Perlukah Diragukan Kekuatan Jembatan Siak III ?


Ir. Rony Ardiansyah, MT, IPU

Pengamat Perkotaan/ Dosen Teknik Sipil UIR

     Marilah kita lihat kutipan Harian Pagi Metro Riau ini Kamis 8 Desember 2011, pada halaman 2 yang berjudul: ”Daya Dukung Jembatan Siak III diragukan”. Beberapa pernyataan yang berbau teknis antara lain, pada paragraf 4: ”Noviwady menilai, keluhan banyak warga, adanya lengkungan besi yang bengkok dan bentuk dasar aspal jembatan yang tidak merata, membuat ia pun bertanya-tanya”. Dan di dua paragraf terakhir: ”Soal ketahanan jembatan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah ini, sampai berapa tahun lama bisa dioperasikan. Hariyanto (pen:Kadis PU) justru tidak bisa memastikan waktunya. Masalahnya adalah bagaimana kita bisa merawat jembatan ini sendiri. Sejauh mana kita bisa peduli dengan apa yang kita miliki,”dahlinya”.

Saya kira setiap jembatan bukan hanya hanya di jembatan Siak III saja, bagian yang paling rawan adalah pada bentang tengah yang terletak di tengah sungai. Karena bukan hanya tinggi tetapi juga merupakan bentang terpanjang pada jembatan. Pada jembatan Siak III beban lantai kendaraan bentang terpanjang dipikul oleh baja profil yang berbentuk pelengkung, jadi kekuatan bentang tengah jembatan ini sangat tergantung kepada kekuatan profil baja pelengkungnya. Profil baja pelengkung biasanya sudah direncanakan dengan baik terhadap gaya tarik, tekan dan lentur, oleh sebab itu sudah dapat dipastikan baja profil tersebut akan kuat terhadap tarik, tekan dan lentur.

Disamping harus kuat terhadap gaya tarik, tekan, dan lentur, baja profil harus juga kuat terhadap gaya puntir (torsi) karena biasa tidak didesain khusus terhadap puntiran dari batang pelengkung ini dan baja profil pun termasuk elemen struktur yang lemah terhadap puntir. Gaya puntir baik temporary maupun permanen bisa saja terjadi di sini. Gaya puntir temporary bisa terjadi pada saat pemasangan profil (erection), gaya puntir permanen bisa terjadi apabila elemen batang pelengkun raksasa yang terpasang ini tidak benar-benar vertikal. Begitu terjadi sedikit membentuk sudut (tidak benar-benar vertikal) akan terjadi eksentrisitas yang akan menimbulkan gaya puntir pada pelengkung yang disebabkan oleh berat sendiri pelengkung. Penyebab lain terjadi momen puntir, bisa juga ditimbulkan oleh gaya angin pada kendaraan yang melewati jembatan (apalagi pada kondisi macet). Oleh sebab itu dalam uji coba Jembatan Siak III ini seharusnya juga diuji ketahanan terhadap momen puntir. Apakah sudah dilakukan uji coba puntirnya ?

Mengenai umur rencana harus ditetapkan pada setiap bangunan teknik sipil di atas dunia ini. Jadi, tidak terkecuali Jembatan Siak III. Masalah perawatan itu persoalan lain, dimana sebuah jembatan bila dirawat dengan baik mungkin saja masih bisa bertahan melebihi umur rencananya, begitu juga sebaliknya. Apabila sebuah jembatan tidak dirawat mungkin saja ambruk sebelum umur rencana.***  

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s