Koral yang Baik untuk Campuran Beton


Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Praktisi  HAKI (Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia)

            Buat Anda yang sedang membangun rumah, pernakah Anda mencoba memilih koral yang baik sebagai material campuran beton? Apakah Anda hanya tahu memesan sejumlah koral yang telah diestimasi  oleh tukang Anda? Tanpa ingin tahu lebih jauh tentang mana yang lebih baik koral/krikil atau batu pecah? Ukuran butiran koral seperti apa yang akan Anda pesan? Bentuk koral, kadungan kadar lumpur dan lain sebagainya.

            Material seperti koral alias krikil, batu pecah dan pasir adalah meterial yang digunakan sebagai bahan baku beton, bahan yang berasal dari batu ini disebut ‘agregat’. Agregat mempunyai peranan sangat penting terhadap kualitas beton maupun harganya. Biasanya 56-75% volume total beton terdiri dari volume agregat, oleh karena itu dengan menggunakan komposisi semaksimal mungkin akan memperoleh harga beton yang lebih murah dengan kualitas beton yang tetap memadai.

            Berdasarkan distribusi kumpulan ukuran butirannya, agregat dapat dibedakan menjadi agregat halus (pasir) dan agregat kasar (koral, misalnya). Agregat berfungsi sebagai bahan pengisi, dan walaupun fungsinya hanya sebagai bahan pengisi, ini tidak berarti peranannya dalam menentukan kekuatan beton lebih kecil daripada semen.

            Sifat dan karakteristik Koral (agregat) sangat menentukan kualitas akhir beton yang dikerjakan. Agregat dengan ukuran butiran yang lebih halus memerlukan semen lebih banyak dibandingkan dengan menggunakan butiran yang lebih kasar dan berarti memerlukan penggunaan semen yang lebih sedikit, sehingga berdampak terhadap pengurangan harga akhir beton.

            Koral dengan sifat kekerasan, kepadatan, dan keawetan tinggi akan menghasilkan beton berkualitas lebih tinggi, sedangkan beton yang dubuat dengan sifat sebaliknya akan menghasilkan beton berkualitas rendah. Koral dengan kekerasan, kepadatan, dan keawetan tinggi mempunyai sifat kekekalan yang lebih baik.

            Demikian juga koral yang mengalami pencemaran, baik oleh bahan organik ataupun anorganik dapat mempengaruhi kualitas agregat sehingga memerlukan tinfdakan pencucian terlebih dahulu sebelum digunakan.

Berikut ini kita lihat cara memilih koral yang baik sebagai bahan baku campuran beton. Koral untuk beton sebagai hasil disintegrasi alami dari batuan-batuan berupa krikil alam, pada umumnya yang dikatakan koral adalah batuan atau agregat yang ukuran butirannya lebih dari 5 mm. Koral yang baik harus terdiri dari butir-butir yang keras dan tidak berpori. Koral yang mengandung butir-butir pipih hanya dapat dipakai, apabila jumlah butir-butor pipih tersebut tidak melampaui 20% berat koral seluruhnya.

Koral yang baik harus bersifat kekal, artinya tidak pecah atau hancur oleh pengaruh-pengaruh cuaca, seoerti terik  matahari dan hujan. Ingat. Koral yang baik tidak boleh mengandung kadar lumpur melampai 1%, bila melebihi koral harus dicuci.

Koral yang baik harus terdiri dari beraneka ragam besarnya, agar bisa saling mengisi untuk menghasilkan suatu campuran atau beton jadi yang padat. Bila dibawa ke Laboratorium Beton, apabila diayak dengan susunan ayakan, maka koral harus memenuhi syarat-syarat bebagai berikut. Sisa di atas ayakan 31,5 mm, harus minimum 0% berat. Sisa di atas ayakan 4 mm, harus berkisar 90% dan 98% berat. Dan Selisih antara sisa-sisa komulatif di atas dua ayakan yang berurutan adalah maksimal 60% dan minimum 10% berat.

