dan bahkan karbon dioksida membeku menjadi padat. Jika bumi ini lebih dekat lagi dengan matahari, maka akan menjadi seperti Planet Venus yang ukurannya identik dengan bumi tetapi dikenal sebagai planet “rumah kaca” (green house planet). Karena Venus sangat dekat dengan matahari dan atmosfirnya terbuat dari karbon dioksida, cahaya matahari ditangkap oleh atmosfirnya yang membuat temperaturnya sangat tinggi. Karena itu Venus menjadi planet yang paling panas di atas tata surya kita. Dengan terjadinya hujan asam sulfat, tekanan atmosfir seratus kali lebih besar daripada bumi. Dalam keadaan demikian kehidupan tidak dapat berkembang. Kita juga berada di daerah khusus dari sistem massa planet. Jika massa Planet Bumi sedikit lebih kecil dari ukurannya sekarang, gaya gravitasi akan sangat lemah sehingga tidak dapat menahan oksigen untuk tetap berada di bumi. Kehidupan tanpa oksigen tidak dapat terjadi. Jika bumi terlalu besar ukurannya, maka gaya gravitasinya juga terlalu kuat sehingga gas-gas beracun masih tertahan di permukaan bumi yang menghambat perkembangannya kehidupan. Ukuran bumi sangat tepat untuk membuat komposisi atmosfir dapat mendukung berkembangnya kehidupan. Begitu pula keberadaan Planet Jupiter di tata surya kita sangat penting bagi kehidupan di bumi, karena dengan gravitasinya yang sangat besar dapat mencegah asteroid jatuh ke bumi. Untuk membersihkan tata surya kita dari asteroid dan komet membutuhkan waktu satu miliar tahun di mana peristiwa ini terjadi 3,5 – 4,5 miliar tahun yang lalu. Jika Planet Jupiter berukuran kecil dan graviatsi lemah, maka tata surya kita masih dipenuhi oleh asteroid yang membuat kehidupan di bumi tidak mungkin terjadi. Jatuhnya asteroid ke bumi akan menyebabkan gempa besar dan jika jatuh ke laut akan menyebabkan tsunami yang dapat menghancurkan kehidupan. Jadi Jupiter juga mempunyai ukuran yang tepat. Begitunya juga halnya dengan keberadaan bulan, jika bulan yang mengelilingi bumi ukurannya sedikit lebih kecil dari yang akan sekarang ini, maka perubahan sedikit saja dari rotasi bumi lama kelamaan akibatnya akan dirasakan dalam ratusan juta tahun yang menyebabkan bumi bergoyang dan terjadi perubahan cuaca yang drastis yang dapat berakibat pada punahnya kehidupan di bumi. Program simulasi komputer memperlihatkan bahwa tanpa bulan yang cukup besar (ukurannya 1/3 bumi), maka poros bumi akan bergeser sebanyak 90 derajat dalam waktu beberapa juta tahun. Ilmuan juga menyatakan bahwa keadaan tersebut merupakan contoh dari apa yang dikenal sebagai prinsip antropic (anthropic principle), yang menyebutkan bahwa hukum-hukum alam diatur sedemikian rupa sehingga kehidupan dimungkinkan terjadi dan berkembang. Para ilmuan berpendapat apakah keadaan ini diatur oleh perancang yang lebih besar ataukah karena suatu kebetulan. Jika ini dianggap kebetulan, mengapa demikian banyak kebetulan itu. Bagi kita yang beriman, ini adalah ciptaan Allah SWT yang sengaja mengatur hokum alam untuk membuat kehidupan dapat berkembang. Tetapi bagi banyak ilmuan kejadian ini adalah hasil dari sejumlah kejadian yang bersifat kebetulan (random). Pembahasan mengenai penciptaan alam semesta secara filosofis merupakan perdebatan klasik yang keras dan berkualitas tinggi dikalangan intelektual Islam sejak abad ke-19 M. Terutama antara apa yang disebut dengan kalangan Mu’tazilah yang sangat dipengaruhi oleh filsafat Yunani dan Aristoteles dan (neo) platonic dengan kalangan Ash’ariati yang menekankan kemurnian ajaran Islam sekalipun tetap memandang pentingnya penggunaan akal dalam memahami agama. Perbedaan klasik antara Ibnu Sina dan Ibnu Rushd di satu sisi dengan Al-Ghazali di sisi lain.Filsafat Islam ini sangat penting dalam memberikan arah perkembangan ke depan bagi ilmu pengetahuan khususnya yang menyangkut masalah penciptaan, perkembangan, dan akhir dari alam semesta.***

