Filosophi Dalam Aplikasi Teknik


Ir.Rony Ardiansyah, MT

Dosen Teknik sipil UIR

            Ilmu Teknik Sipil atau ilmu rekayasa lainnya adalah merupakan ilmu bersifat aplikasi. Keberhasilan dalam mengaplikasi ilmu-ilmu rekayasa dilapangan bagi sang engineer atau teknisi, sangat ditentukan oleh penguasaan filosophi teknik. Seorang teknisi dalam hal membuka lahan baru untuk bangunan jalan raya ataupun irigasi, dengan mempergunakan alat berat atau buldozer, sebelum buldozer melindasi lahan baru tersebut apa yang dikerjakan oleh sang teknisi ?. Rupanya sang teknisi meyuruh seseorang untuk mencoba menginjak lahan itu , kalau tanah atau lahan tersebut tidak amblas , maka lahan itu dia pastikan bisa dilalui oleh buldozer dengan selamat. Mengapa demikian ?.

            Inilah salah satu contoh pentingnya filosophi teknik, karena si-teknisi tahu bahwa tegangan yang ditimbulkan oleh buldozer tidaklah melebih tegangan yang ditimbulkan oleh berat manusia yang besarnya berkisar 1.2 kg/cm2, dengan asumsi berat orang adalah 60 kg dengan luas telak kaki atau tapak sepatu berkisar 50 cm2

            Dalam menentukan jenis pondasi rumah-rumah sederhana, para tukang-tukang bagunan secara konvensional melakukan percobaan seperti; memancang kayu kedalam tanah lahan yang akan dibangunan untuk mengetahui kekerasan tanah dan sekaligus kedalaman tanah pendukung yang memadai. Meskipun tidak selalu tepak karena mungkin saja permukaan tanah bagus dan pada kedalaman tertentu ditemui tanah lembek, namun apa yang dilakukan oleh para tukang-tukang bangunan dalah suatu hal yang pantas kita hergai. Karena mereka telah menguasai filosophi teknik dalam meng- aplikasinya dilapangan

 

Sejarah Filosophi

            Mungkin ada baiknya kita mengetahui sedikit tentang sejarah filsafat, seperti yang diutarakan oleh The Liang Gie dalam bukunya; Thales dari Miletus oleh para penulis sejarah filsafat diakui sebagai ayah dari fisafat (the father of philosophy). Oleh sebahagian sarjana ia dianggap sebagai ilmuan pertama dari dunia ini karena memelopori ilmu ukur dan ilmu falak. Oleh orang-orang Yunani kemudian Thales dimasukkan sebagai salah satu dari tujuh orang arif Yunani (seven wise men of greece). Ia merupakan filsuf yang mendirikan mazhab filsafat alam lonia dan mempertanyakan unsur tunggal apa yang menjadi dasar perubahan atau membentuk jagat ini. Jawabannya ia behwa meteri dasar kosmis itu ialah air, sedang buni ini merupakan suatu benda berbentuk piring yang mengapung pada suatu kumpulan air yang tak terbatas. Jadi Thales memelopori kosmologi sebagai filsafat alam yang mempersoalkan asalmula, sifat alami, dan struktur dari jagat raya ini.

            Sebuah legenda mengenai orang arif ini mengisahkan bahwa Thales mengankut garam dengan memakai keledainya. Pada suatu hari secara tak sengaja keledai itu terjatuh disungai sehingga garamnya larut dan bebannya menjadi enteng. Pada waktu-waktu berikutnya keledai itu mempunyai kebiasaan menjatuhkan diri kedalam sungai untuk meringankan bawaannya. Thales menyembuhkan kebiasaan licik itu dengan membebani hewannya untuk mengangkut bunga karang sehingga sepon itu menjadi lebih berat kalau kemasukkan air. Ternyata budi manusia senantiasa lebih unggul dari kecerdikan hewan apapun.

            Dalam sejarah Thales diakui sebagai pencipta dari geometri abstrak yang pertama berdasarkan rangkaian petunjuk pengukuran tanah yang telah dipraktekkan oleh bangsa-bangsa Babylonia dan Mesir selama berabad-abad. Ia merupakan ahli matematika Yunani pertama yang oleh Ward Bouwsna dinyatakan pula sebagai ayah dari penalaran deduktif (the father of deductive reasoning). Thales menggubah petunjuk-petunjuk praktis Babylonia dan Mesir itu menjadi proposisi-proposisi yang secara metematis dibuktikan kebenarannya langkah demi langkah seperti yang terlihat dalam pembuktian-pembuktian ilmu ukur dewasa ini.

Aplikasi Teknik

            Filosophi dalam melaksanakan aplikasi teknik sudah dikenal sejak zaman dahulu kala, yakni menemukan cara pengukuran tinggi Piramida berdasarkan bayangannya. Untuk pengukuran itu konon Thales berdiri menunggu dibawah sinar matahari dekat piramida, dan pada saat panjang bayangan badannya sama dengan tinggi badannya yang telah diketahui, ia lalu mengukur panjang bayangan ditanah dari piramida itu yang tentulah merupakan pula tingginya.

            Inilah beberapa contoh pentingnya filosophi teknik. Seerang engineer yang memahami filosophi, biasanya akan peka terhadap kasus-kasus teknik dengan kata lain mempunyai “Filling Engineering” . Dengan filling engineering yang bagus semua masalah aplikasi teknologi akan dapat diselesaikan dengan lebih muda dan effisien.***

Advertisements

2 responses to “Filosophi Dalam Aplikasi Teknik

  1. askm.. pa kabar pak rony? alhmdulillah bagus-bagus dan menarik bacaannya pak.. semuanya ber-Filosophi.. mudah2n bermamfaat untuk semua orang pak.. salam untuk keluarga..

  2. terimakasih atas semua artikelnya pak…Allah membahas kebaikan bapak dalam share ilmu….satu hal lagi menurut saya bapak juga philantropy ilmu sipil …thanks again !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s