Berdasarkan uraian di atas terlihat betapa pentingnya peran agregat (Koral) dalam pekerjaan beton, di samping peran bahan baku pembuat beton lainnya. Untuk itu diperlukan perhatian sungguh-sungguh dalam menentukan pilihan jenis koral yang akan digunakan, agar sesuai dengan sifat pekerjaan dan lingkungan di mana rtumah Anda didirikan. Tindakan ini diperlukan agar beton yang dibuat memiliki kualitas tinggi dengan harga relatif lebih murah.***

Advertisements

16 responses to “Koral yang Baik untuk Campuran Beton

  1. Assalamualaikum pak roni,

    maaf bertanya lagi. Saya pernah mendengar dari tukang bahwa agragat yang paling baik itu menggunakan batu split dikarenakan penampangnya kasar sedangkan batu koral alam permukaannya halus jadi ikatan dengan semen kurang kuat, apakah betul pak?
    jadi menggunakan agregrat campuran (ditempat saya disebutnya sirtu) yang berasal dari alam lebih baik daripada agregat split yang berdiameter kecil?
    Mohon penjelasannya pak

    Trims
    Hary

  2. Walaikumusalam Sdr. Hary. Kekuatan beton tergantung kepada banyak faktor, Masalah Split atau batu krikil itu adalah faktor bentuk, permukaan kasar akan mempunyai daya ikat yang labih baik. masalah ukuran agregat yang digunakan itu adalah faktor Gradasi, gradasi yang baik adalah agregat yang mempunyai berbagai ukuran yang menerus, sedangkan gradasi seragam baik kecil maupun yang besar termasuk gradasi yang tidak baik. Faktor lain adalah faktor kekerasan material agregat, batu split mempunyai kekerasan yang lebih baik dibandingkan dengan krikil atau koral, terimakasih

  3. pak saya mw tanya,untuk split(batu pecah) mempunyai kekurangan ngga bila digunakan sebagai agregat kasar pada campuran beton?
    mohon uraiannya y pak,trims

  4. Sdr. Ardy. Split atau batu pecah akan menghasilkan mutu beton yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan koral. Hal ini disebabkan split mempunyai permukaan yang lebih kasar, biasanya berat isinya lebih besar dan batu split ini juga mempunyai kekerasan yang lebih dibandingkan dengan koral atau krikil, trims.

  5. Aslm.
    pak, bagaimana cara mencampurkan agregat kasar yang gradasinya berbeda, antara gradasi yang terlalu kasar dan gradasi yang terlalu halus?
    bagaimana komposisi pencampuran agregat tersebut?
    bagaimana pengaruh kuat tekan beton terhadap agregat yang bergradasi kasar, gradasi halus, dan agregat dengan gradasi yang telah dicampur antara yang kasar dan yang halus?
    Mohon urainnya…

  6. Walaikumussalam sdr Hendrik. Gradasi agregat yang baik untuk mendapatkan kuat tekan tekan beton adalah Gradasi Menerus (butiran bervariasi), agar dapat saling mengisis sehingga mendapatkan suatu campuran beton yang padat dengan berat isi yang besar.

  7. pak, klw itu saya sudah tau.
    yang saya tanyakan bagaimana cara mencampur agregat kasar yang berbeda gradasi agar mendapatkan kuat tekan yang maksimum serta bagaimana persentasi campurannya..
    mohon uraiannya.

  8. jawab ui

  9. campuran 1:2:3 itu maksudnya apa pak? aplikasinya gimana jika saya ingin mendapatkan beton dengan campuran tersebut, anggap saja saya punya 1 timba semen, berapa , pasirnya? berapa erikilnya?

  10. Yang dimaksud dengan campuran 1:2:3 menurut Peraturan Beton Indonesia adalah perbandingan berat. Jadi 1 zak semen (50 kg) : 100 kg agregat halus: 150 kg agregat kasar.

  11. Andri wirawan

    Assalamualaikum pak, mau tanya, apakah koral bagus untul campuran agregat suatu pekerjaan jalan? trus, apa apa saja keuntungan dan kerugiannya pak? terima kasih

  12. Andri wirawan

    maksud saya koral sebenarnya pak -__-, maaf sebelumnya..

  13. Sdr Andri Wirawan, tentu koral yang keras karena nilai CBR nya akan besar. Keuntungannya dengan campuran koral yang mempunyai kekerasan yang tinggi maka perkerasan jalan (base) bisa dibuat lebih tipis. Tentu koral yang bagus harganya pasti lebih tinggi, trims.

  14. saya lupa dimana pertanyaan saya> terima kasih

  15. thank you for help…we are be the better.

  16. tanya pak,kami sdg mengolah fly ash dijadikan kerikil buatan,dengan basis campuran semen sekian persen dan water glass serta bbrp bahan kimia pengeras,setelah kerikil kering kami uji dengan membuat benda uji beton berupa tabung dia 15cm tinggi 30cm,setelah 28 hari diuji masuk di fc 29,5,kira2 setelah dibagi faktor index bentuk benda uji,ada di K 350
    pertanyaannya:”apakah bapak pernah tahu atau mungkin memiliki formula tertentu utk mengeraskan kerikil buatan tadi?
    mohon info mengingat ide ini juga menyelamatkan alam dari limbah batu bara yg sdh jadi problem nasional.
    salam hormat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s