Penghijauan Atap Ruko Pekanbaru


Ir. Rony Ardiansyah, MT.

Pengamat Perkotan/Dosen Magister Teknik sipil UIR

 

Julukan “Seribu Ruko” ternyata bukan sekedar omongan kosong belaka. Dewasa ini ruko di Pekanbaru bisa mencapai 5.000 unit atau lebih, hampir keseluruhannya beratap datar. Hampir semua atap ruko yang ada kelihatan kaku, berdebu pada musim kemarau, berlumut pada musim penghujan, seakan-akan menjadi area tak berguna yang sangat berpotensi memberikan sumbangan terhadap pemanasan global.

Apakah kondisi yang begitu ekstrim semacam ini tidak pernah terpikirkan oleh para pakar kita yang duduk di Dinas Tata Kota (DISTAKO)? Bila menginginkan kota kita indah, segar, mengurangi panas membara yang terjadi seperti sekarang ini,  maka DISTAKO harus memikirkan alternatif ini. Mudah saja, wajibkan saja penghijauan pada atap datar ruko dalam pengurusan IMB (Izin Mendidrikan Bangunan) atau IPB (Izin Penggunaan bangunan).

Kota bertuah dalam waktu sekejap akan menperoleh taman hijau seluas 50 Hektar, bila semua atap datar ruko yang gersang disulap menjadi taman hijau. Katakanlah luas atap datar satu pintu ruko adalah 100 m2, maka luas 5.000 pintu ruko adalah 500.000 m2 alias 50 hektar. Menjadi ademkan? 

Ruangan terbuka pada atap ruko mempunyai potensi untuk dipakai sebagai atap bertanaman yang menarik dan berguna. Dari sisi keuntungan ekonomi saja dapat diperoleh keungtungan-keuntungan sebagai berikut ini.

Atap bertanaman dapat digunakan untuk menggantikan ruang kosong yang gersang (tidak terpakai) atau dapat dijadikan tempat untuk melihat pemandangan dari atap bangunan. Pemanfaatan ruangan atap bangunan ruko tersebut untuk taman secara kreatif dan menarik dapat menjadi daya tarik desain dan mendatangkan lebih banyak penyewa atau pembelinya.

Atap ruko bertanaman ini dapat juga berfungsi sebagai penahan yang dapat mengurangi aliran panas (heat flux) yang merambat melalui atap. Beberapa faktor (menurut Henry Feriadi & Heinz Frick) mempengaruhi kinerja insulasi panas oleh atap bertanaman ini seperti indeks area daun (leat area index), watak dedaunan dan ketebalannya, serta kandungan kelembaban tanah.

Lapisan tambahan substrat dan pohon pada atap tanaman dapat menambah nilai penahan panas/dinding kira-kira 10% dari atap yang biasa. Di Tokyo, atap bertanaman dapat mengurangi biaya pemanasan pendinginan bangunan sampai 25% dengan adanya penambahan panas yang baik.

Penelitian di Jerman menunjukkan kalau 20 cm dari subtrat dan 20-40 cm lapisan rumput yang hijau memiliki mutu bahan penahan panas yang kira-kira setara dengan 15 cm “mineral wool”. Suhu udara dalam bangunan yang mempunyai atap bertanaman setidaknya mempunyai suhu udara 3-4 Derajat Celcius lebih rendah dibandingkan suhu di luar bangunan. Tambahan bahan penahan panas mengurangi rambatan panas yang melalui atap sehingga mengurangi energi yang dibutuhkan untuk penyejuk udara.

Lokasi lubang saluran pengambilan udara luar dari alat pengukuran suhu udara (AC) yang ternaung oleh bayang-bayang pohon akan memiliki suhu udara sekitar yang lebih rendah, sehingga secara tidak langsung menghemat energi yang diperlukan oleh AC.

Setiap derajat kenaikan suhu udara akan mengakibatkan bertambahnya penggunaan energi untuk penyejuk udara sekitar 3-4%. Sehingga pengurangan suhu udara lingkungan sekitar 6 Derajat Celcius, yang disebabkan oleh bayang-bayang pepohonan akan mengurangi konsumsi energi oleh alat pengatur suhu udara sebesar 50-70%.

