Cracks Pasca Konstruksi


(Jenis dan penyebab kerusakan beton)

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Praktisi  HAKI (Himpunan Ahli Konstruksi IndonesiaKepada Bapak Pengasuh Rubrik. Pada kenyataanya beton betulang pasca konstruksi sering mengalami retak (cracks) dan kerusakan beton lainnya. Meskipun campuran beton yang digunakan sudah memenuhi standar mix desain yang ada, misalnya dengan Ready Mix. Pertanyaan saya. Retak-retak beton yang sering kita jumpai pasca konstruksi termasuk retak jenis apa? Mohon dijelaskan juga Jenis dan penyebab kerusakan beton lainnya, pada pasca konstruksi.  ( Ir, Edi Wandri Panam Pekanbaru

Sdr. Ir. Edi Wandri yang saya hormati. Retak merupakan jenis kerusakan yang paling sering terjadi pada beton. Retak susut (Shringkage) terjadi akibat susut beton yang tidak merata antara bagian yang satu dengan lainnya. Retak jenis ini kebanyakan terjadi pada beton dengan permukaan terbuka dan cukup luas.

            Voids adalah lubang-lubang atau kropos yang cukup dalam, biasanya disebabkan oleh: Pemadatan saat pelaksanaan yang kurang baik sehingga mortal tidak dapat mengisi rongga-rongga antar agregat. Kebocoran pada bekisting yang menyebabkan air atau pasta semen keluar. Campuran yang terlalu banyak air. Gradasi campuran yang kurang baik. Macam-macam voids antara lain: honey combing, sand streaking, bugholes dan form scabbing.

            Spalling adalah bagian permukaan beton yang terlepas dalam bentuk kepingan atau bongkahan kecil. Kerusakan ini disebabkan oleh korosi tulangan, kebakaran dll. Volume tulangan yang terkorosi membesar menimbulkan tegangan dalam tarik pada beton sekeliling tulangan, jika tetangan ini melampaui kekuatan beton yg mengelilinginya, terjadilah Spalling. Pada saat kebakaran, spalling disebabkan oleh perbedaan pemuaian antara agregat dan mortal yg saling kontradiktif. Pada suhu tinggi, agregat akan memuai, setelah suhu menjadi normal kembali ukuran agregat akan kembali seperti semula. Sedangkan mortal memuai hnaya sampai sekitar suhu 200o C, setelah itu menyusut kembali. Perbedaan ini menimbulkan tegangan lokal pada bidang batas antara kedua batas bahan ini, jika tegangan lekat melabihi kuat lekatnya kan terjadi retak/pecah, yang berlanjut dengan spalling.

            Erosion: Butiran-butiran kecil/halus  terlepas dari permukaan beton akibat abrasi. Misalnya pembersihan permukaan, jika prosesnya kering disebut dusting, abrasi karena ombak disebut water erosion. Demikianlah beberapa jenis dan penyebab kerusakan beton yang dapat saya sampaikan pada rubrik kali ini.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s