”Begel” Penahan Geser Yang Tak Bisa Disepelekan


Ir. Rony Ardiansyah, MT.

Dosen Teknik sipil UIR

Secara umum, gaya geser dapat dikatakan sebagai gaya yang bekerja dengan arah tegak lurus terhadap bidang komponen struktur. Dalam mendesain suatu struktur bangunan, kekuatan geser harus diperhitungan dengan cermat, karena tidak jarang penyebab kegagalan bangunan yang disebabkan oleh gaya geser.

Dua lembar papan disusun berhimpitan yang digunakan sebagai titian untuk menyeberangi suatu slokan, kemudian diberi paku secukupnya untuk memperkaku kedua lembar papan tersebut. Apakah ada perbedaan kekuatannya, antara dua lembar papan yang dipaku dengan yang tidak dipaku?

Ternyata papan yang dipaku itu mempunyai kekuatan empat kali lebih besar dibandingan dengan dua lembar papan yang tidak dipaku, karena momen inersia papan yang dipaku itu empat kali juga lebih besar dari dua lembar papan yang tidak dipaku. Jadi, pada dua lembar papan yang tidak dipaku akan timbul gaya geser diantara kedua lembar papan itu, maka fungsi paku disini adalah sebagai penahan gaya geser.

Contoh lain, seperti batang-batang pohon kelapa yang digunakan sebagai titian atau jembatan darurat (temporary support). Batang kelapa yang begitu kuat walaupun dilewati oleh beban tronton sekalipun, tentu tidak berarti apa-apa, apabila tidak dipasang konstruksi untuk menhubungkan antara satu batang dengan batang lainnya. Konstruksi penghubung bisa berupa rantai atau tulangan beton yang dipaku atau dibaut dengan tujuan untuk mengikat batang-batang kelapa itu, rantau atau tulangan beton disini juga berfungsi sebagai unsur penahyan geser.

Sama hal-nya seperti paku pada konstruksi papan atau rantai dan besi beton pada konstruksi jembatan darurat. Begel atau sengkang yang melilit tulangan pokok pada komponen struktur beton bertulang,  juga berfungi sebagai unsur penahan geser yang terjadi pada balok atau kolom beton bertulang. Apa yang terjadi seandainya suatu komponen struktur beton bertulang tanpa begel? Tentu konstruksi beton itu akan pecah, apabila tegangan geser yang bekerja melebih tegangan geser beton yang relatif kecil itu, sama halnya batang papan dan batang-batang kelapa yang bercerai-berai karena tidak ada pengikatnya.  

Karena begel atau sengkang Adalah unsur yang tak dapat disepelekan, maka perencanaan tulangan geser ini harus direncanakan sedemikian rupa sehingga memenuhi ketentukan teknis dan kuat dan mampu untuk memikul beban geser. Pencerminan persyaratan pentingnya begel ini dituangkan dalam peraturan-peraturan beton Indonesia, PBI-71 dan PB 89 misalnya. Berikut ini beberapa persyaratan tualngan begel yang disebut dengan sengkang dalam peraturan, antara lain sebagai berikut ini.

Pada balok senantiasa harus dipasang sengkang. Jarak sengkang tidak boleh diambil lebih dari 30 cm, sedangkan di bagian-bagian balok dimana sengkang-sengkang bekerja sebagai tulangan geser, jarak sengkang-sengkang tersebut tidak boleh diambil lebih dari 2/3 dari tinggi balok. Diameter batang sengkang tidak boleh diambil kurang dari 6 mm pada jenis baja lunak dan sedang dan 5 mm pada jenis baja keras.

Begitu juga komponen struktur kolom, kecuali apabila ukuran melintang minimum kolom tidak ditentukan lain oleh pembatasan tulangan menurut syarat ketahanan dalam kebakaran. Dalam segala hal kolom strukturil dengan sengkang tidak boleh mempunyai ukuran melintang kurang dari 15 cm.