Langit Dunia Tidak Terbatas

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Peminat Sains Qur’an/Dosen Pasca Sarjana Magister Teknik Sipil UIR

Di dalam tujuh ayat Alquran terdapat pembahasan tentang tujuh langit ini. Di antara keseluruhan interpretasi beragam yang membahas tujuh langit, berikut ini adalah interpretasi yang paling tepat. Yaitu, maksud dari tujuh langit (samâwât sab’) adalah makna hakiki dari tujuh langit yang ada. Yaitu, yang dimaksud dengan langit di sini bukanlah planet, melainkan kumpulan dari bintang-bintang dan kosmos angkasa. Dan maksud dari angka tujuh merupakan angka jumlah yang telah kita kenal, bukan angka yang mengindikasikan arti banyak.

Hanya saja, di dalam ayat-ayat lain Alquran ditemukan bahwa seluruh apa yang kita lihat dari bintang-bintang, planet, galaksi, dan meteor-meteor berkaitan dengan rangkaian langit pertama atau langit terdekat alias langit dunia. Oleh karena itu, di balik kosmos agung ini, terdapat enam kosmos lain (enam langit) yang satunya lebih baik dari yang lainnya. Dan keenam kosmos ini ’paling tidak hingga hari ini’ berada di luar jangkauan ilmu pengetahuan manusia.

Dalam surat Ash-Shaffat [37], ayat 6 difirmankan, “Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang terdekat dengan hiasan bintang-bintang.”

Seperti disebutkan pada ayat 6 Surat Ash-Shaffat di atas, maka yang disebut langit yang dekat tersebut adalah langit dunia kita ini atau disebut juga alam semesta kita ini. Digambarkan bahwa langit yang dekat itu dihiasi dengan bintang-bintang yang cemerlang, dan memang itulah isi yang utama dari alam semesta. Bintang-bintang membentuk galaksi dan kluster hingga superkluster. Planet-planet sesungguhnya hanyalah pecahan dari bintang-bintang itu. Seperti tata surya kita, matahari adalah sebuah bintang dan sembilan planet yang mengikatinya adalah pecahannya, atau pecahan bintang terdekat lainnya. Sedangkan tokoh utama di langit pertama ini adalah kita manusia yang mendiami bumi, planet anggota tata surya.

Langit pertama ini tidak terbatas namun diperkirakan berhingga. Artinya batasan luasnya tidak diketahui tapi sudah bisa dipastikan ada ujungnya. Diperkirakan diameter alam semesta mencapai 30 miliar tahun cahaya. Artinya jika cahaya dengan kecepatannya 300 ribu km/detik melintas dari ujung yang satu ke ujung lainnya, maka dibutuhkan waktu 30 miliar tahun untuk menempuhnya.

Hal serupa juga dinyatakan dalam Alquran surat Al-Mulk ayat 5 (QS 67:5). Kata assamaa’addunyaa bearti langit yang kita lihat sekarang ini atau langit dunia, hal ini untuk membedakan dengan langit-langit lainnya.

Perlu disimak pengertian langit dunia (langit dekat) yaitu langit pertama dari tujuh langit yang diciptakan Allah SWT. Langit yang tidak dapat kita amati. Sebagaimana dinyatakan dalam Alquran surat An-Naba ayat 12 (QS 78: 12) yang berbunyi: “Dan Kami membangun di atas kamu tujuh (langit) yang kukuh”.

