Catatan Pemancangan (Calendering)


( Benarkah dengan Penetrasi 3 cm sudah cukup?)

 

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Praktisi  HAKI (Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia)

Pertanyaan:

Pengasuh Rubrik Keamanan Konstruksi. Dalam melaksanakan pemancangan tiang di lapangan (Mini Pile), ada anggapan bila hasi penetrasi (Calendering/Finel Set) telah mencapai 3 cm per 10 pukulan terakhir, maka dianggap daya dukung tiang pancang sudah memenuhi syarat. Apakah benar itu? Formula apa yang sering digunakan untuk menghitung dan bagaimana caranya menghitung daya dukung tiang pancang beton Mini Pile?

Jawab:

Sebuah catatan yang detil dan akurat tentang pemancangan harus disimpan oleh Direksi Pekerjaan dan Kontraktor harus membantu Direksi Pekerjaan dalam menyimpan catatan ini yang meliputi berikut ini : jumlah tiang pancang, posisi, jenis, ukuran, panjang aktual, tanggal pemancangan, panjang dalam pondasi telapak, penetrasi pada saat penumbukan terakhir, enerji pukulan palu, panjang perpanjangan, panjang pemotongan dan panjang akhir yang dapat dibayar.

Tidak sesederhana seperti anggapan bahwa dengan Final Set 3 cm untuk 10 pukulan terakhir dapat dianggap sudah memenuhi syarat. Karena kuat dukung tiang juga sangat tergantung pada berat dan tinggi jatuh palu, kedalaman penetrasi, dimensi dan berat tiang yang dipancang dan sebagainya.

Kapasitas daya dukung tiang pancang dapat diperkirakan dengan menggunakan rumus dinamis (Hiley). Kontraktor dapat mengajukan rumus lain untuk mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan.

dimana :

Pu : Kapasitas daya dukung batas (ton)

Pa : Kapasitas daya dukung yang diijinkan (ton)

ef : Efisiensi palu

ef = 1,00 untuk palu diesel

ef = 0,75 untuk palu yang dijatuhkan dengan tali dan gesekan katrol

W : Berat palu atau ram (ton)

Wp : Berat tiang pancang (ton)

n : Koefisien restitusi

n = 0,25 untuk tiang pancang beton

H : Tinggi jatuh palu (m)

H = 2 H’ untuk palu diesel (H’ = tinggi jatuh ram)

S : Penetrasi tiang pancang pada saat penumbukan terakhir, atau “set” (m)

C1 : Tekanan sementara yang diijinkan untuk kepala tiang dan pur (m)

C2 : Tekanan sementara yang diijinkan untuk deformasi elastis dari batang tiang pancang (m)

C3 : Tekanan sementara yang diijinkan untuk gempa pada lapangan (m)

N : Faktor Keamanan

Nilai C1 + C2 + C3 harus diukur selama pemancangan.

25 responses to “Catatan Pemancangan (Calendering)

  1. Formula hiley apa bisa dipakai untuk perhitungan daya dukung tiang pancang apabila pemancangan menggunakan alat bantu doly (tiang sambungan)?

  2. Pak!!
    saya butuh bantuan..
    saya sedang menyusn tugas akhir…
    saya menngambil judul Review Disain tiang pancang pada jembatan..
    tujuan saya membuat struktur lebih efisien dan lebih proporsional (kebutuhan tiang pancang).

    Minta saran bapak donk !
    Metode analisa pa yg harus saya gunakan..??

    terimakasih sebelumnya pak..
    semoga anda sukses.

  3. Sdr. Dylan, Anda sedang kuliah dimana? Review Disain bisa Anda lakukan dengan banyak metode statatis yang ada dalam buku Bouwles. Bisa realisasi tiang sudah terlaksana, Anda bisa menreview dengan beberapa metode dinamis berdasarkan hasil calendring pemancangan…..uraiannya panjang tak dapat dijelaskan satu per satu trims.

