Teknik Sipil Itu Apa?


(Catatan Buat Calon Mahasiswa Tahun 2010)

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Dosen Pasca Sarjana Teknik Sipil UIR

                Saya berasal dari Siak Sri Indrapura, saat itu merupakan kota kecil Kecamatan Siak, Kabupaten Bengkalis. Dari tahun 1973 saya melanjutkan pendidikan di Pekanbaru. Melihat pembagunan gedung bertingkat yang jauh lebih pesat dibandingkan dengan Siak Sri Indrapura, meskipun pada saat itu gedung tertinggi, yakni ruko berlantai-4 di Jalan Ir. H Juanda, dan beberapa gedung pemerintahan yang cukup megah, seperti Gedung Bank Indonesia (BI) dan sebagainya, serta sedang dibangunannya Jembatan Siak-1.

             Pada saat berada di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) sudah timbul minat, bila tamat SMA saya akan melanjutkan di jurusan ilmu teknik bangunan di perguruan tinggi. Tahun 1984 saya pun berhasil lulus dari SMA Negeri 3 Rumbai, saya pun sibuk menanyakan ke kiri-kanan, muka-belakang, sanak saudara, kerabat dan kenalan. Harus ke Fakultas apa saya kuliah, bila berminat di ilmu struktur bangunan.

Walaupun dengan susah payah akhirnya saya dapatkan jawabannya juga yakni, Fakultas Teknik Sipil, meskipun saya tidak tahu persis apa yang akan dipelajari dan akan menjadi apa bila melanjutkan pendidikan di Fakultas Teknik Sipil. Ternyata bukan pada saat itu saja, tetapi sampai sekarang tahun 2010, siswa-siswi seperti teman-teman anak saya di SMA Negeri-1 Pekanbaru pun masih banyak yang tidak tahu apa itu teknik sipil. Jangankan sekolah-sekolah di tingkat kabupaten, siswa-siswa SMA favorit Ibu Kota Proveinsi Pekanbaru pun masih bingung pada saat ini.

Jadi tidak heran, bila Universitas Islam Riau (UIR), yang mempunyai Fakultas Teknik Sipil tertua di Riau, yakni berdiri tahun 1964 setiap tahunnya menerima mahasiswa jurusan ini hanya kurang dari 10% dibandingkan dengan jurusan lainnya. Minimnya para siswa memilih jurusan teknik sipil ini bukan hanya di UIR, tetapi juga di UNRI dan UNILAK. Mengapa? Saya kira hanya kurang sosialisasi, benarkah itu? Padah al peran sarjana jurusan ini sangat diharapkan pada era pembangunan sekarang ini, apalagi sebentar lagi pada tahun 2012 akan ada PON di Kota Bertuah ini, dan untuk mengwujudkan Visi Riau 2020.

 

Sejarah Teknik Sipil

Cikal bakal pendidikan tinggi tekni sipil sudah berawal pada tahun 1676 Masehi dengan dimulainya pendidikan tinggi teknik modern dari korps zeni di Perancis yang dalam kurikulum pendidikan teknik militer (military engineering)-nya terdapat materi topografi, teknik pembangunan jalan, jembatan dan pelabuhan dalam suatu kurikulum ’genie civil’.

Pendidikan formal pertama dalam bidang tekni (engineering) didirikan di Paris oleh seorang kepala insinyur jalan dan jembatan Jean Rodolphe Perronet atas perintah Raja Louis XV pada tahun 1947 dengan nama Ecole nationale des Ponts et Chaussees (ENPC).

Di Indonesia (baca: di buku Trend Teknik Sipil oleh prof. Budi Soesilo Soepanji), pendidikan tinggi rekayasa teknik sipil baru berdiri pada tahun 1920 dengan nama Bandoengsch Technice Hoogeshool, yang dimotori oleh industriawan Belanda yang berada di Hidia Belanda setelah Perang Dunia I dengan tujuan memenuhi kebutuhan sarjana teknik bagi Hindia Belanda yang telah terputus pengadaannya akibat perang.

Teknologi Teknik Sipil Saat Ini

            Teknik sipil bukan sekedar ilmu terapan, tetapi berhubungan dengan pemecahan masalah nyata dalam kehidupan yangt berdampak pada kualitas hidup dan lingkungan dan masyarakat luas. Ahli teknik sipil melayani masyarakat melalui penerapan pengetahuan dan keterampilan dalam perencanaan, perancangan, konstruksi proyek dalam berbagai disiplin ilmu sebagai berikut ini.

