Bakteri Yang Turun Dari Langit!


 


Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Peminat Sains Qur’an/Dosen Pasca Sarjana Magister Teknik Sipil UIR

Mari kita simak informasi Allah SWT dalam Al-Qur’an berikut ini: “Dia yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, lalu dia bersemayam di atas Arasy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam Bumi dan apa yang keluar daripadanya, dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik daripadanya. Dan dia bersamamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”. (Q.S. Al Hadiid [57]: 4)

Washington (Berita SuaraMedia) – Ilmuwan NASA (Badan Antariksa Amerika Serikat), Richard B Hoover, menunjukkan bukti adanya makhluk hidup dalam meteorit. Diberitakan Straits Times, Senin (7/3/2011), badan luar angkasa AS itu memastikan jika bentuk kehidupan mikroskopik  Peneliti dari Pusat Penerbangan Marshall NASA itu mengklaim  bahwa ia dan timnya menemukan bukti makhluk hidup berupa fosil bakteri langka, yang hidup di dalam bongkahan batu dari luar angkasa itu. dan tersebut bukanlah bakteri yang biasa ditemukan di bumi. Hoover menuliskan bukti itu dalam jurnal terbaru, Journal of Cosmogoly edisi Maret 2011. Hoover berpendapat bahwa hasil uji pada koleksi sembilan meteorit yang dinamakan CI1 Meteorit Carbonaceous, itu menunjukkan bahwa ada bakteri yang berasal dari daerah asal meteor.

Koran The Straits Times terbitan Singapura tertanggal 1 Agustus 2001, menampilkan berita mengenai penemuan terbaru para ilmuwan dari Universitas Cardiff, Inggris. Mereka berhasil menemukan bakteri yang didapati hidup di atmosfer pada ketinggian yang sangat jauh dari permukaan Bumi. Sedemikian tingginya sehingga berindikasi kuat bakteri tadi berasal dari angkasa luar. Para ilmuwan itu menyebutkan sebagai bukti identifikasi positif pertama tentang adanya kehidupan diluar Bumi kita.

Walaupun sudah banyak menjadi judul film khayalan-ilmiah (science-fiction), sejauh ini teori mengenai mahluk hidup di luar angkasa baru diperkuat oleh catatan-catatan laporan para saksi mata yang mengaku nelihat piring terbang, UFO, atau elien (mahluk asing dari angkasa luar). Ketua tim ilmuwan, Prof. C. Wickramasinghe yang merupakan guru besar Astronomi dan Matematika Terapan di Universitas Cardiff menyampaikan temuan ini dalam sebuah konfrensi internasional tentang Optical Engineering di San Diego, California. Dikatakannya, sebuah fenomena baru tentang kedatangan bakteri-bakteri dari luar angkasa ke Bumi bisa dikembangkan menjadi teori yang revolusioer. Penelitian yang dilakukan adalah dengan mengirimkan balon dengan perlengkapan canggih ke lapisan atmosfer luar Bumi dari sebuah fasilitas riset di kota Hyederabad, India.

Pada ketinggian 41 kilometer – dua kali lebih tinggi dari pada percobaan yang pernah dilakukan oleh NASA (Lembaga Ruang Angkasa Nasional AS) dan lebih tinggi dari daerah yang disebutTropopause, perbatasan antaraTroposphere (lapisan atmosfer terbawah) dengan Stratosphere – peralatan balon tadi mengambil sampel udara untuk diteliti. Peralatan otomatis dari balon tadi telah menjaga tabung berisi sampel udara dalam keadaan steril sampai ke Bumi untuk mencegah kontaminasi. Kemudian di laboratorium, sampel udara tadi dibubuhi zat pewarna fluorescent yang hanya diserap oleh membran dari sel-sel yang hidup, untuk mendeteksi ada tidaknya organisme yang hidup didalamnya. Selanjutnya, dilihat dengan mikroskop elektron. Teryata tampak gugusan mahluk berbentuk koral batu karang berdiameter 5-15 mikrometer tersebar dalam sampel udara tadi.

Susunan kepadatan bakteri didalam sampel yang diambil dari ketinggian yang berbeda ini, menunjukkan bahwa mereka tadi turun dari luar angkasa dan bukan terlempar dari permkaan Bumi. Apalagi didukung oleh fakta bahwa lapisan Tropopause adalah batas paling atas dimana udara dari muka Bumi mengalir ke sana, sedangkan bakteri tadi ditemukan jauh diatasnya. Jadi, kesimpulan tim ilmuwan Universitas Cardiff ialah bahwa bakteri tadi datang ”menyerbu” dari luar angkasa.

Republika.co.id, Houston -Di sebuah danau beracun di Kalifornia, Amerika Serikat telah ditemukan bakteri unik, yang menjungkirbalikkan semua teori mengenai dasar kehidupan. Salah satu komponen dari bakteri ini adalah arsenikum. Sebelum ini, tidak pernah ada bentuk kehidupan yang berasal dari arsenikum. Demikian tulis para ilmuwan Amerika dalam majalah bergengsi Science. Organisasi Ruang Angkasa Amerika NASA juga menggelar konperensi pers mengenai penemuan ini Kamis. Desas-desus mengenai penemuan tersebut sudah menyebar selama beberapa hari.

Senin lalu NASA menyatakan akan mengeluarkan pengumuman mengenai sebuah penemuan ‘yang bisa berdampak terhadap pencarian bukti kehidupan di luar angkasa’. Awalnya muncul spekulasi bahwa para ilmuwan menemukan mahluk luar angkasa, tapi ternyata bukan. Penemuan bakteri Halomonadaceae ini memang memperbesar peluang bahwa ada kehidupan di planet-planet lain. Bakteri ditemukan di Danau Mono. Danau ini sangat beracun bagi segala bentuk kehidupan yang sejauh ini diketahui.

Surat Al Hadiid (57) ayat 4 di atas memberi isyarat tentang adanya sesuatu yang turun dan naik ke langit. Dalam berbagai kitab tafsir yang ada, para mufassirin menerangkan bahwa ayat tadi menandaskkan luasnya ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu. Sedangkan detail tentang ”apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya” ditafsirkan dalam dua jenis: benda-benda fisik dan benda-benda gaib. Sebagian tafsir mengartikan bahwa yang turun dari langit ialah hujan dan salju sedangkan yang naik adalah uap dan asap.***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s