The Core Test Sample


(pengaruh arah pengambilan sample)

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Praktisi  HAKI (Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia)

Pertanyaan: Pak Rony, Saya pernah baca tesis dari yang menganalisis core test, di sana dibahas juga pengaruh arah pengambilan sample? horizontal terhadap tinggi struktur maupun vertikal ? mohon pencerahannya pak? Doni | November 24, 2010 at 11:25 am | Reply | Edit (dari ronymedia.wordpress.com).

Jawaban:

Sdr. Doni. Pemeriksaan Kuat Tekan Beton dengan Cara Pengambilan Beton Inti
(Core drill). Bila ingin mengetahui mutu beton nyata dari seluruh penampang, maka harus dilakukan pengambilan bagian dalam penampang beton.

Pengambilan bagian inti beton dilakukan dengan cara pemboran ke dalam penampang yg akan diketahui sifatnya.

Diameter mata Bor (bor head) yg umum digunakan adh 50 dan 100 mm.

Penggunaan mata bor yg kecil diperuntukkan pada penampang dgn tulangan yg rapat, sehingga tidak banyak baja tulangan yg terpotong akibat pengeboran.

Beton inti diperoleh dari hasil pengeboran kemudian dibawa ke Laboratorium untuk dilakukan pengujian tekannya.

Tinggi beton inti minimal yg dapat diuji adalah bila tinggi benda uji sama dengan diameternya.

Pengujian beton inti selain untuk memperoleh kuat tekan juga dapat memperoleh nilai Modulus elastisita atau Poissons’s Ratio dan kuat belah.

Dalam menghitung nilai kuat tekan juga harus memperhitungkan perbandingan tinggi dan diameter benda uji.
Selain itu, bila ditemukan adanya tulangan pada benda uji juga harus diberi koreksi.
Nilai kuat tekan dari pengujian beton inti adalah sbb:

Fc’ =P/(∏/4. ф2)*C₀.C₁.C₂ (Mpa)

Fc’ = Kuat tekan beton inti, (Mpa)

Ф   = Diameter rata-rata benda uji

C₀  = Faktor pengali arah benda uji (lihat Tabel 7.39)

C₁  =    Faktor pengali yg berhubungan dengan rasio panjang                 sesudah diberi lapisan kapping dengan diameter benda uji (lihat   Tabel 7.40)

C₂  =   Faktor pengali karena adanya kandungan tulangan dlm benda uji yg      letaknya tegak lurus terhadap sumbu tulangan .

P  = Beban maksimum

C₂ = 1.0 + 1.5 [∑ (d+h)]/[L’/ф x l]

Dimana:

d= diameter tulangan (mm),

h= jarak terpendek antara sumbu tulangan,

l= panjang benda uji sebelum diberi kapping,

L’=panjang benda uji setelah diberi lapisan kapping

Tabel 7.39. Faktor Pengali (Amri, 2006: 173)

Arah pengambilan beton inti                                                                  C₀

Horizontal (tegak lurus arah tinggi struktur beton)                                1

Vertikal (sejajar arah tinggi struktur beton)                                           0,92

4 responses to “The Core Test Sample

  1. Tabel 7.39 dan Tabel 7.40 bisa dilihat dimana Pak?
    thanks a lot. sangat amat membantu nih Pak.
    klo sempet boleh nih bapak main-main ke

  2. Sdr. Edy Pri. Di buku Teknologi Beton oleh Amri, halaman 173, tahun 2006

  3. Artikelnya bagus pak. Tapi tabel 7.40 gak ada pak. Kalau bisa mohon dilengkapi ya pak. Terima kasih…

  4. Sdr Mhd Indra. Di buku Teknologi Beton oleh Amri, halaman 173, tahun 2006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s