Erection Box Girder


(Metode Menempatkan Segmen-Segmen)

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Praktisi  HAKI (Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia)

Pertanyaan: Kepada Pengasuh Rubrik Keamanan Konstruksi. Seperti yang kita ketahui Jembatan Perawang adalah merupakan salah satu jembatan yang memepergunakan Box Girder. Mengapa tidak dengan Cable Stay? Mohon jelaskan metode pelaksanaan (erection) dari box gier ini.  Terimakasih.

Jawaban:

Benar. “Jembatan Perawang merupakan jembatan box girder terpanjang di Indonesia bahkan di asia Tenggara. Menurut Perencanaannya! Jembatan Perawang tidak dirancang dengan menggunakan konstruksi cable stayed melinkan dengan box girder. Konstruksi ini merupakan jawaban yang pas untuk diaplikasikan pada jembatan Perawang. Pasalnya, dari sisi panjang bentang tengahnya masih mampu dicover dengan sistem konstruksi yang tidak perlu mamakai tipe Cable Stayed. Begitupun dari segi lokasi, secara estetika tidak terlalu dituntut pemakaian jembatan kabel sehingga pemakaian tipe box girder sudah tepat yang penting sesuai dengan fungsinya.

 

Metode pelaksanaan menurut (Metode Kerja Bangunan Sipil oleh Amien Sajekti: 304-309). Pada awal dari pemasangan balok girder beton ini, pilar-pilar dimulai dari posisi di bawah gantry crane sudah selesai dan sudah mempunyai umur yang cukup sehingga mempunyai tegangan-tegangan beton karakteristik yang sudah sesuai dengan rencana. Langkah pertama adalah pemasangan erection girder pada dua pilar, di mana pada erection girder tersebut sudah terpasang dua pasang rel untuk “trolleys”. Di antara dua buah pilar perlu penyangga untuk erection-girder dengan menggunakan “scaffolding”. Kemudian juga sejumlah trolleys yang diperlukan dipasang pada rel saat erection girder.

Pemasangan erection-girder dan trolleys bisa menggunakan 60 Tons-gantry-crane. Penangkutan segmen-segmen dari pabrik diangkat dan diputar horizontal dan diletakkan di atas troleys. Akhir tahap I ini merupakan sejumlah segmen untuk keperluan sebuah balok-girder beton telah terletak dengan posisi di atas dua pilar yang direncanakan, dengan jarak masing-masing tepi segmen selebar 20 cm, dengan maksud memberi ruang gerak para petugas untuk melaburkan perekat “epoxy” pada salah satu sisi permukaan segmen yang akan saling kontak dengan ketebalan maksimum 2 mm. Erection girder ini untuk seterusnya merupakan alat bantu pemasangan balok girder beton, dengan pemasangan balok girder beton berikutnya di mana sudah ada balok girder sebelumnya.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s