Pile Driven Method


(Apa saja persyaratan pemancangan yang baik?)

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Praktisi  HAKI (Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia)

Pertanyaan:

Bapak Pengasuh Rubrik Keamanan Konstruksi. Bagaimana “Metode Pelaksanaan” (Pile Driven Method) Pemancangan Pondasi Tiang. Persyaratan apa saja yang harus dipenuhi dan kapan suatu tiang pancang dapat diberhentikan pemancangannya.

            Jawaban:

Tiang pancang dapat dipancang dengan setiap jenis palu, asalkan tiang pancang tersebut dapat menembus masuk pada ke dalaman yang telah ditentukan atau mencapai daya dukung yang telah ditentukan, tanpa kerusakan. Bilamana elevasi akhir kepala tiang pancang berada di bawah permukaan tanah asli, maka galian harus dilaksanakan terlebih dahulu sebelum pemancangan. Perhatian khusus harus diberikan agar dasar pondasi tidak terganggu oleh penggalian di luar batas-batas yang ditunjukkan dalam gambar.

Kepala tiang pancang baja harus dilindungi dengan bantalan topi atau mantel dan kepala tiang kayu harus dilindungi dengan cincin besi tempa atau besi non-magnetik. Palu, topi baja, bantalan topi, katrol dan tiang pancang harus mempunyai sumbu yang sama dan harus terletak dengan tepat satu di atas lainnya. Tiang pancang termasuk tiang pancang miring harus dipancang secara sentris dan diarahkan dan dijaga dalam posisi yang tepat. Semua pekerjaan pemancangan harus dihadiri oleh Direksi Pekerjaan atau wakilnya, dan palu pancang tidak boleh diganti dan dipindahkan dari kepala tiang pancang tanpa persetujuan dari Direksi Pekerjaan atau wakilnya.

Tiang pancang harus dipancang sampai penetrasi maksimum atau penetrasi tertentu, sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan, atau ditentukan dengan pengujian pembebanan sampai mencapai ke dalaman penetrasi akibat beban pengujian tidak kurang dari dua kali beban yang dirancang, yang diberikan menerus untuk sekurang-kurangnya 60 mm. Dalam hal tersebut, posisi akhir kepala tiang pancang tidak boleh lebih tinggi dari yang ditunjukkan dalam Gambar atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan setelah pemancangan tiang pancang uji. Posisi tersebut dapat lebih tinggi jika disetujui oleh Direksi Pekerjaan.

Bilamana ketentuan rancangan tidak dapat dipenuhi, maka Direksi Pekerjaan dapat memerintahkan untuk menambah jumlah tiang pancang dalam kelompok tersebut sehingga beban yang dapat didukung setiap tiang pancang tidak melampaui kapasitas daya dukung yang aman, atau Direksi Pekerjaan dapat mengubah rancangan bangunan bawah jembatan bilamana dianggap perlu.***

8 responses to “Pile Driven Method

  1. Salam kenal pak,
    saya mau bertanya apakah fungsi calendering test hanya untuk melihat penetrasi pada 10 tumbukan terrakhir ato ada konsumsi perhitungan lain, karena biasanya ketika pengawas disodori hasil calendering test dgan hasil 1,5 s/d 2 cm..cuma bilang bagus..bagus…
    dan apa perlu juga setiap pemancangan harus dilakukan PDA test.
    terima kasih sebelumnya atas pencerahan yg diberikan bapak.

  2. Sdr Uuk. Besarnya Final Set yang ditentukan saat pemancangan adalah berdasarkan hasil hitungan dari berapa daya dukung izin yang akan dicapai, yang tergantung dengan berat, tinggi jatuh dan jenis hammer yang digunakan kedalaman tiang yang dipancang. Formula yang populer digunakan di Indonesia adalah “Hiley Formula”. Sedangkan PDA test adalah semacam loading test yang fungsinya untuk test pile, pile yang akan di tes dipilih dan ditentukan oleh pengawas, biasanya tiang yang diragukan kekuatan dukungnya. Trims

  3. pak rony, saya alumni uii S1 dan skr lg ngerjain tiang pancang. ada referensi ttg pancang pak???mau tanya : test pile itu dilakukan tiap pile cap atau gimn?? trus penurunan tiang pancang itu pd saat kalendering ditentukan dalam 10 pukulan atau rata2 dari 10 pukulan

  4. oswaldus gunawan

    mlm Pak,, kira2 untuk mnentukan ketebalan Pur pada tiang pancang,, di dapat dr mana,,, kita kan tdk bisa hanya asal mnentukan ketebalannya sekian sekian,,
    trus,, ketebalan dinding core juga di tentukan dr mana,, kalau di tentukan dgn tinggi bangunan atau luas core yg direncanakan,, trus rumusnya gimana pak,,,
    terimakasih…

  5. oswaldus gunawan

    ooooh yaa pak lupa lg,,, sama syarat2 kedalaman Pur dr muka tanah,, thx.

  6. Sdr Aan Susanto, tes pile tidak perlu dilakukan pada setiap tiang. Biasanya diambil dua atau tiga tiang yang dianggap paling lemah untuk di tes, hasilnya dianggap dapat mengwakili tiang-tiang lainnya. Kalendering diambil rata-rata 10 pukulan terakhir, bisa dihitung daya dukungnya dengan Hiley formula, Engineering news, Janbu dsb.

  7. sdr Oswaldus Gunawan, tebal poer dan atau pile cap ditentukan oleh besarnya momen lentur akibat beban terpusat akibat kolom dan pancang berfungsi sebagai perletakan atau sebaliknya. Tebal Poer atau pile cap juga ditentukan oleh geser dan geser pons. Kedalaman poer atau pile cap hampir tidak ada pengaruhnya ke struktural, tentukan saja sesuai dengan kebutuhan.

  8. chorial champelo

    pak saya ingin bertanya mengenai pemancangan

    Dalam pemancangan menggunakan alat HSPD
    apa yang menjadi dasar pertimbangan pemberhentian pemancangan…??
    (dg kata lain tidak perlu disambung lagi)
    apakah berdasarkan Perencanaan , kondisi tanah, atau ada yg lainnya ya pa ???

    oh ya pak bagaimana sih kita tahu tiang pancang sudah mencapai tanah keras ??

    trimakasih pak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s