            Rekayasa Struktur (Structural Engineering), meliputi: gedung, jembatan, stasiun pembangkit listrik, dam, terowongan, bangunan pelabuhan dan struktur lainnya. Sumber Daya Air (Water Resources), meliputi: pengelolaan sumber daya air, irigasi, pengendalian banjir dan drainase, pembangkit tenaga listrik, teknik pantai dan lepas pantai. Teknik Lingkungan (Environmental Engineering), meliputi: penyediaan air minum dan distribusinya, penyaluran dan pengolahan limbah, pengendalian pencemaran udara dan air, pengelolaan persampahan. Rekayasa Geoteknik (Geotechnical Engineering), meliputi: penyelidikan tanah, stabilitas lereng, desain pondasi, reklamasi tanah dan ultilisasi ruang bawah tanah. Dan Teknik Transportasi (Transportation Engineering), meliputi: pelabuhan udara, pelabuhan laut, jalan raya, jalan kereta api, sistem tranportasi beserta fasilitas yang menyertainya.

\           Pendidikan teknik sipil harus menawarkan meteri bidang rekayasa sipil secara profesional untuk menyiapkan mahasiswa agar mampu berkarya di bidang perencanaan, perangcangan, konstruksi dan manajemen pada proyek teknik sipil. Tujuan pendidikan program studi Teknik Sipil secara umum adalah menghasilkan lulusan yang mampu sebagai berikut ini.

            Pertama, menerapkan pengetahuan teknik sipil dasar ke dalam kegiatan perencanaan, perancangan, pengelolaan, pemecahan masalah di bidang ilmu teknik sipil, khususnya untuk masalah perkotaan. Kedua, melakukan eksperimen dan analisis serta menginterprestasikan data/informasi di bidang ilmu teknik sipil dasar. Ketiga, menjelaskan cara penggunaan perangkat lunak dan peralatan laboratorium untuk keperluan perencanaan, perancangan, dan pengelolaan sistem di bidang ilmu teknik sipil.

Keempat, menjelaskan standar-standar dan peraturan-peraturan yang berlaku di bidang ilmu teknik sipil. Kelima, menjelaskan aspek legal dan hubungannya dengan industri teknik sipil. Keenam, menjelaskan beberapa aspek manajemen dan ekonomi dalam pelaksanaan konstruksi bengunan sipil sederhana. Dan Ketujuh, berkomunikasi secara efektif minimal dalam bahasa Indonesia dan Inggris serta bersosialisasi dengan kelompok dalam bidang ilmu teknik sipil dan bidang ilmu lainnya serta bekerja secara mandiri maupun dalam tim dengan penuh rasa tanggung jawab serta menjunjung tinggi etika profesi.

            Ada dua jalur yang dapat ditempuh seorang sarjana sipil setelah penyelesaikan strata satunya. Untuk mencapai jenjang ’profesi’ sebagai ahli Teknik Sipil, luluisan strata satu (bachelor degree) program studi teknik sipil memerlukan pengalaman kerja selama sedikit tiga tahun di bidangnya dan lulus seleksi untuk mendapatkan sertifiksi insinyur profesional muda. Jalur kedua adalah tingkat ’ahli’ dimana untuk mencapai tingkatan ahli teknik sipil secara akademis, lulusan strata satu memerlukan studi lanjut ke strata dua (master degree) dan strata tiga (doctoral degree) atau melalui profesional berupa pendidikan spesialis satu atau spesialis dua. Ahli teknik sipil bertanggung jawab secara kreatif dalam mengarahkan dan memanfaatkan sumber daya alam untuk kepentingan dan kesejahteraan manusia.***

Advertisements

5 responses to “Teknik Sipil Itu Apa?

  1. ass..
    pak, saya sangat berminat untu masuk difklts teknik sipil ini..
    tapi saya takut, jika dlm proses perkuliahan nnti sya tak mmpu u/ bsa brtahan..
    krna bnyak tmen-tmen saya yg bilang kaloo jurusan ini susah..

  2. Walaikumussalam Dik Selva. Segala sesuatu bisa berhasil tidak hanya dengan otak yang cemerlang, lebih banyak orang-orang berhasil karena mempunyai tekad dan kemauan bekerja keras, bila Dik Selva ingin kuliah di fakultas Teknik Sipil, maju saja Insyah Allah, berhasil.

  3. hmm…
    okee laah..
    makasiih atas dukungannya ya pakk..
    🙂

  4. saya bingung memilih kul di S1 teksipil ato D4 teksipil..mohon saran,,,trim

  5. Nasir Tukanggambar, dari pada bingung mending masuk dua2nya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s