Fenomena Mengendarai Angin


Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.
Peminat Sains Qur’an/Dosen Pasca Sarjana Magister Teknik Sipil UIR

Mengapa pesawat udara bisa terbang? Engine berfungsi memberikan gaya dorong agar pesawat dapat bergerak maju. Akibat gerak maju pesawat maka terjadi gerakan relatif udara di permukaan sayap. Dengan bentuk geometri airfoil tertentu dan sudut serang sayap (angel of attack) tertentu maka akan menghasilkan suatu karakteristik aliran udara dipermukaan sayap yang kemudian akan menciptakan beda tekanan dipermukaan atas dan permukaan bawah sayap yang kemudian membangkitkan gaya angkat yang dibutuhkan untuk terbang. Ilmu pengetahuan ini persis dengan apa yang dimaksud dengan “Mengendaraai Angin” bukan?
Untuk bergerak ke depan melintasi udara pesawat terbang menggunakan daya dorong yang dihasilkan mesin. Hampir semua pesawat terbang komersial menggunakan mesin jet yang biasa disebut turbofans. Turbofans adalah salah satu dari keluarga mesin yang disebut mesin turbin gas. Udara mengalir melalui sudut-sudut pada mesin yang biasa disebut kompresor. Kompresor menekan udara dan mengalir ke ruang pembakaran dengan menaikan tekanannya terlebih dahulu. Di dalam ruang pembakaran, udara dicampur dengan bahan bakar kemudian dibakar menyebabkan letupan yang terkendali. Panas yang terjadi pada ruang pembakaran menyebabkan adanya ekspansi termal yang sangat cepat dan keluar ke bagian belakang mesin. Saat keluar dari ruang pembakaran udara panas melintasi turbin menghasilkan gaya dorong. Turbin yang terhubung akan berputar agar kompresor dapat bekerja memasukan udara dingin pada bagian depan, sehingga proses tersebut dapat dilakukan berulang-ulang secara kontinu. Apakah itu yang dimaksud dengan (“Jin”= mesin Jet) ?
Pada Tafsir Rahmat yang ditulis oleh H. Oemar bakry halaman 839, menerangkan Surah 34 ayat 12 Al-Qur’an sebagai berikut: “ Nabi Sulaiman menguasai tiupan angin, dapat mencairkan tembaga, dan dapat menyuruh jin membikin berbagai perkakas”.
Dan Kami berikan kepada Sulaiman (mukjizat) angin. Angin itu terbang waktu pagi sebulan dan waktu sore sebulan (pula). Dan Kami cairkan tembaga (untuk kepentingannya) dengan izin Tuhannya. Dan ada jin yang bekerja dihadapannya (di bawah perintahnya). Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami akan Kami timpakan kepada mereka siksaan api yang menyala-nyala (QS Saba’ [34] ayat 12).
Dari petunjuk ayat di atas yang bisa dipelajari yaitu bahwa kecepatan terbang Nabi Sulaiman dari pagi sampai sore sama dengan jarak yang ditempuh onta tercepat selama dua bulan. Bila ingin menhitung kecepatan terbang bisa dihitung dengan rumus fisika sederhana. Onta tercepat dalam dua bulan bisa menempuh jarak berapa kilo meter. Setelah mengetahui jarak, tinggal dihitung dari pagi sampai sore atau selama 12 jam maka jarak tadi dibagi 12 jam, maka akan ketemu kecepatan terbang Nabi Sulaiman berapa kilo meter per jam.


Penjelasan ayat tersebut (menurut catatan kaki terjemahan Depag RI): Bila Sulaiman mengadakan perjalanan dari pagi sampai tengah hari maka jarak yang ditempuh sama dengan perjalanan unta yang cepat dalam sebulan. Begitu pula bila Ia mengadakan perjalanan dari tengah hari sampai sore, maka kecepatannya sama dengan perjalanan sebulan.
Terkait hal ini, kita bisa mengacu pada konsep angin sebagai media transportasi. Apa pun yang digunakan pada era Nabi Sulaiman, sekarang kita bisa menjabarkannya dalam bentuk fisik yang riil. Fenomena mengendarai angin misalnya, bisa kita analogikan dengan mengendarai pesawat terbang.
Dalam surat Saba’ ayat 13 disebutkan: “Para jin itu membuat Sulaiman apa yang di kehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam…” Apabila Nabi Sulaiman terbang seperti Superman atau tokoh silat dalam film, maka akan terasa aneh dan seperti dongeng kisah fiksi. Bisa jadi kalau itu ilmu pengetahuan sudah sangat maju sehingga Nabi Sulaiman terbangnya dengan menggunakan pesawat yang bisa mengendalikan angin dan dapat terbang kemana saja. Apakah pesawat itu semacam piring terbang?
Ada hal yang sangat menari di sini yang saya kutip dari buku Ajaib bin Aneh oleh Tauhid Nur Azhar dan Eman Sulaiman pada halaman 54, adalah Pengertian “Jin” dalam ayat 12 tersebut adalah: JIN= daya angkat, daya dorong, gaya alir udara.
Perinsip kerja pesawat terbang adalah mengatasi drag atau gaya hambatan udara lalu mengubahnya menjadi lift power (daya angkat).
Gaya hambat udara adalah gaya yang disebabkan oleh molekul-molekul dan partikel-partikel di udara. Gaya ini dialami oleh benda yang bergerak di udara. Pada benda yang diam, gaya hambat udara nol. Ketika benda mulai bergerak, gaya hambat udara ini mulai muncul, yang arahnya berlawanan dengan arah gerak, bersifat menghambat gerakan. Itulah sebabnya gaya ini disebut gaya hambat udara. Semakin cepat benda bergerak, semakin besar gaya hambat udara ini. Agar benda bisa terus menerus bergerak maju saat terbang, diperlukan gaya dorong (thrust) untuk mengatasi hambatan udara tersebut. Maka, dibuatlah mesin yang memiliki daya dorong kuat serta cepat yang disebut probolsi untuk mesin jet.
Manusia dengan anugrah akal yang telah dikaruniakan oleh Allah SWT, serta meneladani kisah Nabi Sulaiman AS, mulai mengembangkan alat transportasi udara dengan memanfaatkan sumber daya mineral (logam) sebagai bahan pembuat sarana, serta memanfaatkan potensi minyak bumi sebagai sumber energi.
Agar Optimal, kapasitas daya dorong ini harus didukung dengan keberadaan sayap serta badan pesawat yang streamline (ramping) sehinggah dapat membelah angin serta mengurangi hambatan udara. Dengan cara ini, daya alir angin yang ada dibagian sisi atas sayap akan lebih cepat karena hambatannya kurang. Akibatnya, aliran angin di bagian bawah seolah-olah leboh lamban tapi kuat karena tertahan sehingga konsep mengendarai angin benar-benar terlihat, karena dengan kekuatan anginlah pesawat terbang bisa terangkat. Udara pun menjadi jalan-jalan di langit yang telah dijanjikan. Konsep “mengendarai angin” ini kemudian menjadi dasar ilmu Aerodinamika.***

One response to “Fenomena Mengendarai Angin

  1. Artikel yang menarik, Pak Rony. Gagasan untuk membuat transportasi mengambang diudara, dan daya dorong yang dapat dikontrol, jadi kepikiran. Perlu pembuktian..eksperimen yuk pak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s