Menyoal Kelayakan Cerocok Kayu


Menyoal Kelayakan Cerocok Kayu

(Bagian 1: Keuntungan dan kerugian pemakaian cerocok kayu

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Praktisi  HAKI (Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia)

            Cerucuk Kayu atau yang dikenal dengan istilah populernya “Cerocok”, adalah tiang-tiang kayu yang digunakan sebagai pondasi rumah dan gedung bertingkat di tanah rawa. Ada 2 (dua) jenis kayu cerocok yang umumnya dipergunakan di Pekanbaru yakni, kayu “Ubar” dan “Mahang”. Saat ini, lebih dari separuh rumah dan rumah bertingkat menggunakan cerocok kayu sebagai pondasi, hal ini disebabkan masih murahnya dan lebih praktis mempergunakan cerocok kayu dibandingkan dengan pondasi tiang lainnya (misalnya, concrete mini pile) di Kota Bertuah dan sekitarnya.

            Judul ini penulis sajikan sebagai bentuk jawaban dari keluh kesah masyarakat, yang rumahnya retak karena mempergunakan cerocok kayu sebagai pondasi tiang. Banyak pertanyaan seputuran cerocok kayu yang sampai pada kami; Mengapa rumah saya masih juga retak, padahal sudah dipasang cerocok kayu di bawah cakar ayam (maksudnya pondasi umpak/foot plate); Jenis kayu cerocok apa yang lebih kuat? Kapan dan pada jenis tanah apa yang mengwajibkan penggunaan cerocok kayu? Apa keuntungan dan kerugian mempergunakan cerocok kayu sebagai pondasi dan lain sebagainya.

            Sebelum menjawab secara mendetail, terlebih dahulu perlu kami sampaikan kepada pembaca yang budiman tentang keuntungan-keuntungan mempergunakan cerocok kayu. Keuntungtannya antara lain; Cerocok kayu yang relatif ringan dibandingkan beton atau baja, sehingga mudah dalam transportasi; Kekuatan tarik besar sehingga pada waktu penangkatan untuk pemancangan tidak menimbulkan kesulitan seperti pada tiang pancang precast; Mudah untuk pemotongannya apabila tiang kayu ini sudah tidak masuk lagi kedalam tanah; Tiang pancang kayu atau cerocok lebih sesuai/baik untuk friction pile daripada end bearing pile sebab tegangan tekanannya relatif kecil; dan karena cerocok kayu relatif fleksibel dan lenting terhadap arah horizontal dibandingkan dengan tiang-tiang pancang selain kayu, maka apabila tiang ini menerima beban horizontal yang tidak tetap, tiang kayu akan melentur dan segera kembali ke posisi setelah beban horizontal tersebut hilang.

            Meskipun banyak keuntungannya tentu ada juga kerugian penggunaan cerocok kayu ini. Sebaiknya Anda perlu tahu juga kerugian-kerugian penggunaan cerocok kayu. Kerugian penggunaan cerocok kayu meliputi; karena tiang kayu harus selalu terletak di bawah muka air tanah yang terendah agar dapat tanah lama, maka kalau air tanah yang terendah tersebut letaknya sangat dalam, hal ini akan menambah biaya openggaliannya; tiang-tiang yang terbuat dari kayu mempunyai umur relatif pendek dibandingkan dengan tiang pancang yang dibuat dari baja atau beton, terutama pada daerah yang tinggi air tanahnya sering naik dan turun; pada waktu pemancangan pada tanah yang berbatuan (gravel) ujung tiang kayu ini dapat berbentuk seperti sapu atau dapat pula ujung tiang ini dapat merenyuk; apabila tiang kayu kurang lurus, maka pada waktu dipancang akan meyebabkan penyimpangan arah yang telah ditentukan; dan tiang pancang kayu tidak tahan terhadap zat-zat yang agresif dan jamur yang menyebabkan pembusukan.

