Bahaya Pencemaran Kabut Asap


Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Pengamat Perkotaan/Dosen Pasca Sarjana Teknik Sipil UIR

         

                Kini warga Provinsi Riau tidak perlu mencemaskan dapur tidak berasap, karena rumah-rumah mereka telah dikepung dan diselimuti oleh kabut asap. Sayangnya asapnya bukan asap dapur, tetapi racun kabut asap akibat kebakaran hutan. Diperkirakan lebih dari 100 hektar lahan terbakar di wilayah Kota Dumai dan sekitarnya, 5.000 masker pun telah dipersiapkan untuk warga Dumai. Ratusan hektar kebun di lahan gambut di kecamatan Teluk Meranti dan Kecamatan Kerumutan pun terbakar hebat, sehingga Pemkab Pelalawan pun sibuk mengelar rapat antar-instansi.  Meskipun Gubernur Riau telah menjerit meminta aparat untuk menindak pelaku pembakar lahan, namun asap makin hari makin bertambah tebal di Kota Pekanbaru.

            Polusi udara Kota Pekanbaru di beberapa kota besar di Riau, telah sangat memprihatinkan. Beberapa hasil penelitian tentang polusi udara dengan segala risikonya telah dipublikasikan, termasuk risiko kanker darah. Namun, jarang disadari, entah berapa banyak warga kota yang meninggal setiap tahunnya karena infeksi saluran pernapasan, asma, maupun kanker paru akibat polusi udara kota.

            Meskipun sesekali telah mulai turun hujan, tetapi coba sempatkan menengok ke langit saat udara cerah sejak pagi sampai sore hari. Langit di Pekanbaru dan kota-kota lainnya di Riau sudah tidak biru lagi. Udara kota telah dipenuhi oleh jelaga dan gas-gas yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

            Menurut Anies Dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, di kota-kota besar, kontribusi gas buangan kendaraan bermotor sebagai sumber polusi udara mencapai 60-70 persen. Sedangkan kontribusi gas buang dari cerobong asap industri hanya berkisar 10-15 persen, sisanya berasal dari sumber pembakaran lain, misalnya dari rumah tangga, pembakaran sampah, kebakaran hutan, dan lain-lain.

            Sebenarnya banyak polutan udara yang perlu diwaspadai, tetapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan beberapa jenis polutan yang dianggap serius. Polutan udara yang berbahaya bagi kesehatan manusia, hewan, serta mudah merusak harta benda adalah partikulat yang mengandung partikel (asap dan jelaga), hidrokarbon, sulfur dioksida, dan nitrogen oksida. Kesemuanya diemisikan oleh kendaraan bermotor.

            WHO memperkirakan bahwa 70 persen penduduk kota di dunia pernah menghirup udara kotor akibat emisi kendaraan bermotor, sedangkan 10 persen sisanya menghirup udara yang bersifat “marjinal”. Akibatnya fatal bagi bayi dan anak-anak. Orang dewasa yang berisiko tinggi, misalnya wanita hamil, usia lanjut, serta orang yang telah memiliki riwayat penyakit paru dan saluran pernapasan menahun. Celakanya, para penderita maupun keluarganya tidak menyadari bahwa berbagai akibat negatif tersebut berasal dari polusi udara akibat emisi kendaraan bermotor yang semakin memprihatinkan.

            Kita perlu belajar melalui pengalaman dari negara lain dalam hal polusi udara kota ini. Pada tahun 1990-an dilaporkan bahwa di Cubatao, Brasil, terjadi tragedi lingkungan yang cukup fatal bagi bayi. Empat puluh dari setiap 1000 bayi yang lahir di kota itu meninggal saat dilahirkan, sedangkan 40 yang lain kebanyakan cacat atau meninggal pada minggu pertama hidupnya. Pada era tahun tersebut, dengan 80.000 penduduk, Cubatao mengalami sekitar 10.000 kasus kedaruratan medis, yang meliputi penyakit tuberkulosis (TBC), pneumonia, bronkitis, emfisema, asma bronchiale, serta beberapa penyakit pernapasan lain.

            Solusi untuk mengatasi polusi udara kota terutama ditujukan pada pembenahan sektor transportasi, tanpa mengabaikan sektor-sektor lain. Hal ini kita perlu belajar dari kota-kota besar lain di dunia, yang telah berhasil menurunkan polusi udara kota dan angka kesakitan serta kematian yang diakibatkan karenanya.

Udara merupakan ciptaan Allah S.W.T yang sangat penting tetapi sering terlupakan atau dianggap sepele keberadaannya. Padahal tanpa udara takkan pernah ada kehidupan. Tanpa udara bersih takkan dapat diperoleh kehidupan yang sehat. Setiap hari rata-rata manusia menarik nafas 26.000 kali, berkisar antara 18 sampai 22 kali setiap menitnya. Kita cap kali tidak merasa bersyukur.

            Pentingnya udara sering terabaikan, terutama karena sampai kini kita masih bisa memperoleh tanpa harus mengeluarkan uang dari kocek kita sediri sepeser pun. Di Tokyo, beberapa waktu yang lalu udara bersih (oksigen) sudah mulai dijual orang dalam tabung. Pada tempat-tempat penjagaan polisi lalu lintas di daerah yang sangat padat dengan kendaraan, tersedia tabung oksigen untuk polisi yang bertugas. Secara periodik, beberapa jam sekali, polisi lalu lintas yang bertugas di lapangan, kembali ke posnya sekedar untuk menghirup udara bersih.

            Kejutan pertama pada manusia, seperti yang di utarakan oleh Profesor Budhihardjo dalam bukunya Kota berwawasan Lingkungan, yang menyadarkan akan bahaya yang ditimbulkan oleh uadara kotor, terjadi pada tahun 1952 yang dikenal dengan ”The great london smog”. Selama lima hari dalam bulan Desember tahun itu, ibu kota negara Inggris tertutup oleh kabut asap yang serba kelabu. Sesudah hari-hari yang dipenuhi dengan rasa frustasi, stress, dan pisuhan dari penduduk itu, tercatat sejumlah 4.000 jiwa melayang dan sejumlah besar penduduk kota menderita bronkitis, penyakit jantung, dan berbagai penyakit pernafasan lain. Tidak hanya manusia yang menderita karena udara yang tercemar. Bangunan, lukisan dan patung atau monumen pun berhancuran, terutama karena asap dan gas mobil.

            Asap dan gas panas kelabu atau hitam mudah dideteksi, tetapi gas-gas buangan yang tidak kelihatan karena tidak berwarna dan tidak berbau, sebetulnya tidak kalah berbahaya. Susahnya lagi, polusi udara tidak mengenai batas yang jelas. Polusi radioaktif dapat bertahan berbulan-bulan di atas atmosfir bumi dan menyebar kemanapun di dunia ini, bisa beribu-bu kilometer dari sumber asalnya.***

Advertisements

One response to “Bahaya Pencemaran Kabut Asap

  1. Marvin Apituley

    Ass….
    Pak Rony yang terhormat dan baik hati, maaf saya mau nanya karna saya awam dlm bidang teknik sipil, pada alat silinder uji beton kan ada nilai kalibrasinya/konversinya apabila pada manomoter dgn satuan kN, nah kalau hasil tekan sampai beton hancur dan pada manometernya menunjukan angka 300, apakah itu sudah menunjukan bahwa benda uji tersebut telah masuk pada K300, dan kalau ada nilai konversi atw kalibrasinya, mohon di sampaikan. mohon maaf sblm.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s