Lantai Pasar Terapung Patah atau Dilatasi ?


Ir. Rony Ardiansyah, MT, IPU

Pengamat Perkotaan/Praktisi HAKI (Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia)/ dan Dosen Teknik Sipil UIR

Hari ini tanggal 29 Juni 2010, tercetak di halaman 33 Riau Pos gambar Lantai Dua Pasar Terapung Tembilahan yang patah. Dan diberitakan pada bagian tengah bangunan pasar ini patah dan turun, serta membahayakan  buat pedagang dan pengunjung. Benarkah itu?

            Bila struktur lisplank dan lantai beton bertulang memang retak seperti kelihatan pada foto tersebut, berarti bangunan sudah sangat berbahaya. Tetapi setelah saya perhatikan dengan seksama foto yang disajikan Riau Pos itu, timbul perntanyaan “Lantai Pasar Terapung Tembilahan Patah atau Dilatasi”?

            Berdasarkan data-data yang ada pada foto bangunan pasar itu, saya lebih cenderung mengatakan timbulnya retakan pada dilatasi yang diakibatkan oleh penurunan bangunan pasar, sehingga antara satu segmen bangunan dengan segmen lainnya yang dipisah oleh dilatasi terjadi “differencial setlement” (perbedaan penurunan).

            Alasan bahwa retak tersebut adalah dilatasi (pemisah yang sengaja dirancang untuk mengantisipasi terjadinya penurunan dan goyangan pada bangunan), sebagai berikut ini: 1. Pada bagian retak/patah  tidak kelihatan adanya tulangan baja 2. Retak/patah yang terjadi kalau bukan dilatasi, harusnya tidak terjadi pada bentang pendek (Lebih kurang 2 meter) 3. Retak/patah yang terjadi begitu rapi dan berupa garis lurus, kemungkinan kecil bisa terjadi bila bukan dilatasi.

            Saran saya: Kiranya pihak yang terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU), agar segera mencari tahu sebab patahnya lantai Pasar Terapung Tembilahan ini seperti apa sedang diberitakan, agar tidak meresahkan masyarakat. Cari tahu: Patah atau Dilatasi? ***

2 responses to “Lantai Pasar Terapung Patah atau Dilatasi ?

  1. pak bentanganberapa harus digunakan dilatasi itu? trus kalo 1 gedung tapi ada yg 3 lantai ada yg 2 lantai harus dilatasi juga ya

  2. Sdr. Rahmat, panjang bangunan melebihi 50 meter (bukan bentang) sebaiknya ada dilatasi. Ya, meskipun bangunan 2 lantai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s