Jasa Seorang Tukang Batu


Ir. Rony Ardiansyah, MT, IPU

Pengamat Perkotaan/ Dosen Teknik Sipil UIR

Seorang ayah tanpa sengaja mendengar percakapan istrinya yang tengah menasehati anaknya yang merasa rendah diri karena ayahnya hanya seorang tukang bangunan.

“Nak, apakah kamu tahu? Bagaimana gedung-gedung pencakar langit dan apatemen mewah itu bisa berdiri? Jembatan dan bendungan raksasa bisa berdiri kokoh? Jalan tol dan jembatan layang bisa dibangun? Atau pelabuhan dan bandara bisa digunakan? Serta monument-monumen hingga got-got kecil bagaimana bisa berada? Semua itu memerlukan orang seperti ayahmu untuk mengerjakannya. Memang ada para pengusaha dan pemilik modal yang membiayai proyek-proyek besar itu. Ada arsitek, insinyur bangunan dan desain interior yang merancang bangunan itu. Juga ada para menajer dan mandor yang mengawasi jalannya pekerjaan, tapi tanpa ada orang-orang seperti ayahmu yang menggali tanah, mengaduk semen, menangkat dan merakit besi beton dan memancang tiang-tiang sebagai pondasi, serta menyusun batu-bata hingga menjadi tembok yang kokoh, semua impian mereka itu tidak dapat terwujud.” Ungkap si ibu kepada putranya.

“Di setiap rumah sakit, bank, gedung perkantoran dan fly over, terdapat sidik jari dan butiran keringat ayahmu yang melekat di dinding bangunan itu,” lanjut si ibu dengan penuh kasih sayang.

“Kesungguhan ayahmu menyusun batu tidak kalah dengan para professor yang sedang melakukan penelitian di laboratorium. Kejujuran ayahmu melaksanakan tugas bisa mengalahkan kejujuran pejabat-pejabat tinggi negara dalam menjalankan tugas. Keikhlasan ayahmu dalam melaksanakan pekerjaannya bisa menandingi keikhlasan para relawan yang berjihad.” Teruskan lagi oleh si ibu dengan penuh keyakinan.

Si anak kemudian menghampiri dan memeluk ibunya sambil berkata,”Terima kasih ibu, engkau telah membuat saya percaya diri dan bangga memiliki ayah seorang tukang batu”.

Si ayah terharu mendenggar pengakuan anak dan istrinya, kemudian ia memasuki ruangan dan menghampiri mereka berdua. “Terima kasih, kalian telah membuat hidup ayah berarti.” Kata si ayah sambil menyeka airmata yang membasahi pipinya.

Kisah yang menarik ini saya rangkai dan bersumber dari Sulaiman Budiman dalam bukunya berjudul Ubah Slogan Jadi Tindakan, semoga bermanfaat buat kita semua. Semoga!***

4 responses to “Jasa Seorang Tukang Batu

  1. gucci medium messenger bag Jasa Seorang Tukang Batu | Science and Civil Structure Media

  2. I will right away seize your rss feed as I can’t find your
    email subscription hyperlink or e-newsletter service.
    Do you’ve any? Please permit me recognize
    so that I may subscribe. Thanks.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s