Bila Profesional Sudah Tidak Dijunjung Tinggi Lagi


Ir. Rony Ardiansyah, MT, IPU

Pengamat Perkotaan/ Dosen Teknik Sipil UIR

             Bila profesional sudah tidak dikedepankan lagi, bila mengejar keungtungan lebih yang mengabaikan keteknikan maka, malapetaka segera datang. Salah satu contoh yang barusan terjadi adalah tragedy property di pinggiran Kota Mumbai, India. Sebuah bangunan setengah jadi ambruk. Sedikitnya 45 orang tewas dalam insiden ini. Bangunan tujuh lantai di wilayah Thane, pinggiran Mumbai, itu dilaporkan runtuh pukul 18.08 Kamis 4 April 2013 waktu setempat. Semua tiga lantai dari bangunan itu roboh dan bertumpukan. Setidaknya sudah empat lantai dari bangunan tersebut selesai dibangun dan sudah dihuni. Diperkirakan bahwa struktur bangunan lemah. Polisi tengah mengejar kontraktor bangunan untuk ditangkap dan diminta keterangan. Ambruknya bangunan tersebut menambah panjang kasus pembangunan illegal di India. Polisi telah mendaftarkannya sebagai kasus pembunuhan karena kelalaian pihak pembangun gedung.

            Polisi menyatakan, kontraktor menggunakan spesifikasi bahan bangunan di bawah standar dan tidak mengantongi izin hunian. Ada ratusan bangunan tinggi serupa di Mumbai. Karena tingginya pertumbuhan populasi, tuntutan akan hunian murah selalu tinggi. Selain itu, hunian yang dibangun di dalam bangunan ilegal dijual dengan harga lebih murah jika dibandingkan dengan yang legal. Aktivis juga menduga kontraktor nakal sering menyogok pejabat lokal yang tutup mata terhadap berdirinya bangunan ilegal tersebut dan tidak mengambil tindakan apa pun kepada mereka.

            Mungkin di Pekanbaru tidak ada bangunan yang illegal, akan tetapi apakah pemberian izin bangunan struktural di Pekanbaru sudah benar-benar ada perhitungan struktur yang berlaku? Apakah semuanya ada soil investigation? Dan persyaratan teknis lainnya. Jangan sampai semua persyaratan teknis ini bisa diganti dengan menyogok oknum yang tak bertanggung jawab seperti kejadian di India.

            Kejadian di atas juga meningatkan saya kembali peristiwa gempa di Mexico 28 tahun yang lalu. Diperkirkan 10.000 jiwa telah melayang, akibat gempa Mexico yang berkekuatan 7,8 SR, pada 19 September 1985. Penderitaan manusia yang begitu besar, itu semua ulah manusia (the disaster wasman made) seperti yg terungkap di Mexico City. Menurut komisi penyidik mexico. Gedung-gedung yang ambruk itu ternyata tidak direncanakan menurut prinsip2 perencanaan tahan gempa, dilaksanakan tidak sesuai gambar dan menggunakan bahan2 dengan mutu di bawah yg disyaratkan. Padahal Mexico mempunyai peraturan gempa yg mutakhir dan memiliki ahli2 gempa yg dikenal diseluruh dunia, seperti Rosenblueth. Pembangunan gedung-gedung tersebut sebagian besar memang tidak dilakukan oleh pelaku-pelaku jasa konstruksi yang berkompeten. Dimana izin mendirikan bangunan tidak didasarkan pertimbangan teknis melainkan pertimbangan “amplop” yang tebal.

            Dan semoga pertimbangtan amplop yang tebal juga tidak terjadi di Pekanbaru, amin. Semoga.***

Advertisements

One response to “Bila Profesional Sudah Tidak Dijunjung Tinggi Lagi

  1. ternyata banyak kontraktor yang nakal, n bangunannya pada roboh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s