            Disamping keuntungan dan kerugian yang Anda ketahui seperti apa yang disebutkan di atas, perlu kami informasikan sebagai catatan pada akhir rubrik ini sebagai berikut. Bahwa pemakaian cerocok kayu ini adalah cara tertua dalam penggunaan tiang pancang pondasi. Tiang kayu akan tahan lama dan tidak mudah busuk apabila tiang kayu tersebut dalam keadaan selalu terendam penuh di bawah muka air tanah.

            Sesudah keruntuhan daripada menara (menara lonceng) penggalian-penggalian memperlihatkan bahwa tiang pancang kayu yang telah dipancang ratusan tahun masih dalam keadaan baik. Tiang pancang dari kayu akan cepat rusak atau busuk apabila dalam keadaan kering dan basah yang selalu bergantian. Sedangkan pengawetan serta pemakaian zat-zat kimia untuk kayu hanya akan menunda atau memperlambat kerusakan daripada kayu, akan tetapi tetap tidak akan dapat melindungi untuk seterusnya.

Menyoal Kelayakan Cerocok Kayu

(Bagian 2: Mengapa Masih Juga Retak?)

 

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Praktisi  HAKI (Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia)

            Mengapa rumah saya masih juga retak? Padahal sudah dipasang cerocok kayu. Itulah  pertanyaan yang akan dijawab pada rubrik keamanan konstruksi bagian 2 ini. Sebagai informasi buat pembaca yang budiman, bahwa penggunaan cerocok kayu sebenarnya masih cukup aman sepanjang memenuhi ketentuan-ketentuan teknis. Saya banyak merencanakan dan menerapkan sistem cerocok kayu untuk pondasi ruko berlantai tiga pada awal tahun 90-an. Ternyata bangunan-bangunan ini masih berdiri kokoh sampai saat ini, bahkan lebih kuat bila dibandingkan dengan beberapa ruko yang menggunakan pondasi jenis lain.

            Jadi persoalan Settlement dan  retak pada bangunan rumah Anda lebih disebabkan,  tidak memenuhinya  ketentuan teknis dalam menggunakan cerocok kayu sebagai pondasi tiang.  Pada kesempatan ini saya ingin menginformasikan hal-hal yang perlu diwaspadai, dalam menggunakan cerocok kayu sebagai pondasi tiang. Berikut ini ada lima hal yang perlu diperhatiakan dalam menggunakan cerocok kayu sebagai pondasi tiang.

            Pertama, Jangan menggunakan “kayu yang sudah mati”. Seperti apa yang telah diuraikan pada minggu kemaren, bahwa ada dua jenis kayu (Mahang dan Ubar) yang umum dipakai sebagai cerocok kayu. Khusus kayu jenis Mahang, begitu didatangkan harus segera ditanam pada lokasi pondasi. Kayu Mahang dengan berat jenis yang kecil ini akan segera lapuk bila tidak direndam dalam air, tidak boleh dibiarkan di udara terbuka lebih dari seminggu. Bila lebih dari satu minggu maka kandungan air dalam pori kayu akan segera kering kayu pun menjadi lapuk, itu yang disebut dengan “kayu yang sudah mati”.

            Kedua, Gunakan Ubar pada lokasi yang muka air tanahnya dalam. Seperti apa yang diuraikan pada minggu kemaren bahwa cerocok kayu harus selalu teredam dalam air tanah. Pada daerah yang muka air tanahnya dalam pondasi harus digali lebih dalam lagi. Sekarang bagaimana untuk muka air tanah yang sangat dalam? Untuk kondisi ini, Anda dianjurkan mempergunakan cerocok kayu jenis “Ubar”. Karena kayu jenis masih jauh lebih awet untuk lokasi tanah yang setengah basah dibandingkan dengan kayu Mahang. Ubar juga termasuk jenis kayu keras kelas satu, dengan ciri-ciri kayu kayunya jauh lebih berat dibandingkan kayu Mahang; warna kayunya kemerah-merahan sampai coklat, sedangkan Mahang berwarna agak keputihan/pucat.

