Si Tukang Bangunan Ber andai-andai dengan Rp. 2 Miliar


1

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IPU

Dosen Magister Teknik Sipil Universitas Islam Riau

Dilihat dari kaca mata puluhan masyarakat yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Daerah Barisan Rakyat Anti Korupsi (Bara Api) serta Mahasiswa yang mengelar aksi demo di depan kantor Walikota. Aksi ini menyorot dugaan korupsi yang dilakukan Walikota Pekanbaru, Firdaus MT dalam penunjukkan langsung proyek tenda senilai Rp. 2 miliar ( Metro Riau, Sabtu tanggal 18 Oktober, halaman 14, dengan judul: Bara Api Sorot Dugaan Korupsi Firdaus).

Itu bila dilihat dari kacamata Aktivis, tentu berbeda bila dilihat dari kaca mata Tukang. Karena Si Tukang selama ini hanya belajar RAB (Rencana Anggaran Biaya) dan tidak pernah belajar hukum, maka dia pun tidak tahu apakah ada korupsi atau tidak. Si Tukang hanya bisa berandai-andai dengan uang Rp. 2 miliar, bila digunakan pada bidang bangunan. Boleh, kan? Kata seorang Tukang!

Siapa yang pernah berandai-andai? Katanya, dalam agama yang dianut berandai-andai memiliki hukumnya sendiri yaitu haram dan dibolehkan. Dalam konteks ini Dia mau bicarakan andai-andai yang dibolehkan saja seperti pengandaian karena keinginan untuk mendapatkan sesuatu. Bukan karena penyesalan atau protes terhadap takdir. Hukumnya tergantung dari apa yang diangankan. Kalau yang diangan/andaikan untuk kebaikan maka nilainya pahala dan sebaliknya. Tapi jika yang diangankan itu kemaksiatan ya jelas nilainya dosa dong. Kata Si Tukang.

Seandainya uang sebesar Rp. 2 miliar, akan dibangunkan Ruko berlantai-2 di tanah kosong di kampungnya dengan RAB Rp. 200 juta per pintu, maka Dia akan mendapat 10 pintu Ruko. Karena terbayang olehnya Tiang Pancang Mini Pile, seandainya uang sebesar Rp. 2 miliar dibelikan ke Tiang Pancang, dengan harga Rp. 135 ribu per meter yang panjangnya 6 meter per batang, dengan harga Rp. 810.00 per batang, makaDia kan mendapatkan Tiang Pancang sebanyak 2.464 batang. Seandainya satu pintu Ruko Menggunakan 12 Batang tiang pancang, maka cukup digunakan untuk tiang pancang 205 pintu Ruko.

Kemudian Si Tukang pun terpikir ingin membuat jalan setapak, seperti banyak sumbangan pekerjaan jalan beton yang dilihatnya beberapa waktu yang lalu di masa Pileg (Pemilihan legislative). Seandainya uang sebesar Rp. 2 miliar dibutakan ke Jalan setapak beton cor dengan lebar 3 meter tebal 15 cm dengan volume 0,45 m3 per meternya, seandainya harga satu meter kubik beton adalah Rp. 4 juta, maka Si Tukang akan mendapatkan hasil pengecoran jalan sepanjang 1.111 meter atau 1,111 km.

Tak tik tak tuk, jari Si Tukang lincah memencet angka angka di kalkulator. 2 miliar rupiah! Wow, Si Tukang takjub melihat angka yang besar itu. Si Tukang berpikir kalau uang ini digunakan untuk membangun rumah fakir miskin di kampungnya pasti bisa dapat lumayan banyak.  Apalagi buat modal usaha kecil. Kalau satu orang dikasih modal lima juta rupiah maka bisa menghasikan 400 pengusaha baru dikampungnya. Kalau mereka sukses pasti kampung Si Tukang ngak miskin lagi kayak sekarang.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s