Babat Habis Koruptor Sebelum Terlambat


Ir. Rony Ardiansyah, MT, IPU

Pengamat Perkotaan/ Dosen Teknik Sipil UIR

Lelah sudah kisah pahit penderitaan rakyat karena ulah koruptor. Cukup sudah penderitaan masyarakat kecil karena ketamakan hati busuk koruptor. Sudah saatnyalah para penghianat bangsa ini dibasmi dari muka bumi Indonesia. Dari dulu sampai saat ini, dengan segala aturan dan undang-undang bukannya mengurangi jumah mereka, tetapi malahan koruptor semakin tumbuh subur disekeliling kita. Tinggal satu cara yakni babat habis koruptor sebelum terlambat.

Berikut ini saya sajikan suatu kisah menarik tentang membabat habis koruptor sebelum terlambat. Kisah ini (Imelda Saputra, Inspirasi 5 Menit) menceritakan seorang Raja bijak yang mengutus seorang hakim ke suatu daerah untuk mengadili seorang pejabat negara yang terbukti melakukan korupsi, di mananya ia telah menerima laporan yang akurat sebelumnya.

Suatu hari, hakim itu mendapati pejabat pemerintah korup yang mencuri di kantornya sendiri itu. Kemudian ia menangkap koruptor (pejabat korup) itu dan menginterogasinya. “Mata-mataku melihat bahwa engkau mencuri di kantor kamu sendiri (kantor pemerintahan). Apa itu benar?

Wajah pejabat korup itu tidak menampakkan sedikit pun rasa takut. Malah sambil tertawa ia berkata, “Wahai Pak Hakim, saya rasa kau adalah orang baru di daerah ini. Apakah engkau tidak tahu bahwa mencuri dan korupsi adalah hal yang biasa di sini? Apalagi aku hanya mencuri satu keping emas saja. Bukankah itu tidak berarti apa-apa?”

Sang hakim tidak berkata apa-apa. Ia hanya menatap tajam sang pejabat korup, kemudian menarik pedangnya dan memenggal kepala si koruptor itu. Seluruh rakyat yang menyaksikan hal itu terkejut.

“Mengapa ia langsung menjatuhkan hukuman mati kepada koruptor itu?” tanya beberapa orang.

“Kalian semua yang ada di sini, lihatlah orang ini. Satu hari mencuri satu keping emas, bagaimana jika ia melakukannya selama seribu hari? Luka kecil yang tidak segera diobati lama kelamaan akan berubah menjadi borok yang besar dan dalam. Begitu pula dengan tindak korupsi yang tidak langsung ditangani. Lama kelamaan ia akan berubah menjadi kebiasaan yang sulit untuk ditumpas. Karena itu, sekecil apa pun nilainya, koruptor harus segera dihukum mati,” jelas sang hakim.***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s