Pedang Yang Terima Suap Tidak Bisa membunuh


suap-awas-1

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IPU.

Pengamat Perkotaan/Dosen Magister Teknik Sipil UIR

Coba Anda bayangkan, dalam suatu medan perang ada perajurit yang dipersenjatai dengan ”pedang yang tak bisa membunuh”. Apa yang terjadi bila pedang yang diharapkan untuk menegakkan kebenaran dan keadilan, sudah menjadi mandul. Alangka bodohnya manusia-manusia seperti ini. Bila di kampung-kampung, untuk biaya anak sakit, kambing dijual. Tetapi, buat manusia yang tolol ini, ”kambing sakit, anak yang dijual”.

Dalam sebuah hadist, diriwayatkan Ahmad dalam kitab al-Qadha, oleh Ibnu Majah dalam al-Ahkam, dan oleh At-Tabrani dalam as-Shagir, mengatakan: “Dari Abdullah bin Amr bin Ash r.a. berkata Rasulullah melaknat penyuap dan yang diberi suap”. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Kata suap yang dalam bahasa Arab disebut “Rishwah” atau “Rasyi”, secara bahasa bermakna “memasang tali, ngemong, mengambil hati”

Penerima suapyaitu orang yang menerima sesuatu dari orang lain baik berupa harta atau uang maupun jasa supaya mereka melaksanakan permintaan penyuap, padahal tidak dibenarkan oleh syara’, baik berupa perbuatan atau justru tidak berbuat apa-apa.

Banyak yang memberikan definisi tentang suap ini sehingga menurut istilah dikenal beberapa pengertian suap, antara lain: 1. Suap adalah sesuatu yang diberikan kepada seseorang dengan syarat orang yang diberi tersebut dapat menolong orang yang memberi. Maksudnya, sesuatu yang dapat berupa uang ataupun harta benda yang diberikan kepada seseorang dengan tujuan meraih sesuatu yang diinginkan, berkat bantuan orang yang diberi tersebut. 2. Suap adalah sesuatu yang diberikan setelah seseorang meminta pertolongan secara kesepakatan. 3. Suap adalah sesuatu yang diberikan untuk mengeksloitasi barang yang hak menjadi batil dan sebaliknya. Artinya sesuatu ini diserahkan kepada orang lain supaya  ia ditolong walaupun dalam urusan yang tidak dibenarkan oleh syara’.

Banyak contoh peristiwa manusia tolol yang menggunakan “pedang yang tak bisa membunuh” dalam dunia jasa konstruksi. Misalnya, Si Pengawas proyek bukan mengawasi proyek, tetapi ikut bersekongkol dengan kontraktor untuk meraup keuntungan demi kepentingan pribadi, bagaikan “pagar makan tanaman”. Alangka kejamnya tipe manusia seperti ini, pedang yang mandul tadi akhir digunakan untuk membunuh manusia-manusia yang tidak berdosa. Neraka Jahanam-lah tempatnya berpulang.***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s