Apakak Kontraktor Saja Yang Harus Profesional?


Catatan Redaktur Tamu Metro Riau:

Oleh: Ir. Rony Ardiansyah, MT.

Kontraktor diminta harus profesional, demikian kolom “Penghulu” Metro Riau hari kamis 8 Juli 2010. Menurut saya! Jangan hanya kontraktor saja yang diminta bekerja secara profesional, mengikuti peraturan dan ikut perundang-undangan yang berlaku serta menjaga kualitas pekerjaan.

Bila kontraktor saja profesional, pihak-pihak yang terlibat lainnya (mulai dari Konsultan Perencana, Pengawas, Pemki, Pihak teknis PU) tidak ikut profesional, maka akan sia-sialah semua itu. Bagaimana bisa menyeleksi rekanan yang profesional, bila tim penyeleksi (panitia) sendiri tidak profesional? Bagaimana kontraktor bisa bekerja dengan spesifikasi dan gambar rencana dengan profesional, sedangkan konsultan perencananya sendiri tidak profesional? Bagaimana kontraktor bisa mengikuti aturan main dan perundang-undangan dengan profesional, sedangkan konsultan dan pihak teknis Pu-nya sendiri tidak profesional?

Seharusnya kontraktor pemenang tender sudah seharusnya kontraktor yang profesional. Karena menurut perundang-undangan hanya rekanan yang qualified-lah bisa manjadi pemenang. Seharusnya tidak ada peluang buat kontraktor tidak profesional untuk menjadi pemenang.

Bila kita mau sama-sama mengintropeksi diri, tentu akan menghasil suatu pekerjaan yang profesional. Tentu hasil kerja proyek yang maksimal dari dana pemerintah atau uang rakyat dan berkualitas sesuai dengan keinginan masyarakat. Tentu masyarakat akan menikmati dan memanfaatkan dengan baik.*** 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s