Kubah Elektrik Masjid Nabawi


Catatan Redaktur Tamu Metro Riau:

Ir. Rony Ardiansyah, MT.

Pengamat Perkotaan/Dosen Magister Teknik sipil UIR

Alhamdulillah pada saat selesai Zuhur dan solat Asar dalam melaksanakan ibadah Arba’in di Masjid Nabawi, saya dapat menyaksikan langsung kubah elektrik masjid ini bergeser. Sehingga pada saat selesai sholat ini tercipta ventilasi yang cukup dan penyinaran yang alami.

Lokasi dimaksud berjumlah 27 tempat. Jarak antara tiang 6 meter, sehingga terbentuk lorong dengan luas 6 m x 6 m. Di areal yang atapnya ada kubah, jarak tiang 18 meter, sehingga membentuk lorong atau ruang dengan luas 18 m x 18 m. Lorong inilah yang ditutupi oleh kubah yang berdiameter 7,35 meter.

Luas kubah yang jumlahnya 27 buah ini masing-masing seluas 324 m2. Kubah berjalan dikonstruksikan di atas rel besi, yang bergesernya nyaris tidak kedengaran bunyinya. Dari beberapa referensi yang saya baca diketahui berat kotor untuk satu kubah adalah 80 ton (40 ton berat kerangkanya dan 40 ton berat material penyusunnya dari dalam dan luar).

Waktu yang dibutuhkan untuk menggerakkan kubah pruduksi Jerman yang relnya dibuat dari bahan antikarat kelas satu ini adalah satu menit, dan dikendalikan melalui komputer dengan tenaga listrik. Baja itu harus mampu menahan beban kubah sekitar 20 ton per roda. Roda baja antikarat dibuat dari material sekelas. Tiap rakitan roda bermotor dibuat dengan tangan dan telah menjalani uji mendalam di dalam ketahanan, keamanan, dan kehalusan operasionalnya.

Bagian dalam  kubah terdiri dari susunan kayu kering yang khusus dengan ketebalan 20 mm. Kayu yang berukiran ini adalah kayu khusus yang dikenal dengan “al- Arz” atau kayu yang biasanya digunakan untuk pembuatan kapal, jenis yang paling terkenal adalah Arz Libanon.  Kayu al-Arz dari Maroko ini di pasang bersama bebatuan elok dalam lingkaran yang berlapis emas. Ada juga bagiannya yang ditutup dengan sepuhan emas murni yang tipis. Setiap kubah globalnya membawa 2,5 kg emas.

Kemampuan tinggi dari seorang pembuat pelapis modern dibutuhkan untuk memproduksi cangkang bagi lapisan dalam. Untuk unsur kekeringan dan kekuatan, lapisan epoksi kayu dibuat pada sebuah cetakan kemudian ditutup pada keadaan hampa udara. Plank kayu lapis dikeraskan pada sisi belakang tiap cangkang. Lapisan terluar adalah lapisan maple Kanada berwarna gelap pada ornamen. Pahatan yang telah jadi diperiksa oleh seniman untuk mengetahui mutu keakuratannya, demikianlah ketelitiannya pemasangan interior kubah seperti yang diuraikan oleh Ir. Ahmad Fanani dalam bukunya Arsitektur Masjid.

Dibagian luar kubah ini adalah batu granit yang diimpor dari Jerman, dengan dasar granit setebal 25 mm. Di puncak kubah adalah perunggu berlapis emas. Dengan demikian untuk menghiasi seluruh kubah dibutuhkan 67,5 kg emas dengan luas bidang hiasan 100 m2. Masih untuk kebutuhan kubah, dibutuhkan 1.0000 potong batu mozonet yang diimpor dari Kenya dibentuk busur berlapis emas, pabriknya didirikan dipinggir Kota Madinah.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s