Rekayasa Nilai Proyek, Mungkinkah 1 = 2 ?


Ir. Rony Ardiansyah, MT, IPU

Pengamat Perkotaan/ Dosen Teknik Sipil UIR

Tak masuk akal tapi fakta. Tak percaya tapi nyata. Begitulah nilai suatu proyek setelah digelembungkan sampai berlipat ganda, tapi hasilnya tetap logis dan sesuai dengan prosedur. Nilai suatu proyek di markup mulai dari penggiringan proyek sudah sekian persen, ketok palu sudah sekian persen, tender diatur sudah sekian persen, sampai dengan membayar mundur perusahaan lawan juga sudah sekian persen. Akan tetapi, nilai proyek yang ditenderkan dan nilai proyek yang direkayasa tersebut masuk akal meskipun 1 sudah menjadi 2.

Persoalan yang kelihatan aneh dan tidak mungkin, tapi secara matematika bisa dikerjakan. Anda ingin tahu apa yang aneh dan tidak mungkin, tapi benar secara metematika? Inilah persoalan yang pernah diajukan Albert Einstein: Buktikan bahwa: 1 = 2. Kita semua pasti mengira soalnya salah atau hanya teka teki belaka. Einstein mengatakan soalnya benar dan tidak salah dan juga bukan teka-teki belaka, karena bisa dibuktikan secara matematika. Ah masa iya, bisa dibuktikan bahwa 1 = 2. Bukankah 1 ya 1 dan 2 ya 2, tidak mungkin 1 = 2.

Pertama-tama Einstein bertanya “Siapakah yang berani mengatakan bahwa (a2 – a2) = (a2 – a2) adalah salah? Selanjutnya Einstein menguraikan persamaan tersebut menjadi, ruas kiri diuraikan menjadi a (a – a) dan ruas kanan diuraikan menjadi (a + a) (a – a). Kemudian ruas kiri dan ruas kanan yang telah diuraikan ditulis ulang menjadi persamaan yang sama  (a2 – a2) = (a + a) (a – a). Ruas kiri dan kanan mempunyai suku yang sama, yaitu (a –  a) dan (a – a) dicoret, tinggallah: a = (a + a) Jadi: a = 2a. Kemudian ruas kiri dan kanan dibagi a, jadi terbukti: 1 = 2.

Perlu saya beri catatan mengenai kesalahan editing seperti yang terjadi pada artikel saya sebelumnya yang berjudul: Matematika Ala Einstein. Dimana penulisan a kuadrat oleh karena kesulitan editing telah berubah menjadi a2, jadi sebenarnya yang terketik a2 itu adalah a kuadrat.

Melalui artikel yang singkat ini saya ingin mengatakan bahwa pengelembungan nilai proyek sampai setinggi apapun tetap masih masuk akal, meskipun hal ini jelas-jelas perbuatan mark up yang sangat merugikan Negara dan bangsa ini. Yang katanya sama masuk akalnya 1 = 2. ***

One response to “Rekayasa Nilai Proyek, Mungkinkah 1 = 2 ?

  1. (a-a) = 0, jadi kedua ruas tidak dapat dibagi pak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s