Hakim Yang Anti Nepotisme


Ir. Rony Ardiansyah, MT, IPU.

Pengamat Perkotaan/Dosen Magister Teknik Sipil UIR

Tak jarang bila Bapaknya pejabat, anaknya bertindak lebih dari pejabat. Apabila bapak penguasa, anaknya pun lebih berkuasa. Bila bapaknya aparat negara, bukan hanya anak saja, saudara, keponakan, besan, dan famili-famili jauh biasanya ikut menikmati fasilitas negara. Bagaimana kalau bapaknya hakim? Silahkan jawaban sendiri.

Bila selama ini kebanyakan orang lebih senang membahas tentang tingkah laku pejabat korup,  pejabat tak bermoral, atau pejabat bejat tak berperikemabusiaan. Tetapi, kali ini saya akan membahas sebuah kisah perilaku seorang “Hakim Anti Nepotisme”, bersama Husein Ahmad Amin dalam bukunya “Sandal Rasulullah”, yang bersumber dari buku Attbabaqatul kubra karya Muhammad bin sa’ad.

Al-kisahnya. Suatu ketika seorang putera Syuraih, Sang Hakim Anti Nepotisme, bertutur pada ayahnya, “Sesungguhnya saya telah bercekcok dengan orang-orang kampung”. Kata sang putera hakim. “Cobalah Ayah timbang! Jika ternyata saya di pihak yang benar, saya akan tuntut mereka ke pengadilan”. Katanya lagi. “Jika kebenaran itu tidak di pihak saya, saya tidak akan menuntut mereka.” Tuturnya lebih lanjut.

Selanjutnya putera Syuraih itu menceritakan kejadiannya kepada sang ayah. “Pergilah, tuntutlah mereka di pengadilan”. Kata Syuraih kemudian. Sang anak pun pergi menemui orang-orang kampung tadi, dan menuntut mereka ke pengadilan. Begitu sidang digelar, ternyata syuraih menjatuhkan keputusan atas puteranya sendiri.

Setelah pulang, dan berkumpul bersama keluarga, sang putera berkata kepada ayahnya, “Demi Allah, sekiranya saya tidak menghadap ayah untuk meminta pertimbangan terlebih dahulu, saya tidak akan mencela sikap Ayah. Sungguh ayah telah tega mempecundangi saya”.

“Hai, puteraku, sungguh engkau lebih kucintai daripada bumi dan seisinya, tetapi bagiku Allah jauh lebih perkasa daripadamu. Jika keberitahukan terlebih dahulu bahwa keputusanku akan jatuh atas dirimu, aku khawatir kamu akan mendatangi mereka dan mengajak damai dengan uang. Kalau itu terjadi, berarti kamu telah merampas sebagian hak mereka, “jawab hakim Syuraih mendengar keluhan puteranya itu. ***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s