Sebagai contoh. Suhu udara di atas kota Tokyo dapat berkurang 0,11-0,84 Derajat Celcius, jika 50% dari permukaan atap bangunan dapat ditanami dengan vegatasi pohon. Hal ini diperkirakan akan dapat mengurangi tingkat penggunaan energi hingga 8,5 miliar rupiah (1 juta US Dollar) per hari.

Studi atap bertanaman di Singapura, memperlihatkan bukti nyata bahwa dari atap bertanaman terdapat pada proses evapo-transpirasi dan efek pembayangan oleh pepohonan. Penurunan suhu permukaan atap mencapai maksimum hingga 30 Derajat celcius sehingga dapat menyebabkan mengurangan pada hantaran panas yang melalui atap, sehingga secara keseluruhan dapat menciptakan kenyamanan termal (kesejukan) pada ruangan dibawahnya, dan lebih penting lagi adalah pengheamatan pemakaian energi.

Dari simulasi energi, penghematan energi karena pemakaian atap bertanaman sangat kentara terutama jika dibandingkan dengan atap bertanaman yang terbuka. Penghematan sekitar 15% dari pemakaian energi tahunan dapat diperoleh pada bangunan komersial yang memakai atap bertanaman. Penurunan hingga 80% dari pemakaian puncak energi untuk penyejuk (AC) juga dapat dicapai. Hal ini tentu akan berdampak pada desain sistem AC yang berkapasitas lebih kecil, sehingga juga mengurangi jumlah investasi awal bangunan.

Pengurangan pada nilai transfer kalor atap (roof thermal transfer value) sampai dengan 80% dimungkinkan dengan adanya atap bertanaman. Hal ini membuktikan bahwa atap bertanaman dapat berfungsi sebagai pengganti bahan penahan panas yang biasanya dipakai. Penghematan yang lebih besar dapat dicapai, jika penghijauan ini didesain pada dinding luar (facade) dan balkon dari bangunan.

Berdasarkan pada analisis daur ulang biaya (life-cycle cost analysis) yang terdapat pada studi kasus di atas, atap bertanaman ekstensif ternyata lebih baik dibandingkan dengan yang intensif karena mempunyai nilai yang lebih kecil dalam investasi awal dan biaya pemeliharaannya. Titik impas pembayaran untuk atap bertanaman ekstensif diperkirakan sekitar 10 tahun.

Kembali ke masalah penghijauan atap ruko di Pekanbaru. Penghijauan pada atap bangunan ruko tersebut dapat meningkatkan nilai dari harga ruko itu sendiri. Atap yang bertanaman dapat menyediakan ruang luar terbuka dan menambah nilai estetika dari bangunan ruko, yang secara langsung dapat mempengaruhi nilai jual/sewa properti dan memberikan aspek positif dalam pemasarannya.

Studi di Amerika Serikat dan Inggris menunjukkan bahwa penghijauan yang tertata dengan baik mampu meningkatkan nilai properti hingga 6-15%. Masyarakat memberi perhatian pada properti yang unik dan menarik termasuk di dalamnya properti yang memperhatikan ketersediaan fasilitas sosial dan lingkungan yang serasi.***

5 responses to “Penghijauan Atap Ruko Pekanbaru

  1. wah keren banget,,makasih infonya…salam hangat,

  2. Setunggil ThokThil

    Saya lagi buat Penelitian (sementara dg cara MANUAL) ttng GREEn pada bangunan rumah tinggal hubungannya dengan EFEK RUMAH KACA.Bisakah memberikan GAMBARAN tentang topik diatas kaitannya dengan Efek Rumah Kaca?Pernahkan dihitung dg adanya tanaman diatap , berapa besar REDUKSI yang diperoleh thd Efek Rumah Kaca?Saya tunggu jawabannya.
    Nuwun

  3. Sdr. Setunggil Thok Thil yang saya hormati, mohon maaf saya tidak punya data yang Anda inginkan, terimakasih.

  4. Pak Rony, saya ingin konsultasi untuk memanfaatkan dak atas ruko saya. Ada contoh atau ahli yang bisa saya hubungi?.

  5. Maaf Sdr. Ray, tidak ada. Tetapi saya kira tidak sulit untuk mencari tenaga ahli landscape semacam ini. Mana tahu lewat blog ini nanti ada yang bersedia membantu Anda, trims.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s