Kata “sab’an syidaadaa” berarti tujuh langit yang kukuh. Jadi alam semesta ini terdapat banyak (tujuh) langit. Yang pertama adalah alam semesta yang kita kenal tempat galaksi Bima Sakti dan tata surya kita berada, (menurut Umar Juoro dalam bukunya Kebenaran Al-Qur’an dalam Sains: 44) yang akan hancur pada hari kiamat. Alam semesta lainnya adalah tempat kita akan tinggal setelah kematian, dihidupkan kembali dan dihisab. Allah Maha Mengetahui.

Galaksi terdiri dari bintang, debu dan gas berkumpul karena gravitasi. Garis tengah suatu galaksi mencapai ratusan dan bahkan riabuan tahun cahaya. Galaksi di mana tata surya kita berada yaitu Bima Sakti atau Milky Way terbentuk 100 juta tahun setelah big bang, yaitu sekitar 13,6 miliar tahun yang lalu. Bentuknya meyerupai cakram besar, seperti telur ceplok, dan berputar dengan kecepatan yang sangat tinggi sekitar 650.000 km per jam, luar biasa cepatnya untuk ukuran kita.

Matahari dan semua planetnya berada di dalam Galaksi Bima Sakti. Kalau Bumi dan seluruh planet di Tata Surya bergerak mengelilingi Matahari, maka Matahari dan seluruh sistem di dalamnya bergerak mengelilingi pusat galaksi Bima Sakti yang selama ini jadi rumahnya. Di dalam galaksi Bima Sakti, Matahari berada di salah satu lengan spiralnya pada jarak 26.000 tahun cahaya dari pusat Bima Sakti. Dan pusat galaksi Bimasakti merupakan sebuah lubang hitam supermasif. Galaksi Bima Sakti ini mempunyai garis tengah 100.000 tahun cahaya dan terdiri dari 200 miliar bintang.

Matahari berada di pusat tata surya dengan diameter 1.390.000 km, sekitar 109 kali diameter bumi, artinya matahari masih bisa memuat 1 (satu) juta bumi dicencang-cencang dimasukkan ke bola matahari, dan matahari merupakan 99,9 persen dari massa system tata surya dan 0,1 persen sisanya adalah mssa planet-planet (termasuk bumi), asteroid, meteor, komet, dan debu yang beredar di sekeliling matahari.

Jarak terdekat dari tata surya kita adalah Proxima Centaury yang jaraknya 4,2 tahun cahaya. Ini berarti cahaya membutuhkan waktu 4,2 tahun dari Proxima Centaury untuk sampai ke bumi. Dengan kata lain cahaya yang kita amati di bumi sebenarnya adalah sudah 4,2 tahun yang lalu meninggalkan bintang Proxima Centaury. Jikakita mempergunakan pesawat ruang angkasa, maka kita membutuhkan waktu sekitar sepuluh ribu tahun untuk mencapai bintang terdekat ini.

Galaksi lain yang tergolong besar di alam raya (alam dunia) ini adalah Andromeda dengan garis tengah 200.000 tahun cahaya (dua kali garis tengah Bima Sakti) dan berjarak 2,5 juta tahun cahaya dari tata surya kita. Jarak antara galaksi Bima Sakti dengan Andromeda mendekat dengan kecepatan 500.000 km per jam. Dalam waktu 3 miliar tahun (lama sebelum matahari menjadi raksasa merah yaitu tahapan matahari sebelum mengalami kematian) dua galaksi ini akan bertabrakan.

Mudah Dipahami Mustahil Ditiru

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Peminat Sains Qur’an/Dosen Pasca Sarjana Magister Teknik Sipil UIR

Kita awali artikel ini dengan mengutip informasi Alquran (Tafsir Rahmat oleh H.Oemar Bakry). QS Al-Isra’ (17): 88: Katakanlah,”Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat seperti Alquran ini, pasti mereka tidak akan bisa membuat yang serupanya, sekalipun mereka bergotong-royong.”