Dan tulangan memanjang kolom senantiasa harus diikat oleh sengkang-sengkang dengan jarak maksimum sebesar ukuran terkecil penampang, 15 kali diameter (diameter pengenal) batang tulangan diameter terkecil atau 30 cm. Apabila oleh alasan-alasan tertentu sengkang-sengkang tidak dapat dipasang (misalnya pada persilangan-persilangan), maka pengikat tulangan memanjang harus dilakukan dengan cara-cara lain. Diameter batang sengkang tidak boleh diambil kurang dari ¼ diameter (diameter pengenal) batang tulangan memanjang yang terbesar dengan minimum 6 mm pada jenis baja lunak dan baja sedang dan 5 mm pada jenis baja keras.

kecuali apabila ukuran minimum penampang kolom tidak ditentukan lain oleh pembatasan tulangan oleh syarat ketahanan dalam kebakaran, maka dalam segala hal kolom strukturil dengan lilitan spiral tidak boleh mempunyai ukuran penampang kurang dari 17 cm. Jarak lilitan spiral tidak boleh diambil lebih dari 1/5 dari diameter teras beton atau 7,5 cm dan tidak boleh diambil kurang dari diameter batang spiral ditambah 2,5 cm. Diameter batang spiral tidak boleh diambil kurang dari ¼ diameter (diameter pengenal) batang tulangan memanjang yang terbesar dengan minimum 6 mm.***

30 responses to “”Begel” Penahan Geser Yang Tak Bisa Disepelekan

  1. Mantaps..
    Di UTS keluar bisa jadi jawaban ..

    Trimakasih gan..

  2. bagus artikel nya pak,
    tolong diberikan juga “filosofi” mengenai gaya-gaya (aksial, tekuk, puntir, guling) di dalam ilmu tsipil beserta contohnya seperti artikel diatas
    terima kasih

  3. penjelasan yang mudah dipahami ternyata gaya geser seperti itu, sy bingung sama dosen sy, tidak pernah menjelaskan gaya geser tuh seperti apa? dan bgmanaperlakuannya.asumsi pak rony buat sy ngerti tentang gaya geser yg seharusnya terjadi.makasih pak.kalo bisa gaya yg lain bisa tolong diasumsikan pak.trus 1 lg pak apa gunanya jepit sendi, rol turs kalo lihat di lapangan bentuknya seperti apa? apa itu hanya asumsi untuk memulai perhitungan.conto di hitung kolom kiri rol kolom kanan jepit, kalo liataaplikasi dilapangan kayak gak ada bedanya deh.makasih pak.

  4. Sdr. Rachmat, Masalah Jepit, sendi dan Rol, tidak selalu harus wujudnyanya seperti apa, tetapi yang wajib dipahami adalah prilaku perletakaannya seperti apa. Misalkan perletakan ‘Sendi’, ada sendi yang dirancang khusus yang mempunyai perilaku bisa menahan dua reaksi perletakan yang saling tegak lurus, bisa saja balok beton (gelagar) yang terletak di atas suatu abutment akan menimbulkan dua rekasi perletakan yang saling tegak lurus pada abutment, tentu tidak ada salahnya kita asumsikan sebagai sendi.

  5. kalo di stuktur yang besar, selain begel/sengkang yang melingkasi tulangan utama masih ditambahkan ties / cross ties yang menyilang dengan ukuran besi sama dengan sengkang/begel/stirup. fngsi ties itu buat apa ya? trims TRI. S

  6. Sdr. Tri. Ties yang Anda maksud itu sebenarnya fungsinya sama dengan begel yaitu untuk menahan Gaya Geser, begel bisa dua lapis, tiga lapis, empat lapis atau lebih. Ties yang Anda maksud diamping menahan geser bisa berfungsi sebagai pengikat arah horizontal atau gaya horizontal akibat dorongan beton pada saat pengecoran.***

  7. boleh tanya pak rony, karna ingin mempercepat pengerjaan, untuk mengikat begel ke besi tulangan saya pakai tali ikat (nylon cable ties). apakah bisa sebagai pengganti kawat bendrat?

  8. Sdr. Dede. Tujuan kawat pengikat adalah agar tulangan yang disusun itu tidak berubah bentuk pada saat di cor. saya kira tali ikat nylon yang digunakan bisa dipakai selagi tujuan tersebut di atas bisa dipenuhi.

  9. apa cara mengikat begel bisa diganti dengan cara di las.mks

  10. Sdr. Roni, fungsinya lebih kurang sama. Tujuan kawat ikat adalah pada saat pengecoran posisi tulangan yang telah dirangkai/dirakit tidak merubah bentuk. Tujuan dilas juga demikian, kelebihan las ikatan lebih kuat, tetapi setelah di cor besi akan bekerja sama dengan beton maka dengan cara las, tidak ada kelebihan yang signifikan. Cara las juga ada kelemahannya jika tidak dikontrol, panas las yang berkelebihan akan membuat tulangan meleleh dan lelah.

