Kecepatan Berapakah Angin Bisa Merubuhkan Bangunan?


 

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IPU

Pengamat Perkotaan/ Dosen Teknik Sipil UIR

            Tak jarang angin dianggap sebagai biang penyebab ambruknya suatu bangunan. Tiang beton masjid rubuh, katanya dihembus angin puyuh. Atap bagunan ambruk dan jatuh juga dikatakan karena Angin ribut dan Kuda-kuda Main Stadium patah juga dikatakan karena angin kencang.

            Kalau begitu, angin dengan kecepatan berapakah yang bisa merubuhkan suatu bangunan sipil? Berapakah kecepatan angin maksimum yang pernah terjadi? Pada ketinggian berapakah kecepatan angin maksimum itu bekerja? Itulah serangkai pertanyaan yang harus dijawab, agar dapat mengetahui sampai seberapa jauhkah kontribusi angin terhadap ambruknya suatu bangunan.

            Kecepatan angin maksimum yang pernah terjadi mungkin saja mencapai 100 km/jam. Data yang bersumber dari Stasiun meteorologi Bandara Sultan Syarit Qasim II Pekanbaru antara tahun 1997 s/d 2001, pernah tercatat kecepatan angin maksimum sebasar 80 km/jam pada bulan Mei 2001. Kecepatan maksimum ini pun terjadi pada ketinggian ratusan meter dari permukaan tanah.

            Sebagai catatan kecepatan angin maksimum yang dikatakan Puncak Boundary Layer, yakni kecepatan angin 100%, tidak terpengaruh kondisi permukaan bumi. Tinggi puncak boundary layer untuk daerah laut terbuka, padang es, padang pasir itu pun terjadi pada ketinggian 250 meter. Jika permukaan bumi merupakan daerah terbuka dengan perdu pendek dan pepohonan jarang, ketinggian puncak boundary layernya adalah 300 meter. Dan apabila daerah bagunan itu terletak di pinggiran kota, maka ketinggian puncak boundary layernya adalah pada 400 meter. Tentu, kecepatan angin untuk ketinggian di bawah 400 m akan cenderung semakin mengecil.

            Bila Anda ingin mengetahui kontribusi kecepatan angin terhadap ambruknya suatu bangunan, dapat diestimasi dengan skala gaya-angin beaufort. Skala beaufort dengan skala gaya 5, menunjukkan angin sedang yang menyebabkan cabang pohon kecil bergerak dengan kecepatan anginnya adalah 26,6 km/jam. Bila angin kuat yang menyebabkan cabang pohon besar bergerak, hal ini menunjukkan kecepatan angin sudah mencapai 44,6 km/jam.

            Anda tentu sudah kenal dengan angin puyuh yang bisa menyebabkan batang pohon kecil melengkung dan ranting patah, ini berarti kecepatan angin telah mencapai 54,7 km/jam. Akan teapi angin puyuh kuat bisa saja menyebabkan cabang pohon patah dan cabang yang lebih besar melengkung, ini menunjukkan kecepatan angin telah mencapai 65,5 km/jam. Sedangkan angin puyuh sangat kuat yang menyebabkan pohon kecil tercabut, genting beterbangan, dan bangunan rusak yang kecepatannya mencapai 77 km/jam. Yang satu ini disebut “angin topan”, angin ini bisa menyebabkan bangunan berat rusak rusak dan pohon tumbang atau tercabut, ini berarti kecepatan angin telah mencapai 90,4 km/jam. Tetapi apa yang akan hancur-minahlah, bila Anda menjumpai “topan badai”, yang menyebabkan bangunan hancur, seluruh hutan tercabut, manusia termasuk Anda dan hewan akan terbawa.

            Sekarang Anda tinggal jawab sendiri! Kecepatan berapakah angin bisa merubuhkan bangunan?***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s