  4. saya wahyu siswa teknik survei pemetaan SMKN 1 MADIUN .saat ini sedang menyusun presentasi dan laporan akhir PRAKERIN minta bantuan y ,apa saja metode pemancangan+bgaimana langkah2 mlakukan pemancangan jalan/jembatan…?
    mksh

  5. Pak mau tanya kalau judulnya tentang Metode pelaksanaan dan pengendalian mutu tiang pancang pada trestle, data2 apa saja yang diperlukan pak? mohon bantuannya ya pak..
    saya Leny, mahasiswa politeknik Medan

  6. Nilai C1 + C2 + C3 harus diukur selama pemancangan.
    Gimana Caranya.. apakah ini bisa di asumsikan tinggi rata2 rebound..?

  7. sangat berterimakasih dengan postingan ini, sehingga makin bertambuh jua pengetahuan saya..btw kalau kita disuruh sebagai pengawas atau QC/QA pembangunan dermaga, hal2 apa saja yang harus diperhatikan, dan bapak punya contoh format laporan harian,mingguan dan bulanan ga untuk pekerjaan tersebut.kalau ada saya minta dong pak, tolong kirim keemail saya (sia_li25@yahoo.co.id)..terimakasih sebelumnya pak

  8. Sdr. Sia, dalam pekerjaan dermaga, retaining wall/turap dan sebagainya karena terletak ditepi sungaui/laut maka, yang paling utama adalah memperhatikan apakah sudah aman terhadap longsor (sliding), periksa hitungan konstruksi yang dibuat oleh konsultan perencana. Kemudian, gaya harozontal pada dermaga juga menjadi penyebab utama gagalnya suatu struktur dermaga, semoga bermanfaat.

  9. saya ingin bertanya, pemancangan dengan penetrasi 3 cm/10 pukulan itu untuk daya dukung berapa ton pak? kalau daya dukung rencana kurang dari angka tersebut otomatis penetrasi akan lebih dari 3 cm apa bisa dikatakan itu gagal pancang?

  10. Sdr. Dadan, penetrasi 3 cm/10 pukulan berat hammer 1,3 ton, jenis hammer droup hammer, tinggi jatuh 1 meter, pada kedalaman 16 meter, daya dukung untuk mini pile 20 cm x 20 cm berdasarkan formula hiley diperoleh daya dukung izin 24 ton. daya dukung izin ini akan menjadi semakin kecil apabila kedalaman pemancangan melebihi 16 meter dari top soil.

  11. pak dikatakan sudah final set pd proses calendring itu gimana ?
    dan jg rumus perhitungan callendring dg alat drop hammer itu apa ?

    saya lagi butuh untuk laporan akhir pak
    terimakasih sebelumnya

  12. toms shoes profits Catatan Pemancangan (Calendering) | Science and Civil Structure Media

  13. Pak saya boleh bertanya, dalam rumus tersebut ada angka “P”
    P ini sendiri berarti apa?

  14. Sdr Dev. Pu : Kapasitas daya dukung batas (ton), Pa : Kapasitas daya dukung yang diijinkan (ton), P bisa juga berarti Tiang (Pile)

  15. winda widya wati

    pak aku mau tanya dong cara pengolahan data sondir untuk mengetahui nilai konus dan hambatan lekat jika yang diketahui dari data sondir itu cone resistance (CR) atau perlawanan konus sama Total Resistance (TR
    ) perlawanan total itu gimana ya pak ? oh iya pak apakah setiap pada kedalaman 0 itu nilai CR dan TR ga mesti 0 ya pak ? data yang aku dapat ga 0 pak tapi kebanyakan data sondir yang aku lihat dari arsip kakak tingkat dan pengerjaan latihan itu dimulai dari 0, mohon penjelasannya pak untuk pengerjaan laporan kerja praktek, terimakasih pak

  16. Sdr. Winda Widya Wati
    Nilai Qc pada permukaan tanah (top soil) pasti tidak nol, karena memaknai pada kedalaman nol, maka selalu dibuat = nol.
    Perhitungan:
    Luas potongan melintang, Ac = 1/4 Dc2
    Gaya geser bekerja (P)=Ac(JH-qc) =Ac(kolom3-kolom2), (karena kolom 4= kolom 3 – kolom 2) =Ac(kolom4)
    Luas selimut geser Ag = . Dg. hg
    Hambatan Pelekat = (kolom 5) = 20. P/Ag =5.Dc.(JH-qc)/hg.
    20….faktor pembacaan (pembacaan penurunan 20 cm)

  17. Bagaimana klo kita bikin GROUP khusus Supervisi Konstruksi baik civil, Mech, Elect dll. CONSTRUCTION SUPERVISION GROUP. Istilah umum Pengawas Lapangan.

