Karakteristik Eskalator


 (Beda Eskalator Dengan Ramp Berjalan) 

 

 Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Praktisi  HAKI (Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia)

             Kepada Yang Terhormat Bapak Pengasuh Rubrik. Apa dasar pemilihan suatu eskalator? Apa perbedaan  Eskalator dengan Ramp Berjalan? Mohon jelaskan karakteristik eskalator dan ramp berjalan: perencanaannya, jenisnya, kemampuan angkutnya, jumlahnya yang dikaitkan dengan luas lantai bangunan, dan sebagainya. (Dari Bu Dumai Yanti, Komp. Damai Lenggeng-Pekanbaru)

      Bu Dumai Yanti yang saya hormati. Eskalator dapat Anda lihat di mal-mal kota Pekanbaru, begitu juga Ramp Berjalan/Travelator atau travelator (moving walks), dapat Anda lihat di Hypermart SKA Pekanbaru atau di Air Port Soekarno Hatta Jakarta.

 Pemilihan eskalator dan ramp berjalan (Jimmy S. Juwana, 2005) didasarkan pada jumlah maksimum orang yang perlu dipindahkan dalam waktu lima menit (sama halnya dengan lif). Kemampuan sekelompok eskalator untuk menangkut orang harus cocok dengan waktu tersibuk yang direncanakan. Hal ini perlu dilakukan secara cermat, terutama untuk aplikasi tertentu seperti stasiun kereta api (subway) di mana pada saat yang bersamaan sejumlah penumpang ke luar dari kereta api dan ingin secara cepat keluar.

Eskalator dan ramp berjalan digerakkan oleh motor listrik yang berputar secara tetap dan dilengkapi dengan pegangan tangan yang bergerak sama cepatnya dengan kecepatan bergeraknya anak tangga/ramp. Kecepatan yang bisa digunakan adalah antara 0,45-0,60 meter/detik, tetapi dengan rancangan khusus, kecepatan eskalator dapat dipercepat di atas 70 meter/detik.

Eskalator hanya mempunyai dua jenis, jalur tunggal (untuk satu orang berdiri) dengan lebar 60 cm – 81 cm, dan jalur ganda (untuk dua orang berdiri bersama dalam satu anak tangga) dengan lebar 100 cm – 120 cm. Kemiringan maksimal yang dapat diterima adalah 35 derajat, dengan ketinggian maksimal 20 meter. Sedangkan ramp berjalan hanya mampu mempunyai kemiringan maksimal 15 derajat, dengan kecepatan antara 0,60 sampai 1,33 meter/detik.

Kemampuan eskalator mengangkut orang atau daya angkut dalam waktu lima menit, untuk jenis eskalator Tunggal dengan kecepatan 0,45 m/det adalah 170 orang, sedangkan dengan kecepatan 0,60 m/det bisa mencapai 225 orang.  Daya angkut untuk jenis Ganda dalam waktu lima menit, untuk kecepatan 0,45 m/det adalah 340 orang, sedangkan dengan kecepatan 0,60 m/det bisa mencapai 450 orang.

            Untuk bangunan kantor dan pusat perbelanjaan yang jumlah lantainya kurang dari enam lantai, penggunaan eskalator untuk naik-turun orang sangat dianjurkan. Sepasang eskalator beralur tunggal cocok untuk luas lantai 10.000 meter persegi, sedangkan untuk yang beralur ganda cocok untuk luas lantai 20.000 meter persegi. Untuk kompleks pertokoan, selain perlu disediakan satu lif untuk setiap 10.000 meter persegi lantai, juga perlu disediakan satu eskalator (alur ganda) untuk setiap 5.000 meter persegi luas lantai.

            Ada tiga macam tata letak esklator yang sering digunakan; bersilang, sejajar dengan arus manusia yang berputar, dan sejajar dengan arus manusia menerus. Tata letak eskalator yang bersilang merupakan konfigurasi yang paling sering digunakan, karena mengunakan luasan lantai yang paling sedikit, efisien dalam penggunaan strukturnya, sehingga biayanya paling murah. Tata letak paralel lebih mahal dan kurang efisien, namun umumnya digunakan pada kondisi di mana orang yang ingin diarahkan jumlahnya sangat banyak, seperti halnya pada terminal udara atau stasiun kereta api.*** 

 (Beda Eskalator Dengan Ramp Berjalan)

 

 

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Praktisi  HAKI (Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia)

           

             Kepada Yang Terhormat Bapak Pengasuh Rubrik. Apa dasar pemilihan suatu eskalator? Apa perbedaan  Eskalator dengan Ramp Berjalan? Mohon jelaskan karakteristik eskalator dan ramp berjalan: perencanaannya, jenisnya, kemampuan angkutnya, jumlahnya yang dikaitkan dengan luas lantai bangunan, dan sebagainya. (Dari Bu Dumai Yanti, Komp. Damai Lenggeng-Pekanbaru)

      Bu Dumai Yanti yang saya hormati. Eskalator dapat Anda lihat di mal-mal kota Pekanbaru, begitu juga Ramp Berjalan/Travelator atau travelator (moving walks), dapat Anda lihat di Hypermart SKA Pekanbaru atau di Air Port Soekarno Hatta Jakarta.