Keajaiban Matematis dalam Konkordansi Leksikal (KMKL), adalah suatu pembahasan yang sangat menarik dari sebuah buku yang berjudul: Miracle of The Alquran, oleh Caner Taslaman, seorang peneliti dan penulis buku bestseller di Turki untuk tema-tema Filsafat Sains dan Sosiologi Agama. Dia mengupas topik ini dari sudut pandang berbeda: konkordasi kata-kata di antara mereka sendiri dan konkordasi kata dengan fenomena universal. Keajaiban-keajaiban ini gampang dimengerti, tetapi mustahil dapat ditiru. Bahkan, mereka yang tidak benar-benar tertarik pada matematika dapat dengan mudah memahami keajaiban yang dibahas di sini.

Berikut ini beberapa KMKL yang saya kutip dari buku yang sangat unik ini. Pertama: Tahun Penadaratan di Bulan. Kita pelajari pernyataan Alquran yang menyinggung pendaratan manusia di Bulan. Salah satu tanda terpenting adalah ayat pertama Surah Al-Qamar. Jumlah ayat yang dihitung sejak ayat ini sampai akhir Alquran adalah 1.389. Tahun 1389 dalam kalender Muslim adalah tahun 1969 dalam kelender Masehi. Pada tahun tersebut mendarat di bulan untuk pertama kalinya. Di lain pihak, angka 1389 juga dapat menunjukkan bahwa manusia akan mendarat di bulan 1.389 tahun setelah ayat ini atau setelah Alquran diturunkan Allah. Ini karena kalender Muslim dimulai ketika penurunan wahyu belum lengkap.

Kedua: Rasio Luas Lautan dan Daratan. Kata lautan (al-bahr) digunakan 32 kali dalam Alquran. Kata albahr digunakan baik untuk laut maupun paraian lain seperti danau dan sungai. Kata albarri (daratan) disebut 12 kali dalam Alquran. Luas permukaan bumi 510 juta kilometer persegi. Kira-kira 360 juta kilometer persegi terdiri dari air, seperti laut, danau dan lain-lain. Selain itu, 15 juta kilometer persegi merupakan lempengan es; jika kita tidak memasukkan lapisan es ini dalam hitungan, berarti 135 juta kilometer persegi adalah daratan. Rasio kata albahr (lautan) dan albarri (daratan) dalam Alquran adalah 12/32 = 0,375. Rasio daratan dan lautan di bumi adalah 135/360 kilometer persegi = 0,375. Maka terdapat suatu harmoni yang sangat menarik antara kemunculan kata-kata tersebut dalam Alquran dan fenomena yang ada di bumi.

Ketiga: Nomor Atom Besi. Informasi tentang diturunkan (diciptakan) besi yang mempunyai kekuatan yang hebat, dapat dilihat pada Alquran surah Al-hadid (57): 25. Kata kerja “inzal” dalam Alquran biasanya digunakan untuk menggambarkan tindakan yang datang dari luar bumi. Kata inzal mengacu pada fakta bahwa penciptaan di dunia telah terjadi menyusul sebuah peristiwa di luar bumi. Awalnya, temperature bumi tidak cukup untuk pembentukan unsur besi. Bukan hanya bumi, bahkan bintang berukuran medium seperti matahari kita tidak cukup panas untuk pembentukan unsur besi. Itulah sebabnya besi pasti berasal dari luar angkasa, seperti halnya seluruh tata surya. Besi yang ada di planet kita sekarang pasti berasal dari bintang-bintang lain, yang suhunya lebih tinggi sehingga mendukung pembentukannya. Alquran menunjukkan keajaiban matematis lain dengan memperlihatkan nomor atom besi, 26 (susunan berkala), dalam berbagai cara. Dalam Alquran, setiap huruf memiliki nilai matematis. Nilai matematis untuk kata “besi” (hadid) adalah: Ha = 8, Dal = 4, Ya = 10, Dal = 4, Total = 26. Ayat yang menunjukkan pada besi merupakan ayat ke-25 dalam Surah Al-hadid. Bila Basmalah kita hitung juga, maka angkanya adalah 26. Nama Allah yang disebut dalam surah ini untuk ke-26 kalinya berada pada ayat yang sama. Nomor atom sebuah unsur adalah karakteristik utama unsur tersebut dan ditentukan oleh jumlah protonya, yang merupakan pembangunan unsur itu. Nomor atom besi adalah 26 karena protonnya berjumah 26. Sejak awal Surah Al-hadid sampai terakhir dalam surah tersebut yang berhubungan dengan besi, kata Allah tercantum 26 kali.

