Penciptaan Bumi Tidak Dengan Bermain-Main


Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Peminat Sains Qur’an/Dosen Pasca Sarjana Magister Teknik Sipil UIR

Matilah kita simak informasi Allah SWT, berikut ini. Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang berada antara keduanya dengan bermain-main. Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan hag, tetapi kebanyakan mereka tidak mngetahuit.” (Qs.44. Al-Dukhan: 38).

Maha Benar Allah telah menciptakan Langit dan Bumi dengan “Hag”. Data-data sains hasil penelitian selama berabad-abad menunjukkan bahwa Galaksi Bimasakti yang berisi 100 miliar bintang sangat sulit ditemukan planet lain dengan kondisi seperti bumi. Kumpulan petunjuk ilmiah yang kian yakin berkembang telah mendukung hipotesa ini.


Seorang pakar astronomi, Donald Brownlee (NASA, Stardust Mission) mengemukakan pendapat dalam buku berjudul Rare Earth: Why Complex Life is Uncommon in the Universe. Menurutnya, ada kesan bahwa semesta ingin membuat planet yang serupa dengan bumi sehingga akan berkembang kehidupan di dalamnya seperti planet kita. Namun, ternyata kondisi alam yang mendukung kehidupan makhluk kompleks, seperti manusia, tumbuhan dan hewan sangatlah langka di jagat raya.

Pertanyaannya adalah mengapa semua ini bisa terjadi? Apakah hanya sebuah kebetulan ataukah ada yang sengaja mencipta? Sejauh ini, di antara jutaan bahkan trilunan planet dalam galaksi kita, belum ditemukan planet lain yang benar-benar mirip dengan planet bumi. Jika bumi ini sangat langka, artinya kita sedang memenangkan sebuah ‘undian kosmis’, dan ternyata kita adalah planet mujur dan kita berada di tempat yang sangat berutung.

Bila kita hanya menganggap “keberuntungan” sebagai penjelasan keberadaan  bagi Planet Bumi maka kita harus melihat dalam konteks semesta secara keseluruhan. Harus diingat bahwa galaksi kita hanyalah salah satu dari kemungkinan 100 miliar galaksi yang ada di alam semesta yang dapat diamati selama ini. Sehingga sangat kecil sebuah planet berkemungkinan memiliki semua bahan yang tepat untuk menunjang kehidupan yang kompleks di satu tempat dalam galaksi ini.

Dalam bukunya “Menyibak Rahasia Sains Bumi dalam Al-Quran”, Ir. Agus Harya Sudarmojo, mengungkapkan sebagai berikut. Bila kita melihat masuk ke dalam orbit tata surya kita, zona yang hanya dapat dihuni makhluk hidup seperti kita ternyata sangatlah sempit, yaitu dalam suatu zona yang disebut sebagai circumstellar habitable zona. Zona tersebut  dimulai dari luar orbit Venus dan berakhir sebelum orbuit Mars.

Jika posisi Bumi 5 persen saja lebih dekat ke matahari maka Bumi akan mempunyai nasib yang sama dengan Venus yang mempunyai efek rumah kaca tidak terkendali, kemudian suhu akan meningkat beberapa puluh kali. Sebaliknya, bila Planet Bumi 20 persen lebih jauh dari matahari, awan karbon dioksida (CO2) akan terbentuk dalam lapisan atmosfer bagian atasnya. Kondisi ini akan memicu siklus es dan hawa dingin yang pernah memandulkan Mars.

Jika gravitasi di permukaan bumi lebih kuat dari yang ada sekarang ini, atmosfer akan menahan terlalu banyak amonia dan metana. Jika lebih lemah, atmosfer planet akan terlalu banyak kehilangan air.

Jika jarak bumi dengan bintang induk (matahari) letaknya lebih jauh dari yang ada sekarang ini, planet akan terlalu dingin bagi siklus air yang stabil. Jika lebih dekat, planet akan terlalu panas bagi siklus air yang stabil.

Jika ketebalan kerak bumi lebih tebal dari yang ada sekarang ini, akan terlalu banyak oksigen berpindah dari atmosfer ke kerak bumi. Jika terlalu tipis, aktivitas tektonik dan vulkanik terlalu besar.

Jika periode rotasi lebih lemah dari yang ada sekarang ini, perbedaan suhu pada siang hari dan malam hari akan terlalu besar. Jika lebih cepat, kecepatan angin pada atmosfer terlalu besar.

Jika interaksi gravitasi bumi dengan bulan lebih besar dari yang ada sekarang ini, akan terjadi efek pasang surut pada laut, atmosfer dan periode rotasi semakin merusak. Jika lebih kecil, perubahan tidak langsung pada orbitnya akan menyebabkan ketidakstabilan iklim.

Jika medan magnet lebih kuat dari yang ada sekarang ini, akan terjadi badai elektromagnetik yang terlalu merusak. Jika lebih lemah, perlindungan dari radiasi bintang yang membahayakan akan kurang.

Jika Albedo (perbandingan antara cahaya yang dipantulkan dengan yang diterima pada permukaan) terlalu besar dari yang ada sekarang ini, zaman es tak terkendalikan akan terjadi. Jika lebih kecil , efek rumah kaca tak terkendalikan akan terjadi.

Jika perbandingan oksigen dan nitrogen di atmosfer lebih besar dari yang ada sekarang ini, fungsi hidup yang maju akan berjalan terlalu cepat. Jika lebih kecil, fungsi hidup yang maju akan berjalan terlalu lambat.

Jika kadar karbon dioksida dan uap air dalam atmosfer lebih besar dari yang ada sekarang ini, efek rumah kaca tak terkendalikan akan terjadi. Jika lebih kecil, efek rumah kaca akan tidak memadai.

Jika kadar ozon dalam atmosfer lebih besar dari yang ada, suhu permukan bumi akan terlalu rendah. Jika  lebih kecil, suhu permukan bumi akan terlalu tinggi dan terlalu banyak radiasi.

Jika aktivitas gempa lebih besar dari yang ada sekarang ini, akan terlalu banyak makhluk hidup binasa. Jika lebih kecil, bahan makanan di dasar laut (yang dihanyutkan aliran sungai) tidak akan didaur ulang ke daratan melalui pengangkatan teltonik.

Semua hal di atas dan banyak hal lain lagi yang tak sempat saya sebutkan satu per satu dalam artikel yang singkat ini, menunjukkan sebuah “rancangan cerdas” agar kehidupan berlangsung dan bertahan di Planet Bumi. Sedikit informasi ini pun sudah cukup untuk menujukkan bahwa keberadaan Planet Bumi bukan karena kebetulan atau terbentuk oleh serangkaian kejadian acak. Allahu Akbar, sungguh penciptaan Langit dan Bumi dan apa yang ada diantaranya, tidak dengan main-main.***

One response to “Penciptaan Bumi Tidak Dengan Bermain-Main

  1. Saya selalu membaca artikel yang mengenai science Alqur’an dari bapak. Sungguh terkesan. Sangat Memberikan pengetahuan, mampu memberikan kritikan dan argumentasi yang tajam kepada atheist yang menunjukkan keterbatasan mereka berpikir yg pada akhirnya menyimpulkan alam semesta ini terjadi secara kebetulan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s