Drainase Kecil Masih Dipersempit Lagi


Ir. Rony Ardiansyah, MT, IPU.

Pengamat Perkotaan/Dosen Magister Teknik Sipil UIR

 

                Perhatikanlah saja wajah kota kita ini! Setiap pelebaran jalan, bukannya memenahi drainase terlebih dahulu. Coba lihat, berapakah lebar drainase Jalan Sudirman, Jalan Riau, Jalan Ahmad Yani, Jalan Haji Juanda, jalan Harapan Raya/Imam Munandar, Jalan Tuanku Tambusai/Nangka, Jalan Gajah Mada, Jalan Diponegoro, termasuk Jalan Subrantas yang sedang diperlebar badan jalannya. Jawabannya, semua jalan protokol tersebut di atas hanya mempunyai lebar saluran rata-rata beberapa puluh centi meter saja.

            Dari sekian banyak jalan protokol hanya beberapa jalan yang mempunyai saluran dengan lebar rata-rata satu sampai dua meter, yaitu Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Arifin Ahmad. Tetapi, drainase yang sudah kecil ini kini mulai dipersempit lagi, dengan pembangunan titian dan jembatan-jembatan jalan masuk.

            Coba perhatikan lagi! Cukup banyak pemilik-pemilik lahan yang tega-teganya membangun gorong-gorong, box culvert dan jembatan masuk ke lahan mereka masing-masing, tetapi dengan cara mempersempit drainase perkotaan. Mereka bangun pondasi di tepi saluran yang mencolok kedalam drainase, dengan tujuan menghemat biaya dengan memperkecil bentang jembatan. Ada juga yang membangun tiang-tiang jembatan yang cukup banyak di tengah-tengah saluran, juga dengan tujuan mengirit biaya pembuatan jembatannya. Yang lebih para lagi, ada juga yang menanam gorong-gorong kecil di tengah saluran. Seolah-oleh hanya syarat saja, yang pentingkan ada gorong-gorongnya.

            Akibatnya, hampir seluruh drainase perkotaan mulai menyempit karena dipersempit dengan sengaja. Ibarat pemyempiyan pembuluh darah yang bagaikan “Penyakit Koroner”. Bukankah hal ini akan memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap genangan air atau istilah populernya “banjir”. Wahai…instansi pemberi izin bangunan, benarkah demikian? Mengapa tuan-tuan tidak bisa lebih keras memberikan sangsi kepada mereka yang mempersempit drainase kota ini? Cabut sajalah izin bangunannya buat yang melanggar aturan main. Semoga, drainase kota kita, Kota Pekanbaru tercinta yang sudah kecil ini tidak lagi dipersempit, diperkecil oleh pembangunan jembatan-jembatan itu. Amin.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s