Selain nomor atom besi disiratkan dalam surah yang menyebutkan besi, terdapat pula tanda lain mengenai isotope besi dalam surah tersebut. Kata al-hadid, yang mengacu pada besi tertentu, memiliki nilai metematis 57. Artikel “al” sama dengan “the” dalam bahasa Inggris. Ketika kata hadid digunakan dengan artikel “al”, untuk merujuk pada besi tertentu, nilai matematisnya menjadi 57. Alif = 1, Lam = 30, Ha = 8, Dal = 4, Ya = 10, Dal = 4, Total = 57. Surah Al-hadid adalah surah ke-57 dalam Alquran. Dan 57 adalah satu isotope besi. Surah Al-hadid adalah surah ke-58 dihitung dari akhir Alquran. Isotop besi lainnya adalah 58. Surah ini terdiri dari 29 ayat. Keseluruhannya menjadi 30 jika Basmalah dihitung.  Kedua angka ini 29 dan 30) sama dengan jumlah neutron dua isotope besi dari total empat isotope. Frekwensi kata Allah dalam surah ini menunjukkan jumlah neutron dari isotope lainnya.

Trakhir dari empat contoh yang sempat saya sajikan pada artikel ini: Derivasi Kata Hari. Lihat kata “hari” (yaum) disebut 365 kali dan bentuk jamaknya sebanyak 30 kali dalam Alquran. Semua derivasi kata hari digunakan sebanyak 475 kali. Ini berarti bentuk tunggal, jamak dan semua derivasi lain mencapai jumlah 475. Angka 475 sama dengan angka 19 x 25. Terkadang KMKL dan keajaiban angka19 saling berkaitan, seperti contoh ini. Karena penggunaan kata “hari” menunjukkan karakteristik yang ajaib, terlepas dari mukjizat angka 19. Seperti pengali 19, angka 25 juga bermakna penting. Satu hari merupakan hasil kerja sama bumi dan matahari. Bumi berevolusi pada porosnya 365 kali sambil menyelasaikan peredarannya terhadap matahari, dan selama waktu tersebut juga berotasi pada sumbunya sendiri. Sementara bumi berotasi 365 kali, berapa kali matahari melakukannya? Tepat 25 kali. Angka ini, yang memperlihatkan keajaiban yang mudah dipahami, tetapi tak mungkin ditiru, belum terungkap pada Alquran turun di wilayah yang bersangkutan. Masyarakat tidak mengetahuinya. Suatu mukjizat bahwa Alquran menunjukkan melalui penyebutan angka berulang-ulang, dan fakta bahwa angka tersebut mengindikasikan hal yang belum diketahui pada masa itu pun merupakan keajaiban. Dilain pihak, angka 19 kemudian dikalikan dengan 25, memegang peranan penting dalam konteks konsep hubungan matahari/bumi dengan hari. Siklus Meton, yaitu ketika matahari, bumi dan bulan berada digaris yang sama, terjadi sekali dalam 19 tahun. Dapat disimpulkan bahwa matahari berputar sebanyak 19 x 25 = 475 kali dalam satu siklus meton. Ya, persis 475 kali. Angka ini sama dengan jumlah kemunculan derivasi kata “hari” dalam Alquran.***