Memilih Pemimpin yang Bersih


Ir. Rony Ardiansyah, MT, IPU.

Pengamat Perkotaan/Dosen Magister Teknik Sipil UIR

Tak lama lagi kita melaksanakan “Pilkada” untuk memilih pemimpin Kota Pekanbaru. Sudah barang tentu tugas berat kita ini, tak mungkin kita lakukan dengan sembarangan alias asal pilih. Pemimpin yang bersihlah yang pantas dipilih dan menjadi pemimpin kita.

Pemimpin itu sama dengan Imam, tidak sembarang orang yang bisa dijadikan imam. Bila dalam sholat semua orang bisa saja menjadi makmum, orang yang kurang fasih bacaannya boleh jadi makmum, orang yang terlambat datang boleh jadi makmum, dan orang  yang kurang bersih pun boleh menjadi makmum. Tetapi tidak untuk imam.

Seorang pemimpin bagaikan seorang imam, haruslah bersih dari perbuatan tercela, mempunyai moral yang tinggi, takwa, bersih dari perbuatan maksiat, tidak tamak dan mencampurkan yang hak dengan yang batil, bersih dari sifat zalim dan khianat, bersih dari sifat jahit dan jamid, bersih dari penyakit fenatik golongan, bersih dari sifat arogan, dan vested interest.

Dalam buku “Koruptor Itu Kafir”, mengatakan salah satu syarat untuk menghilangkan korupsi dalam kehidupan masyarakat adalah memilih seorang pemimpin dengan kekuasaan yang dimiliki sangat menentukan baik buruknya kehidupan suatu daerah/bangsa. Pemimpin bersih dan berwibawa akan menjadi panutan masyarakat. Dengan memilih pemimpin yang bersih akan mengwujudkan kehidupan yang makmur dan sejahtera.

Memilih pemimpin yang bersih dari sifat zalim dan khianat, serta memiliki sifat adil dan jujur, menjadi sebuah keharusan dalam usaha memberantas korupsi. Dunia tidak akan aman dan makmur bila keadilan tidak dijadikan neraca dalam pelbagai hubungan kemanusiaan di segala bidang. Islam tidak membenarkan sikuat bertindak sewenag-wenang terhadap silemah. Perbedaan organisasi, suku, agama, dan warna kulit bukan menjadi bukan alasan bagi pemimpin untuk berbuat tidak adil. Dia bertindak atau ukuran prestasi, benar salah, bukan atas dasar senang atau benci dan kedekatan keluarga. Sebagaimana tuntunan al-Qur’an dalam Surah al-Ma’idah [5]:8

Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum mendorongmu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Memgetahui apa yang akmu kerjakan. ***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s