  11. Terima Kasih Telah Berbagi

  12. Sama-sama Pak Umar Syarif, semoga bermanfaat

  13. mohon pencerahannya pak Rony, sy akan membangun rumah satu lantai. Tukang menyarankan untuk pengikat kolom pada balok sloof pondasi dan balok tiang sebaiknya menggunakan begel spiral, dan bukan bentuk biasa seperti begel pada umumnya. alasan tukang, bahwa begel spiral menjadikan balok lebih kaku dan kokoh. Benarkah demikian pak? mohon pencerahan bagi sy yang awam

  14. Mustadi | August 17, 2016 at 9:46 pm | Reply | Edit

    Sdr. Mustadi, Saya rasa cukup gunakan begel biasa saja. toh tujuannya hanya untuk menahan gaya geser. Begel spiral kerjanya kan repot.
    Kelebihan begel spiral adalah terletak pada kerja sama beton dengan baja menjadi sangat baik, sedangkan terhadap momen lentur dan gaya geser tidak ada pengaruh yang signifikan.

  15. bagaimana pemasangangan begel pada balok yang ikatan kawat betonnya selang seling tidak di ikat semua pada tulangan pokok seperti pada kolom , balok,plat kalaupun boleh apakah ada toleransinya.. terima kasih pak

  16. Sdr. Budi, fungsi dari kawat ikat adalah agar besi rakitan baik kolom, balok, maupun pelat tidak berubah bentuk pada saat di cor. Jika sudah yakin elemen struktur itu tidak akan berubah bentuk, maka tidaklah perlu diikat setiap titik simpulnya.

  17. Selamat malam pak.. saya mau bertanya.
    Lalu apa fungsi sengkang pada kolom?
    Apakah sama dengan balok, untuk menahan gaya geser?
    Atau memiliki tujuan yang lain.. seperti menahan tekuk, compression?
    Dan apa fungsi tulangan longitudinal pada kolom?
    Terima kasih pak.

  18. Albert Johan | December 2, 2016 at 12:58 am | Reply | Edit
    Selamat malam pak.. saya mau bertanya.
    Lalu apa fungsi sengkang pada kolom?
    Apakah sama dengan balok, untuk menahan gaya geser?
    Atau memiliki tujuan yang lain.. seperti menahan tekuk, compression?
    Dan apa fungsi tulangan longitudinal pada kolom?
    Terima kasih pak.

    Jawab:
    Gaya dalam yang terjadi pada suatu elemen struktur ada 3, yakni Monent Lentur (bending moment), Gaya Geser (shear force), dan Gaya Normal (Normal Force). Begel dan penampang beton itu sendiri berfungsi untuk menahan Gaya Geser, baik untuk kolom maupun balok. Sedangkan tulangan longitudinal fungsinya adalah menahan Momen Lentur. Tekuk bisa terjadi akibat kelangsingan batang, jadi antisipasi terhadap tekuku pada kolom adalah memperbesar dimensi kolomnya sendiri.

    • Oohh hmm…
      Lalu untuk gaya normal apakah ditahan oleh tulangan longitudinal juga?
      Dan jika dalam beban gempa.. tulangan manakah yang paling berperan, apakah longitudinal ataukah transversal?
      Terima kasih sebelumnya.

  19. Buat Sdr. Albert Johan
    Boleh saya katakan Gaya gempa tidak beroengaruh terhadap Gaya Normal, tetapi berpengaruh terhadap Momen Lentur dan geser, lebih dominan ke momen. Tulangan longitudinal atau tulangan memanjang adalah tulangan penahan momen, sedangkan tulangan begel berfungsi untuk menahan gaya geser. Istilah transversal tidak lazim digunakan dalam struktur beton.

