Sembraut Dibalik Gemerlapan Jalan Sudirman


Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Pengamat Perkotaan/Dosen Pasca Sarjana Teknik Sipil UIR

Jalan Sudirman yang berhulu di Simpang Tiga menuju bandara sampai dengan Pelita Pantai di tepi Sungai Siak, merupakan sentral pusat kota metropolitan. Jalan ini juga merupakan urat nadi perekonomian Provinsi Riau khususnya Pekanbaru. Tampak disini gedung-gedung megah dan monumental milik pemerintah seperti, kantor Gubernur Riau, kantor Walikota Pekanbaru Bank Indonesia, gedung Perpustakaan Negara, kantor pengadilan dan kejaksaaan, kantor Polda Riau, dan sebagainya.

            Disini berdiri kokoh berpuluh-puluh bangunan perbankan lainnya, berpuluh-puluh hotel berbintang, berpuluh mal dan pusat perbelanjaan, disamping beratus-ratus bangunan pertokoaan dan perkantoran lainnya. Bangunan penting lainya seperti, museum, makam pahlawan tempat rekreasi juga berjejer ikut berbaris disepanjang jalan ini.

            Jalan ini tampak bagaikan taman kota metropolitan, di sepanjang median jalan terdapat jalur hijau dengan bunga dan pohon pelindung yang cukup teduh. Pada malam hari berbagai warna warni lampu selang melilit pohon-pohon pelindung ini, disamping lampu capung dan kupu-kupu raksasa  yang hinggap disini. Juga tampak jelas untaian lampu yang membentuk akar-akar beringin yang bergantungan. disamping pohon-pohon kelapa berwarna merah dan hijau, juga terdapat pohon bambu yang bersinar serta air macur disepanjang jalur hijau ini.

            Tapi sayang seribu kali sayang, begitu hujan turun agak 20 menit. Jalan protokol ini pun mulai panen air bah, genangan beberapa puluh centi meter pun terjadi di depan kantor telkom. Macet pun terjadi mulai dari toko Toba sampai ke bank Panin karena genangan air, dan SPBU di depan kantor walikota pun menjadi danau buatan, serta air pun menyeberang di atas aspal dengan lajunya di depan rumah sakit Awal Bross, sehingga median jalan pun di potong agar air bisa menyeberang ke saluran depan restoran Pondok Patin.

            Tapi sayang seribu kali sayang, disamping gedung-gedung megah jua terdapat berpuluh bahkan beratus unit pertokooan yang berkesan tidak terurus, alisa  sembraut. Meman ada beberapa toko ada beberapa toko yang terletak di antara jalan Pangeran Hidayat dengan Muhammad Yamin yang sudah dibenahi. Coba Anda lihat pertokoan lainya di sekitar areal ini, tampak anten-anten pesawat televisi yang dipasang begitu acak, mesin-mesin Ac yang dipasang seenaknya, kabel-kabel berserakan di depan dan bergantungan bagaikan sarang laba-laba dan ada juga atap dag beton yang tidak terawat sampai tumbuh rumput liar. Di samping Garis sempadan pertokooan ini yang tidak beraturan, juga kelihatan tidak ada ruang gerak untuk mobil atau petugas kebakaran di antara blok pertokoaan.       

            Bila Anda kuang hati-hati, Anda bisa tertimpa oleh cucuran air hujan yang jatuh terjun bebas dari atap ruko ke pinggir jalan, bagaikan air terjun di water boom. Coba perhatikan banyak pipa–pipa paralon yang sengaja dibuat untuk membuang air hujan dari atap dag ruko yang sangat mengganggu pandangan mata bagi yang lewat di sini. Yang lebih jeleknya ada juga yang membuat semacam bangunan kecil dari atap seng bekas seperti kandang di atap ruko, hal ini tampak jelas dari kendaraan Anda yang lewat di sini.

             Inilah sekedar gambaran kesembrauitan di balik kegemerlapan kota jalan Sudirman kota Metropolitan Pekanbaru. Marilah kita benahi bersama-sama, menjaga keindahan kota bertuah ini, kotaku, kota kita bersama. Semoga.***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s