 Pemilihan eskalator dan ramp berjalan (Jimmy S. Juwana, 2005) didasarkan pada jumlah maksimum orang yang perlu dipindahkan dalam waktu lima menit (sama halnya dengan lif). Kemampuan sekelompok eskalator untuk menangkut orang harus cocok dengan waktu tersibuk yang direncanakan. Hal ini perlu dilakukan secara cermat, terutama untuk aplikasi tertentu seperti stasiun kereta api (subway) di mana pada saat yang bersamaan sejumlah penumpang ke luar dari kereta api dan ingin secara cepat keluar.

Eskalator dan ramp berjalan digerakkan oleh motor listrik yang berputar secara tetap dan dilengkapi dengan pegangan tangan yang bergerak sama cepatnya dengan kecepatan bergeraknya anak tangga/ramp. Kecepatan yang bisa digunakan adalah antara 0,45-0,60 meter/detik, tetapi dengan rancangan khusus, kecepatan eskalator dapat dipercepat di atas 70 meter/detik.

Eskalator hanya mempunyai dua jenis, jalur tunggal (untuk satu orang berdiri) dengan lebar 60 cm – 81 cm, dan jalur ganda (untuk dua orang berdiri bersama dalam satu anak tangga) dengan lebar 100 cm – 120 cm. Kemiringan maksimal yang dapat diterima adalah 35 derajat, dengan ketinggian maksimal 20 meter. Sedangkan ramp berjalan hanya mampu mempunyai kemiringan maksimal 15 derajat, dengan kecepatan antara 0,60 sampai 1,33 meter/detik.

Kemampuan eskalator mengangkut orang atau daya angkut dalam waktu lima menit, untuk jenis eskalator Tunggal dengan kecepatan 0,45 m/det adalah 170 orang, sedangkan dengan kecepatan 0,60 m/det bisa mencapai 225 orang.  Daya angkut untuk jenis Ganda dalam waktu lima menit, untuk kecepatan 0,45 m/det adalah 340 orang, sedangkan dengan kecepatan 0,60 m/det bisa mencapai 450 orang.

            Untuk bangunan kantor dan pusat perbelanjaan yang jumlah lantainya kurang dari enam lantai, penggunaan eskalator untuk naik-turun orang sangat dianjurkan. Sepasang eskalator beralur tunggal cocok untuk luas lantai 10.000 meter persegi, sedangkan untuk yang beralur ganda cocok untuk luas lantai 20.000 meter persegi. Untuk kompleks pertokoan, selain perlu disediakan satu lif untuk setiap 10.000 meter persegi lantai, juga perlu disediakan satu eskalator (alur ganda) untuk setiap 5.000 meter persegi luas lantai.

            Ada tiga macam tata letak esklator yang sering digunakan; bersilang, sejajar dengan arus manusia yang berputar, dan sejajar dengan arus manusia menerus. Tata letak eskalator yang bersilang merupakan konfigurasi yang paling sering digunakan, karena mengunakan luasan lantai yang paling sedikit, efisien dalam penggunaan strukturnya, sehingga biayanya paling murah. Tata letak paralel lebih mahal dan kurang efisien, namun umumnya digunakan pada kondisi di mana orang yang ingin diarahkan jumlahnya sangat banyak, seperti halnya pada terminal udara atau stasiun kereta api.***

Advertisements

5 responses to “Karakteristik Eskalator

  1. terima kasih atas infonya.

  2. Kepada yang terhormat bapak Ir. Ronny Ardiansyah, saya Andy Laksono mahasiswa arsitektur Universitas Lancang Kuning yang sedang mengerjakan MK. Studio Arsitektur V dengan judul Stasiun kereta api terpadu. Untuk kemiringan rel kereta yang diizinkan maksimal berapa derajat?
    Karena biasanya untuk mencapai stasiun utama kereta api akan berjalan keatas (menanjak), seperti stasiun Gambir yang rel nya terletak di lantai 2. Mohon bantuanya pak, terimakasih.

  3. Terimakasih Sdr. Andy Laksono, selamat mengerjakan MK. Bila saya dapat datanya dari buku jalan rel, akan saya informasikan.

  4. terimakasih pak atas infonya

  5. kepada pak rony
    saya mau tanya pak?
    macam-macam eskalator itu apa ya pak ?
    yang saya tau dari artikel bapak adalah tentang tata letak dari eskalator

    trima kasih pak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s