  20. Ohh begituu…
    Terima kasih pak atas penjelasannya.

  21. Selamat Sore Pak Rony.
    Saya ingin menanyakan, apakah ada semacam rule of thumb untuk menentukan dimensi Kolom ramping (Rata tembok) untuk kasus rumah tinggal 1 atau 2 lantai? Barangkali juga, Bapak memiliki rekomendasi referensi untuk dapat saya pelajari? Terima kasih

    Salam

  22. Sdr. Firman,sepengetahuan saya belum ada aturan khusus. Saya sarankan dimensi kolom ramping untuk struktural bisa saudara desain sebagai dinding geser (Sherar wall)

  23. Selamat siang Pak Rony,
    Saya ingin membuat canopy dari beton dengan ukuran luas (PxL) 4.5 x 6 meter. Apakah ukuran balok 20 x 40 cukup untuk bentangan 6 m tersebut Pak? Tulangan balok dengan menggunakan besi ulir 6 x D13 dan ketebalan cor rencananya 11 cm?

    Terima kasih sebelumnya Pak

    Salam
    Hendra – Tangerang

  24. Sdr Hendra. Bila kita ambil 1/12 bentang, maka disarankan tinggi balok minimum 6/12 = 50 cm, ambil saja 20 x 50 cm. Gunakan tulangan 6 dia 16 utk tuangan tarik dan 3 dia 16 utk tul tekan. mengingat bentang pendek pelat adalah 4,5 meter, saya sarankan gunakan balok anak untuk menghindari penggunaan pelat lantai yang tebal. Balok anak duduk di atas dan ditengah-tengah balok bentang 6 m (20/50) ukran balok anak pakai saja 20 x 35 cm.

  25. Gong Bali Undagi

    Selamat sore pak Rony…saya Adi dari Bali.

    saya basic arsitek jadi kurang paham masalah penulangan dan ada klien menanyakan kenapa jarak begel bisa berbeda jika dilihat dari 1/4 bentang jaraknya 10cm dan di pertengahan kolom / balok menjadi 15cm kira-kira seperti apa penjelasannya ya pak.

    Hatur nuhun

  26. Gong Bali Undagi | February 24, 2018 at 3:12 pm | Reply | Edit
    Selamat sore pak Rony…saya Adi dari Bali.

    saya basic arsitek jadi kurang paham masalah penulangan dan ada klien menanyakan kenapa jarak begel bisa berbeda jika dilihat dari 1/4 bentang jaraknya 10cm dan di pertengahan kolom / balok menjadi 15cm kira-kira seperti apa penjelasannya ya pak.

    Hatur nuhunSelamat Sore Sdr. Gong Bali Undagi
    Begel adalah tulangan yang dipersiapkan untuk menahhan gaya geser, dimana gaya geser yang timbul di balok lantai pada umumnya maksimum di tempuan (mulai dari perletakannya pada kolom), kemudian gaya geser mengecil hingga ke tengah bentang balok (lapangan). Daerah transisi kira-kira berada di 1/4 bentang balok.
    Teatapi tidak semua balok berpetilaku demikian, untuk balok yang memikul beban terpusat dan relatif besar, gaya geser yang ditimbulkan oleh beban terpusat adalah sama di sepanjang balok. Tetapi karena hampir semua balok lantai memikul pelat lantai (beban terbagi rata), maka gaya geser maksimum selalalu terjadi di tumpuan.

  27. Maaf pak, ada perbedaan design utk bangunan sekolah yg Menggunakan kuda kuda kayu dan atap seng biasa. Design 1 menggunakan ring balok 15/20 dgn beugel dia 8 mm jarak 15 cm. Dan design 2 ring balok 13/15 dgn besi beugel 6 mm. Namun tetap sama sama menggunakan tul. Pokok besi 12 mm.
    Mana yg baik pak dan aman utk daerah kami tahan gempa di sumatera barat ini.

  28. Suandy | July 3, 2018 at 8:56 am | Reply | Edit
    Maaf pak, ada perbedaan design utk bangunan sekolah yg Menggunakan kuda kuda kayu dan atap seng biasa. Design 1 menggunakan ring balok 15/20 dgn beugel dia 8 mm jarak 15 cm. Dan design 2 ring balok 13/15 dgn besi beugel 6 mm. Namun tetap sama sama menggunakan tul. Pokok besi 12 mm.
    Mana yg baik pak dan aman utk daerah kami tahan gempa di sumatera barat ini.

    Sdr. Suandy, dimensi struktur ring balok selain ditentukan oleh zona gempa, juga ditentukan oleh bentang ring balok itu sendiri, beban yang bekerja pada ring balok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s