“Dua Masa” Penciptaan Bumi


Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Peminat Sains Qur’an/Dosen Pasca Sarjana Magister Teknik Sipil UIR

Dari Tafsir Rahmat oleh H. Oemar Bakry halaman 501, kita kutip informasi Allah SWT dalam Al-Qur’an pada Surah AL HIJR [15]: 19. Sebagai berikut ini. “Dan Kami menghamparkan bumi dan Kami pancangkan gunung-gunung dan juga Kami tumbuhkan di bumi segala macam tumbuhan dengan ukuran tertentu. Bukti-bukti ilmiah mengatakan bahwa kerak bumi dihamparkan terlebih dahulu, baru kemudian gunung-gunung mulai terbentuk satu per satu, barulah tumbuh bermacam-macam tetumbuhan. Hal ini sesuai dengan urutan pernyataan Allah SWT, dalam QS Al-Hijr [15]: 19.

Berikut ini kita petik sebuah kajian yang sangat menarik dari Ir.Agus Haryo Sudarmojo, Dai dan Presiden Direktur Murakabi Agung Wijaya (Menyibak Rahasia Sains Bumi dalam Al-Qur’an:107-111). Bahwa pada mulanya bumi memang tidak mengandung unsur kehidupan, kemudian terjadilah proses biokimia dan biofisika yang ditandai dengan kehadiran H2O dan O2 yang melimpah. Itulah yang dimaksud bahwa “bumi diciptakan dalam dua masa” atau “dua tahap” sebagaimana yang tercantum di QS Fushilat [41]: 9. “Katakanlah, “Pantaskah kamu menyangkal Yang menciptakan bumi dalam dua hari (tahap) dan kamu adakan sekutu-sekutu-Nya? Itulah Tuhan Semesta Alam.” Maksudnya adalah tahap bumi sebelum ada kehidupan dan sesudah ada kehidupan. Wallahu a’lam bish-shawab. Segala sesuatu telah diciptakan Allah (Sang Maha Arsitek) untuk mendukung kehidupan di bumi, baik itu gunung-gunung, besar gaya gravitasi (1G), temperatur permukaan, tekanan udara (1 Atm), lapisan interior bumi, lapisan atmosfer, beserta komposisi kimianya. Hal sesuai dengan firman Allah: “Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.” Semua proses pembentukan bumi tersebut telah dimulai sejak 4,56 miliar tahun lalu. Proses itu diikuti oleh pembentukan bulan kurang lebih 4 miliar tahun lalu sebagai hasil benturan asteroid sebesar Planet Mars ke bumi. Benturan itu membuat kulit bumi terlempar ke luar angkasa. Pada masa 3,5 miliar tahun lalu Planet Bumi dipenuhi lautan dan masih dihujani meteor. Pulau-pulau vulkanis baru terbentuk disertai aktivitas vulkanis yang terjadi terus menerus memenuhi permukaan bumi dan benua-benua masih sangat kecil. Udara sangat panas dan tidak mengandung oksigen. Bulan masih sangat dekat dengan bumi karena baru saja terbentuk akibat benturan asteroid ke bumi. Waktu sehari hanya sekitar 15 jam. Atas pengaruh bulan terhadap bumi maka rotasi yang 15 jam per hari melambat menjadi 24 jam per harinya, hingga hari ini. Bayangkan bila rotasi bumi sama sejak terbentuknya, yaitu 15 jam per hari, maka gelombang laut akan terus menerus tsunami karena tidak terkendali. Inilah masa pertama penciptaan bumi oleh Allah SWT, sebagaimana disebut dalam Surah Fushsilat ayat 9. Kurang lebih sejak 3,5 miliar tahun lalu Planet Bumi mulai mengalami pendinginan. Bumi harus “bersendawa” untuk mengeluarkan gas CO2, agar bisa bereaksi dengan unsur-unsur kimia lainnya, seperti H2O, O2, S, CO2, N2, Ne, He CH4 Kr, dan Ar. Tujuan aktivitas tersebut adalah untuk mengurangi tekanan yang meningkat dalam interior Planet Bumi. Setelah “bersendawa” terus-menerus melalui lubang-lubang magma di muka bumi, gunung-gunung berapi muncul satu per satu dan aktif bersama. Pada saat itulah bumi mengeluarkan gas-gas dari dalam perutnya. Semua aktivitas sendawa tersebut ternyata demi menciptakan sebuah tekanan 1,37 juta atmosfer dalam inti Bumi dan mempertahankan temperaturnyanya setinggi 37.000 derajat celcius. Kondisi tersebut sangat dibutuhkan agar planet ini dapat mendukung kehadiran sebuah kehidupan dengan harmonis. Reaksi gas-gas yang dikeluarkan oleh aktivitas gunung berapi selama kurang lebih puluhan hingga ratusan juta tahun, menjadi sebuah reaksi berantai biokimia dan biofisika pada Planet Bumi ketika itu. Inilah yang dimaksud dengan masa kedua oleh Allah SWT, dalam penciptaan bumi, yaitu masa ketika embrio kehidupan mulai terwujud. Pada masa ini reakasi berantai gas-gas yang dimuntahkan oleh gunung-gunung api menyediakan “bahan makanan” bagi sebuah lingkungan embrio kehidupan. Berdasarkan hal tersebut dan data sains (geologi) yang menunjukkan bahwa umur bumi adalah 4,56 miliar tahun. Kita dapat melakukan analogi-analogi perhitungan lanjut yang sederhana seperti berikut ini. Analogi Pertama. Allah menciptakan bumi dalam dua masa (QS Fushshilat [41]: 9). Yakni (1) masa ketika bumi masih mati, tidak ada kehidupan dan (2) maka ketika bumi mulai “menyemai” kehidupan. Artinya, batas kedua tahap berdasarkan Al-Qur’an dan sains terletak pada permulaan makhluk hidup bersel satu (procaryote cell) yang mulai muncul antara 3,5-3,9 miliar tahun lalu (Eon: Archean). Selanjutnya, berdasarkan data geologi makhluk bersel satu (eucaryote cell) muncul dan tumbuh pesat kurang lebih pada 2,5 miliar tahun yang lalu (Eon: Proterozoic). Analogi Kedua. Kita mengetahui bahwa umur bumi versi sains adalah 4,56 x 10.000.000.000 tahun. Dengan perhitungan metematika sederhana, saya (Agus Haryo Sudarmojo) mencoba membaginya menjadi dua, seperti dua masa dalam QS Fushshilat [41]: 9. 4,56 miliar tahun : 2 = 2,28 miliar tahun (Eon: Proterozoic). Terbukti bahwa waktunya mendekati masa makhluk eukaryotic cell mulai muncul di Planet Bumi secara melimpah. Apakah ini suatu kebetulan? Selanjutnya, dengan menggabungkan data sains, kita dapat menguji kebenaran informasi dalam Al-Qur’an yang sering diungkapkanNya dengan bahasa singkat, padat dan tepat. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS Al-Rahman [55]: 23. ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s