Islamic Center Kegagalan Bangunan Atau Bukan?


 

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IPU

Pengamat Perkotaan/ Dosen Teknik Sipil UIR

Masjid Islamic Center Kampar, terlihat kondisi fisik bangunan Muamalah dan gedung Mahligai Bungsu diberitakan di media masa retak, keramik lantai pecah, atap bocor sehingga tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya. Apakah dapat digolongkan sebagai kegagalan bangunan? Menurut Kadis PU Kampar, karena yang rusak bukan struktural maka tidak digolongkan sebagai “Kegagalan Bangunan”.  Caba kita lihat dasar hukumnya, yang dimaksud dengan “Kegagalan Bangunan” adalah keadaan bangunan yang tidak berfungsi, baik secara keseluruhan maupun sebagian dari segi teknis, manfaat, keselamatan dan kesehatan kerja, dan atau keselamatan umum sebagai  akibat kesalahan Penyedia Jasa dan atau Pengguna Jasa setelah penyerahan akhir pekerjaan konstruksi. (Pasal 34, PP No. 29 Tahun 2000).

Tergolong kepada kegagalan bangunan atau tidak, harus segera ada tindak lanjutnya. Harusnya kita tidak berputar-putar disekitar kegagalan bangunan atau tidaknya. Perlu tindakan yang nyata agar tidak terus menjadi polemik, segera bentuk Tim Independen, untuk mengadakan Penelitian. Kegagalan Bangunan pada ayat 1 (satu) Pasal ini, adalah apabila terjadi sebelum Umur Rencana Bangunan berakhir. Umur Rencana Bangunan untuk pekerjaan ini ditetapkan selama 10 (sepuluh) tahun, terhitung sejak Penyerahan Akhir Pekerjaan. Umur rencana bangunan ini dapat tercapai dengan asumsi bangunan digunakan sesuai dengan fungsinya dan dilaksanakan pemeliharaan rutin pada tahun berikutnya.

(a). Kegagalan bangunan dinilai dan ditetapkan oleh 1 (satu) atau lebih penilai ahli yang profesional dan kompeten dalam bidangnya serta bersifat independen dan mampu memberikan penilaian secara obyektif, yang harus dibentuk dalam waktu paling lambat  1 (satu) bulan sejak diterimanya laporan mengenai terjadinya kegagalan bangunan. (b). Penilai hasil sebagaimana dimaksud dalam butir 4.a. dipilih, disepakati bersama oleh Penyedia Jasa dan Pengguna Jasa. (c). Pemerintah berwenang untuk mengambil tindakan tertentu apabila kegagalan bangunan mengakibatkan kerugian dan atau menimbulkan gangguan pada keselamatan umum, termasuk memberikan pendapat dalam penunjukan, proses penilaian dan hasil kerja penilai ahli yang dibentuk dan disepakati oleh para pihak. (d). Penilai ahli sebagaimana tersebut di atas, harus memiliki sertifikat keahlian dan terdaftar pada lembaga.

Sudahkah tindakan konkrit ini diambil? ***

One response to “Islamic Center Kegagalan Bangunan Atau Bukan?

  1. Trus Bagaimana Dengan Lapen Pekarangan UIR Pak…Apakah itu d Katakan Kegagalan Bangunan pak Rony…?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s