            Ketiga, Gunakan Mahang pada lokasi tanah rawanya tebal/dalam. Kayu Mahang dengan berat jenisnya kecil akan lebih baik digunakan sebagai Friction Pile, yakni daya dukung tiang yang berasal dari gesekan tiang atau lekatan tiang kayu. Dengan berat jenis yang kecil bukan hnaya mengurangi berat sendiri tiang, tetapi bisa menimbulkan daya apung yang cukup besar. Kayu Mahang dan yang sejenis ini bukan hanya awet bila terendam dalam tanah rawa, tetapi kayunya bisa menjadi hidup. Contoh lokasi yang paling tepat adalah Kota Dumai dan Tembilahan, dengan tanah kerasnya (qc > 30 kg/cm berdasarkan data sondir) terletak jauh di bawah top soil, yakni bisa lebih dari 10 meter.

Keempat, Kesalahan pelaksanaan pemancangan. Tak kalah banyak rumah yang retak karena kesalahan pelaksanaan pemancangan di lapangan. Untuk tiang tanhanan ujung atau end bearing pile, cerocok harus Anda pancang sampai tanah keras. Biasanya  cerocok kayu tidak tembus tanah keras dengan perlawanan konus melebihi 30 kg/cm2, hal ini dapat kelihatan dengan hancurnya kepala cerocok akibat tumbukan hemmer. Hati-hati. Tak jarang kepala cerocok kayu ini hancur bukan disebabkan sudah mencapai tanah keras, tetapi dikarenakan hammer dijatuhkan dari tempat yang sangat tinggi. Sehingga cerocok-cerocok kayu ini hancur karena energi yang diluar kontrol dan jatuhnya hemmer pada bagian tepi penampang cerocok. Tentu sebelum kayu-kayu cerocok ini mancapai tanah keras.

Kelima, Kayu yang tidak memenuhi syarat. Tak jarang cerocok-cerocok kayu yang digunakan tidak memenuhi diameter minimum sebagai persayaratan pondasi tiang pancang kayu. Diameter penampang kayu cerocok minimum adalah 15 cm, kayu dengan diameter kurang dari 15 cm akan mudah tekuk dan patah baik pada saat pemancangan maupun pada saat dibebani oleh struktur gedung. Kayu cerocok yang digunakan harus lurus, tidak bengkoko, bercabang dan tidak boleh ada cacat-cacat lainya. Karena akan sangat mempengaruhi kekuatan pondasi tiang kayu ini. ***

7 responses to “Menyoal Kelayakan Cerocok Kayu

  1. terimakasih penjelasanya………. sangat membantu saya yang kerja pada depeloper……

  2. terimakasih atas penjelasannya.. yang ingin saya tanyakan?? bagaimana kita menentukan jumlah kayu cerocok yg di pakai dengan luas bangunan yang kita pnya.. trus bagaimana menentukan titik-titik pemasangan kayu cerocok ini.. mohon petunjuknya….

  3. trimakasih pak atas informasinya.sangat bermanfaat

  4. ijin share,,,,

    Kami memberikan pada anda atap dengan kwalitas bagus,,,,,, untuk membangun rumah, kantor, ruko, toko yang anda impikan,,,, kunjungi kami di http://www.atapgalvalume.com atau di 0361-7470700. Untuk setiap pembelian dengan total panjang di atas 2000 meter, silakan menghubungi kami untuk mendapatkan harga spesial. Dijamin anda akan puas dengan pelayanan kami.

    thanks,,,,

  5. said nasroni

    Assalammualaikum.. pak, bagusnya dalam satu umpak itu kalo diameter besi pondasinya ukuran berapa? kemudian berapa batang cerocok yang ideal ditanamkan?

  6. Walaikumussalam Sdr Said Nasroni. jumlah cerucuk yang dibutuhkan tentu tergantung pada beban bangunan per kolomnya. Apakah 20 ton, 40 ton atau 60 ton, dan tentu juga sangat tergantung daya dukung tanah serta diameter cerucuk yang digunakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s