Apakah Kita Tidak Merasa malu?


Ir. Rony Ardiansyah, MT, IPU

Dosen Magister Teknik Sipil Universitas Islam Riau

Harusnya kita menyadari bahwa kita merasa sangat malu dan tidak tahu diri bila selama ini kurang bersyukur atas segala nikmat-nya. Bukankah setiaap detik kita dikirimi bingkisan gratis oksigen, sinar matahari, sinar rembulan, gravitasi, air besi, dan nikmat-nikmat lainnya yang kita tidak akan mampu menghitungnya.

Kita sebagai Manusia adalah Makhluk hasil proses alami terhebat sejak bermilyar-milyar tahun. Nikmat yang tiara taranya yang dikarunia Allah kepada makhluk yang bernama manusia. Firman Allah SWT dalam Surat Ar-Rahman 55:1-78, yang telah mengulang atau dengan makna yang sesama atau serupa sebanyak 31 kali, yakni: “ Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” Subhanallah.

Sementara itu, manusia dengan entengnya masih berani membuat maksiat di mana-mana. Lebih para lagi, manusia berani melakukan tindakan korupsi yang akibatnya menyengsarakan manusia-manusia yang sudah sengsara, memakan uang umat, uang rakyat jelata yang mereka cari dengan keringat dan tetesan darah. Subhanallah.

Harusnya kita menyadari bahwa kita merasa sangat malu dan tidak tahu diri bila selama ini kurang bersyukur atas segala nikmat-nya. Bukankah kita dikaruniai otak yang merupakan alat yang serba guna. Ia dapat merekam apa yang telah terlihat oleh mata, merekam apa yang terdengar oleh telinga, mencatat setiap siaran dan maklumat, sains, teknologi, laksana sebuah perpustakaan keliling, mencatat suasana duka dan suka, memotret dan menyimpan nostalgia, menghitung dan memecahkan masalah yang rumit sekalipun, menurut kemampuannya, menerima dan mengirim berita apapun.

Sementara itu, manusia dengan entengnya memanfaatkan otaknya untuk menipu sesama. Lebih para lagi, manusia berani mempergunakan kecerdasannya untuk membodoh-bodohi orang yang sudah bodoh, memperdaya orang-orang susah dan miskin, serta memanfaatkan ketidak tahuan orang-orang kecil.  Subhanallah.

Mengapa kita yang sudah kaya raya, punya kedudukan serta berlimpahan harta masih mau merampas hak-hak orang susah dan sengsara serta tertindas. Harusnya, kalau kita adalah orang pintar, manfaatkanlah apa yang kita punyai dan ikhlas untuk membantu sesama untuk mendapatkan ridho Allah SWT.

Hai…orang-orang yang tidak merasa malu, segera bertobatlah. Pintu tobat terbuka lebar di bulan Ramadhan yang penuh rahmat dan maghfirah ini…Semoga.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s