Sudah Dengan Mini Pile Tetapi Bangunan Masih Retak


(Apakah Daya Dukung Tiang Tergantung Kalendering?)

 

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Praktisi  HAKI (Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia)

Pertanyaan: Kepada Pengasuh Rubrik. Mengapa bangunan Ruko saya masih juga retak dan turun, padahal sudah menggunakan pondasi Mini Pile. Setiap tiang yang akan selesai dipancang sudah kami ambil kelenderingnya, Final Set pun sudah mencapai dibawah 30 mm atau 3 cm untuk 10 pukulan terakhir, dengan menggunakan mini pile 20 x 20. Apakah setting 30 mm untuk 10 pukulan terakhir masih belum cukup?

Jawaban:

Bila pondasi turun kemungkinan besar daya dukung mini pile yang Anda gunakan belum cukup. Kedalaman pemancangan tiang sangat mempengaruhi daya dukung mini pile yang Anda pancang. Jadi, daya dukung mini pile tidak hanya tergantung pada setting yang 30 mm untuk 10 pukulan terakhir tersebut di atas.

Dari Hiley Formula, dapat diketahui besarnya pengaruh kedalaman pemancangan terhadap daya dukung tiang. Meskipun berat dan tinggi jatuh hammer, final set (kalendering) dan  dimensi mini pile sama, bila pemancangan tiang semakin dalam maka daya dukung tiang (mini pile) akan semakin berkurang. Hal ini disebabkan oleh adanya penambahan beban, merupakan berat sendiri penggunaan tiang pancang yang semakin panjang.

Sebagai contoh: “untuk mencapai daya dukung single pile sebesar 24 ton, untuk tiang berukuran 20 x 20 cm, dipukul dengan droup hammer 1,3 ton, tinggi jatuh 1,0 meter, dan kedalaman pemancangan 16 meter, maka final set untuk 10 pukulan terakhir maksimal 30,147 mm. Tetapi, bila kedalaman pemancangan bukan 16 m, tetapi 21 meter maka final set maksimumnya adalah 21,060 mm. Bila kedalaman 30 m dan 35 m, maka final set maksimum adalah 9,819 mm dan 5,331 mm.

Jadi bila pada kedalaman pemancangan 16 meter dari top soil, untuk mencapai 24 ton final set maksimum adalah 30.147 mm, akan tetapi bila kedalaman pemancangan 35 meter maka final setnya harus 5,331 mm. Bila kurang dari 5,331, maka daya dukung tidaklah lagi mencapai 24 ton, inilah penyebab bangunan yang sudah dipancang masih retak dan turun. ***

4 responses to “Sudah Dengan Mini Pile Tetapi Bangunan Masih Retak

  1. Bagi yang butuh kotraktor pancang, kunjungi:
    mitrasaranapile.blogspot.com

  2. Bagi yang butuh kotraktor pancang, kunjungi:
    mitrapancang.wordpress.com

  3. Assalamualaikum pak.. apa kabar pak? saya faisal ananda, mantan mahasiswa bapak tahun 2009, skripsi saya pembimping 1 nya bapak.. tentang value engineering di rumah sakit santa maria bapak.. alhamdulillah berkat ilmu yang bapak berikan saya juga udah menyelesaikan studi S2 saya. kalo saya ada kebutuhan ilmu dan informasi boleh tanya2 ya pak.. oh ia pak, boleh copy materi ini kan pak, buat artikel di blog saya. karena ilmunya bagus, apa lagi daerah saya memang rata-rata menggunakan mini pile. kalo bapak mengizinkan saya publish di artikel blog saya, faisalananda.com.. terima kasih pak. sukses selalu buat bapak. amin ya robbal alamin..

  4. Alhamdulillah baik, Faisal Ananda. Kapan selesai S.2 nya dan di mana? Terimakasih masih ingat sama saya. Silahkan copy saja yang mana disukai. Oh Ya, tadi katanya di daerah, di mana? Semoga sukses selalu, amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s