Kota Paling Bersih dan Hemat Energi


Ir. Rony Ardiansyah, MT.

Pengamat Perkotaan/Dosen Magister Teknik sipil UIR

Freibuerg adalah sebuah kota di Jerman. Menurut Buku Terbaik di Dunia (Jan Payne: 2010: 32), seseorang diizinkan memiliki mobil pribadi di kota ini, tetapi yang bersangkutan harus membayar sebesar 22.000 US Dolar per tahun untuk memarkirkannya di lahan parkir umum mobil yang terletak cukup jauh dari kompleks gedung apartemen. Alhasil, banyak para penduduk dengan mobil pribadi yang memilih untuk memarkirkan kendaraan mereka di kota tetangga untuk menghindari pungutan tersebut. Peraturan gedung dan tata cara kehidupan penduduknya yang ketat dan disiplin di Kota Freibuerg ini pasti tidak cocok untuk penduduk Kota Pekanbaru. Kita bukan hanya bebas memiliki berapa pun mobil pribadi, akan tetapi juga bebas parkir sesuka hati. Bukan hanya gratis parkir di badan jalan depan rumah, malahan dijadikan ajang pameren mobil mewah yang bagaikan showroom sepanjang jalan.

Di lain pihak, setiap rumah tangga di Freibuerg berhak menerima ribuan dolar setiap tahunnya sebagai pengganti kelebihan daya listrik yang dihasilkan oleh panel-panel atap cahaya surya di setiap rumah mereka. Rata-rata setiap rumah di Jerman dan Inggris menggunakan daya listrik sebesar 220 kilowatt per tahun untuk setiap meter per segi rumahnya. Sedangkan di Freibuerg, terdapat apartemen-apartemen yang hanya menggunakan 15 kilowatt per tahunnya. Apartemen tersebut memiliki dinding penyekat dengan ketebalan hingga 30 cm dan berlapis triplek. Udara hangat yang mengalir keluar rumah juga digunakan untuk menghangatkan udara yang lebih dingin dan segar yang akan mengalir masuk dan mengisi ruangan tersebut. Kehangatan di apartemen-apartemen di dapat dari kegiatan para penghuninya, yaitu dengan memasak, dan mengatur pencahayaan. Disebut-sebut bahwa sebuah apartemenn hanya perlu dihangatkan oleh 30 batang lilin saja. Wah… yang satu ini sangat unik, bila kita berandai-andai. Apabila 30 batang lilin cukup menerangi sebuah apartemen di Kota Pekanbaru. Hanya berapa batang lilinkah yang dibutuhkan untuk penerangan sebuah rumah tinggal masyarakat kota kita? Tentu cocok sekali untuk menghadapi PLN kita yang masih belum begitu pulih dari sakitnya. Boleh segera kita usulkan ke Pak Walikota, agar juga bisa mendapatkan predikat kota hemat energi, bukan…!***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s