Tembok Raksasa Sepanjang 10.000 ”Li” (Wànlĭ Chángchéng)


Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U

Dosen Teknik sipil UIR

Tembok Besar Tiongkok atau Tembok Raksasa Tiongkok, juga dikenal di Tiongkok dengan nama Tembok Raksasa Sepanjang 10.000 Li (Wànlĭ Chángchéng) merupakan bangunan terpanjang yang pernah dibuat oleh manusia, terletak di Republik Rakyat Tiongkok. Dalam bahasa China tembok raksasa ini dikenal sebagai Wanli Changchen yang artinya “tembok besar sepanjang sepuluh ribuan Li”. Dalam pengertiannya satu Li kurang lebih sepanjang 5,76 km. Jadi tembok China kemungkinan sepanjang 5.760 km. Namun berdasarkan perhitungan penelitian Tembok Besar China membentang sepanjang 6.350 km dan tingginya 8 meter. Lebar bagian atasnya 5 m, sedangkan lebar bagian bawahnya 8 m. Setiap 180-270 m dibuat semacam menara pengintai. Tinggi menara pengintai tersebut 11-12 m.

Untuk membuat tembok raksasa ini, diperlukan waktu ratusan sampai ribuan tahun di zaman berbagai kaisar. Semula, diperkirakan Qin Shi-huang yang memulai pembangunan tembok itu, namun menurut penelitian dan catatan literatur sejarah, tembok itu telah dibuat sebelum Dinasti Qin berdiri, tepatnya dibangun pertama kali pada Zaman Negara-negara Berperang. Kaisar Qin Shi-huang meneruskan pembangunan dan pengokohan tembok yang telah dibangun sebelumnya.

Sepeninggal Qin Shi-huang, pembuatan tembok ini sempat terhenti dan baru dilanjutkan kembali di zaman Dinasti Sui, terakhir dilanjutkan lagi di zaman Dinasti Ming. Bentuk Tembok Raksasa yang sekarang kita lihat adalah hasil pembangunan dari zaman Ming tadi. Bagian dalam tembok berisi tanah yang bercampur dengan bata dan batu-batuan. Bagian atasnya dibuat jalan utama untuk pasukan berkuda Tiongkok.

Tembok besar Tiongkok dianggap sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia. Pada tahun 1987, Tembok Besar Tiongkok dimasukkan dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO. Tembok raksasa, China, termasuk salah satu di antara 10 finalis yang akan mendapat julukan “Tujuh Keajaiban Baru Dunia” yang dipilih oleh jutaan manusia di seluruh dunia. “Pihak penyelenggaran mengumumkan bahwa lebih dari 45 juta manusia di dunia telah ambil bagian dalam pemilihan untuk memilih tujuh keajaiban baru dunia dari sebuah penyaringan 21 bangunan bersejarah.

Sesuai dengan data yang dipublikasikan baru-baru ini, sepuluh finalis adalah Tembok Raksasa (China), Akropolis (Yunani), Kota Maya Kuno Chichen Itza (Meksiko), Stadion Besar (Roma), Menara Eiffel (Paris), Reruntuhan Incha Machu Picchu, Petra (Yordania), patung-patung di Pulau Paskah, Stonehenge (Inggris), serta Taj Mahal (India). Hasil akhir penunjukkan “Tujuh Keajaiban Baru Dunia” secara resmi akan diumumkan pada 7 Juli 2007 di ibukota Portugal, Lisbon.

Mitos yang menyebutkan bahwa Tembok Besar Cina adalah salah satu bangunan buatan manusia yang terlihat dari angkasa luar tumbang sudah. Ironisnya, kenyataan itu justru diberitakan oleh astronot Cina pertama, Yang Liwei. Selama beberapa dekade, Cina selalu mengklaim bahwa peninggalan sejarah yang amat terkenal itu bisa terlihat dari angkasa luar. Buku pelajaran sekolah dasar di sana masih menuliskan tembok raksasa itu bisa dilihat dengan mata telanjang oleh kosmonot yang mengorbit Bumi.

Namun mitos tersebut mulai diragukan setelah Yang Liwei pulang dari perjalanan ke angkasa luar selama 21,5 jam tahun lalu. Waktu itu Liwei menyatakan dirinya tidak bisa melihat tembok besar Cina dari wahananya, Shenzhou V. Oleh karenanya, menurut surat kabar Beijing Times, Jumat (12/3), buku-buku sekolah yang memuat kisah tersebut akan ditulis ulang. Hasil akhir dari pembangunan tembok selama beberapa generasi itu menghasilkan tembok raksasa yang membentang sekitar 6.700 kilometer, melintasi gunung dan lembah, berkelok-kelok seperti naga batu. Namun karena lebarnya hanya sekitar 5 meter dengan ketinggian rata-rata 10 meter, tembok Cina mustahil dilihat dari ruang angkasa.

 Sebagai tambahan, situs National Aeronautics and Space Administration (NASA), menyebutkan beberapa objek memang bisa dilihat dari ruang angkasa tanpa bantuan teropong atau teleskop, namun tembok besar Cina tidak termasuk objek-objek tersebut. Alasannya, tembok itu tidak terlalu lebar dan bahan pembuatnya adalah material yang berwarna seperti lingkungan sekitarnya, sehingga sangat tersamar.

Tembok Besar Cina mulai dibangun sekitar tahun 770 hingga 476 sebelum Masehi oleh dinasti Zhou. Beberapa tembok lain juga dibangun oleh pengasa kerajaan Qin, Yan dan Zhao. Tembok-tembok itu kemudian disatukan oleh Kaisar Pertama Qin Shi Huang setelah ia mempersatukan Cina pada tahun 214 sebelum Masehi.

Selanjutnya pada masa dinasti Han, Kaisar Han Wu Di memerintahkan perluasan tembok guna mencegah serangan dari suku-suku di utara Cina. Waktu terus berlalu, dan perkuatan dan perluasan terus dilakukan hingga jaman dinasti Ming (1368 – 1644). Ming adalah penguasa yang memperkuat tembok dengan bata dan batu granit, serta memperkokoh pondasinya. Ia mendirikan titik-titik penjagaan dan menara-menara kontrol seperti yang bisa kita lihat sekarang.

Untuk membangunan tembok yang tahan dan kuat, tembok ini dibangunan dengan menggunakan kaedah ‘hang-tu’. Lapisan tanah diselang-selingkan dengan lapisan batu dan ranting-ranting di dalam satu bingkai kayu. Ketika zaman perang saudara di China, banyak kerajaan-kerajaan kecil mencoba menakluki kerajaan-kerajaan yang lain bagi memperluaskan jajahan mereka.Kerajaan-kerajaan seperti Qi, Yeh dan Zhao telah memrawat tembok-tembok ini di sempadan negeri mereka.

Tinggal satupertiga bahagian Tembok Besar China yang masih berupa tembok. Sisanya dan itu sebagian besar- sudah hancur dan tidak lagi berupa tembok. Salah satu keajaiban dunia berusia 2.000 tahun itu rusak parah. Separuh dari yang rusak itu masih terlihat bekas-bekasnya, walaupun hanya berupa tumpukan batu. Setupertiga lainnya tidak berbekas lagi. Sebahagian besar kerusakan bangunan yang  itu disebabkan tindakan jahil manusia. Banyak petani di sekitar Tembok Besar China mencungkil bahagian-bahagian tembok itu untuk bangunan rumah mereka. Sebagian mengambilnya untuk membangun pagar atau kandang binatang.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s