Wajibkan K3 Konstruksi Pada Pembangunan RUKO


Ir. Rony Ardiansyah, MT, IPU

Pengamat Perkotaan/Praktisi HAKI (Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia)/ dan Dosen Teknik Sipil UIR

 

                 Silahkan Anda keliling Kota Pekanbaru, dengan mudah Anda akan temui proyek pembangunan Ruko di mana-mana. Pembagunan Ruko ini tumbuh terus bagaikan pohon berbuah tanpa musim. Tetapi, sayang seribu kali sayang. Pernahkan Anda menjumpai penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) pada proyek ini?

            Seharusnya Permasalahan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suatu proyek konstruksi, termasuk proyek pembangun Ruko-Ruko ini. Namun, hampir tidak ada kontraktor proyek Ruko di kota ini yang mau menerapkan Program K3 dengan baik. Hal ini bisa mengakibatkan, tidak saja kerugian material dan waktu kerja yang hilang, nyawa manusia pun bisa melanyang.

            Pernakah Anda melihat tukang-tukang yang memanjat-manjat tinggi pada bangunan Ruko yang sedang dikerjakan itu, menggunakan “safety belt”? Pernahkan Anda melihat pekerja-pekerja pada proyek pembangunan Ruko yang berlalu lalang di sekitar proyek, menggunakan “safety helm”? Atau pernakah Anda melihat proyek pembangunan Ruko ini menggunakan “safety net” untuk mengantisipasi terhadap kejatuhan material atau sampai sisa pembangunan? Silahkan Anda lihat. Bila ada, hanya berapa persenkah yang menerapakan K3 tersebut?

            Apakah selama ini belum pernah terjadi kecelakaan (insiden)? Saya kira, insiden mestinya pernah ada, tetapi tidak dilaporkan. Insiden yang tak dilaporkan akan menyebabkan kerugian yang tak ternilai, karena memiliki potensi bahaya dan risiko yang lebih besar lagi di kemudian hari. Misalnya. Insiden atau kejadian yang menyebabkan kecelakaan atau “nearmiss” seperti benda jatuh, namun tidak ada korban harus menjadi perhatian khusus.

Sesuai dengan prosedur, insiden tersebut harus ditindaklanjuti dengan membuat “corrective action” untuk menghindari kejadian yang sama terulang kembali dan membuat “safety alert” sebagai informasi bagin proyek lain, sehingga dapat diambil langkah-langkah “Preventive Action”.

Sekedar untuk gambaran. Berdasarkan sumber dari PT. Jamsostek, 2007. Ternyata sektor Konstruksi merupakan sektor yang paling banyak terjadi insiden di Indonesia. Kecelakaan Sektor Konstruksi menempati tempat pertama, sebesar 32% dari total berbagai kecelakaan, kemudian disusul sektor Industri dan Transportasi, yang masing-masing sebesar 31,6% dan 9,3%.

Jadi, tingkat kecelakaan dibidang konstruksi hampir empat kali tingkat kecelakaan bidang transportasi. Mengingat, sektor konstruksi adalah bidang yang paling berbahaya dan rawan terhadap kecelakaan, maka untuk masa-masa mendatang K3 seharusnya mendapat perhatian yang khusus. Karena minimnya pembangunan Ruko yang menerapkan K3 di Kota Beruko ini, maka di masa-masa mendatang sebaiknya Pemko Pekanbaru mewajibkan penerapan K3 pada proyek pembangunan Ruko. Semoga!***

2 responses to “Wajibkan K3 Konstruksi Pada Pembangunan RUKO

  1. Trimakasih infonya ssangat bermanfaat K3 konstruksi pada ruko memang sangat diperlukan. karena saat ini pun banyak ruko2 yg dibangun tidak sesuai standar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s