  18. Pak Rony saya mau tanya kira-kira berapa persen perbedaan Biaya untuk Jenis pekerjaan Pondasi franki pile dengan Pondasi Lainya ( misal Bor Pile / Tiang Pancang )

  19. C1, C2, dan C3 bagai mana cara menentukannya pak..
    mohon bantuannya terimakasih

  20. Sdr Faizi, C1, C2 dan C3 adalah formula yang besarnya tergantung komponen-komponen Pu, A, eh, L, dapat dilihat di buku Foundation Analysis And Design, By Joseph E. Bowles Third Edition page 648.

  21. pak, saya mahasiswa tingkat akhir Politeknik Negeri Lhokseumawe. saya mengambil judul TA biaya pelaksanaan tiang pancang.
    Nah, untuk menghitung produktifitasnya bagaimana pak?
    mohon sarannya pak..
    terima kasih pak

  22. Sdr. Aris Molidy, Produktivitas pelaksanaan pemacangan sangat tergantung pada, Kondisi lahan (area pemacangan), Jenis dan jumlah alat pancang yang digunakan, berat dan tipe hammer yang digunakan. Jika dilaksanakan pada lahan yang sama (lahan adalah variabel tetap), sedangkan variabel bebasnya bisa bisa jafi jenis dan tipe hammer, Anda bisa membandingkan atau memkomparasikan dengan berbagai jenis dan tipe hammer terhadap produktivitas yang dihasilkan, dsb.

  23. Arief | May 8, 2015 at 10:16 am | Reply | Edit
    Pak Rony saya mau tanya kira-kira berapa persen perbedaan Biaya untuk Jenis pekerjaan Pondasi franki pile dengan Pondasi Lainya ( misal Bor Pile / Tiang Pancang )
    Jawaban Pertanyaan Sdr. Arief.
    Perbedaan biaya sangat tergantung jauh dekatnya mobilisai dan demobilisasi alat pancang Franki pile. Yang paling murah adalah tiang pancang, kemudian disusul oleh Bore pile. Frangki pile adalah yang paling mahal, untuk daerah saya (Pekanbaru) bisa berkisar 1,5 – 2,0 kalinya biaya pemancangan.

  24. Pak mau tanya, saya mahasiswa tingkat akhir itenas bandung,saya mngambil judul TA analisis daya dukung tiang tunggal dinamik pada tanah lunak, setlah saya mnghitung daya dukung dgn beberapa formula dinamik (yang dibuku Joseph bowles) hasilnya memiliki perbandingan yang jauh , itu dikarenakan apa ya pak??
    Saya juga mnghitung daya dukung tiang dengan program plaxis dengan dynamic design.Hasil penurunan yang terjadi antara dynamic design pada program plaxis dengan hasil capwap jauh berbeda, faktor yang mmpengaruhi penurunan itu apa saja pak?

  25. Elvina Tampubolon | August 17, 2016 at 6:21 pm | Reply | Edit

    Sdri Elvina. Beberapa kemungkinan: 1. Pengambilan Safety Factor, di buku Joseph Bowles, beberapa formula menggunakan SF yang bervariabel mis. 3-5 dsb. 2. Pengambilan koefisien yang berbeda-beda misalnya eh antara 0,75 – 1 (nilai berapa yang dimanbil?). 3. faktor hasil PDA test yang kadang kurang logis, pengalaman saya pernah ada hasil PDA yang sanga tinggi. Bisa jadi angka keamanan (SF) PDA yang berbeda.
    Coba, sdr kirimkan hasil analisis ke ronyardiansyahuir@gmail.com , saya baca dulu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s