Klasifikasi “Tanah” Sebagai Bahan Konstruksi


Ir.Rony Ardiansyah, MT

Dosen Teknik sipil UIR

 

            Istilah tanah dalam bidang mekanika tanah dapat dipakai untuk mencakup semua bahan seperti lempung, pasir, kerikil dan batu-batu besar. Metode yang dipakai dalam teknik sipil untuk membedakan dan menyatakan berbagai tanah, sebenarnya sangat berbeda dibandingkan dengan metode yang dipakai dalam bidang geologi atau ilmu tanah. Walaupun system klasifikasi yang dipakai dalam mekanika tanah bermaksud untuk memberikan keterangan mengenai sifat-sifat teknis dari bahan-bahan itu dengan cara yang sama,  seperti halnya pernyatan-pernyataan secara geologis dimaksudkan untuk memberi keterangan mengenai asal geologis dari tanah.

            Coba kita perhatikan Sungai Kampar yaitu sungai penghasil material krikil dan pasir sebagai bahan bangunan. Mengapa pasir di Danau Bingkuang kualitasnya lebih bagus dari pasir di Tratak Buluh, dan pasir di Bangkinang kualitasnya lebih baik dari pada pasir Danau Bingkuang, serta mengapa Batuh pecah disekitar Koto Panjang atau batas Sumbar lebih baik kualitasnya dibandingkan krikil di Bangkinag ?.

            Jawabannya adalah karena semakin besar berat jenis suatu material tentu mutunya akan lebih baik . Sungai Kampar yang berhulu disekitar daerah Kota Panjang yang akhirnya  bermuara di sebelah selatan Selat Malaka, adalah melalui kota-kota secara berturut-turut sebagai berikut; kota Rantau Berangin, Bangkinag, Danau Bingkuang, Langgam, Dan Pangkalan Kerinci.

Macam-macam tanah seperti Berangkal (Boulder) dan Kerakal (Cobblestone) terdapat disekitar Koto Panjang, Batu Krikil (Gravel) terdapat disekitar Bangkinang, Pasir kasar (Course sand) dan pasir sedang (Medium sand) terdapat disekitar Danau Bingkuang dan Bangkinang, Pasir sedang dan pasir halus (Fine sand) terdapat disekitar Teratak Buluh dan Danau Bingkuang, serta Pasir hanyut dan lumpur terdapat disekitar Pangkalan Kerinci, Langgam. Semakin ke hilir material tanah akan semakin halus dan berat jenisnya akan semakin kecil, tentu mutu material akan semakin jelek juga. Berikut ini dapat kita lihat berbagai jenis tanah berdasarkan klasifikasi mekanika tanah ;

Batu Bongkah

            Adalah potongan-potongan besar batuan dari patahan bahan induk atau termuntahkan dari gunung berapi (dalam hal ini dinamakan bom). Batu bongkah itu mungkin bervolume dalam rentang mulai sekitar ½ m3 sampai 8 atau 10 m3 dan beratnya mulai dari setengah sampai beberapa ratus ton. Batu bongkah ini dapat menyebabkan masalah pada saat pembuangan atau penggalian didekat permukaan tanah, dan kesukaran dalam eksplorasi tanah atau pamasangan tiang pancang pada tempat-tempat yang lebih dalam saat tergantung (suspended) dalam matrik tanah, seperti tempat (gletser) aliran.

            Batu bongkah berukuran besar mungkin cocok untuk dijadikan pondasi buat tiang pancang atau kaison; namun, penentuan ukurannya mungkin sukar dan penenpatan beban yang besar pada suatu batu bongkah gantung yang berukuran kecil dapat menyebabkan bencana.

Krikil & Pasir

             Pecahan batuan yang lebih kecil dari batu bongkah digolongkan kedalam batu bulat (cobbles), kerakal (pebbles), krikil (gravel), pasir (sand), lanau (silt) dan lempung (clay). Batu remukan (crushed) ialah krikil yang dihasilkan dengan menghancurkan pecahan batu dari batu bongkah atau diperoleh dari penggalian dari susunan batuan yang sesuai. Krikil alur tepian (bank run) ialah nama umum untuk lensa-lensa krikil yang terbentuk secara alami dan diendapkan sepanjang aliran sungai atau dari gletser. Krikil kacang (pea) di Pekanbaru disebut krikil jagung, ialah kerikil yang disaring dan hanya mengandung ukuran menurut rentang tertentu (biasanya sekitar 6 sampai sekecil 3mm) dan dengan sendirinya  akan berkualitas kurang buruk.

            Krikil, pasir dan lanau ialah bahan-bahan tak berkohesi dan terdapat pada deposit-deposit yang mempunyai rentang dari keadaan longgar sampai rapat dan dari kasar sampai halus. Akan tetapi, kebanyakan deposit itu keadaanya mulai medium sampai agak rapat. Bahan ini dapat mempunyai kohesi dari mineral lempung dalam pasir halus dan pengisi lanau yang mungkin terdapat didalamnya.

Lanau

            Lanau dan lempung khususnya penting dalam rekayasa pondasi karena bahan-bahan ini cenderung paling menyulitkan dalam arti kekuatan dan penurunan. Lanau dan tepung batuan dalam rentang ukuran partikel  0,074 mm sampai sehalus 0,001 mm merupakan produk sampingan yang lembam terhadap pelapukan batuan. Bahan–bahan ini mungkin “lanau organik” (OL, OH) kalau terkontaminasi oleh bahan organic, dan kalau dengan cara lain terkontaminasi bahan organic, maka akan termasuk ML, MH.

            Lanau lembab mempunyai kohesi nyata dari efek akumulatif tegangan permukaan pada partikel kecil yang banyak jumlahnya, tetapi pada waktu terjadi pengeringan timbullah penyusutan minimal (kecuali kalau bersifat organik) dan bongkahan kering yang terjadi itu dengan mudah dapat dipatahkan dengan tekanan jemari.

Lempung

            Ukuran mineral lempung (0,002 mm, dan yang lebih halus) agak bertindihan (overlap) dengan ukuran lanau. Akan tetapi, perbedaan hakiki antara keduanya ialah bahwa mineral lempung tidak lembam. Lempung ialah suatu silikat hidro-aluminium yang kompleks (AL2O3. nSiO2. kH2O), dimana n dan k merupakan nilai-nilai numerik molekul yang terikat individual yang mampu menyerap 100+ kali volume partikelnya.

Ada tak- adanya  air (selama pengeringan) dapat menghasilkan perubahan volume dan kekuatan sangat besar. Partikel-pertikel lempung juga mempunyai gaya tarik antar-partikel yang sangat kuat, untuk sebagian menyebabkan kekuatan sangat tinggi pada suatu bongkah kering (atau bata lempung). Penyerapan air dan tarikan antar partikel secara kolektif memberikan “kegiatan” dan kohesi kepada lempung (dan kepada tanah yang mengandung mineral lempung)***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s