RISHA Tahan Goncangan 8-9 SR


Ir. Rony Ardiansyah, MT.
Pengamat Perkotan/Dosen Magister Teknik sipil UIR

Penderita Akibat Gempa Sumbar masih begitu terasa, setelah menyaksikan betapa pilu rumah-rumah masyarakat di perdesaan rubuh akibat gempa. Kita pun bertanya-tanya: sudahkah Pemerintah menyiapkan konsep rumah tahan gempa, untuk daerah ini?
Jawabannya, tentu sudah. Karena Pemerintah juga telah merespon dengan sangat baik, untuk daerah-daerah lain di wilayah Indonesia yang dilanda bencana gempa. Yakni, rumah yang bahkan jauh lebih layak huni, Rumah Sederhana ini disebut “Risha” (Rumah instan sederhana sehat) yang masih bisa tetap berdiri kokoh mesti diguncang gempa berkekuatan 8-9 Skala Richter.
Pasca Gempa Jogja. Setelah melakukan survei seminggu, Puslitbang Permukiman Balitbang Departemen Pekerjaan Umum Pusat telah mengembangkan konsep rumah tahan gempa untuk Jogja dan Jateng. ”Rancangan rumah tahan gempa itu baru kita selesaikan beberapa waktu yang lalu,” kata Arif Sabarudin, salah seorang surveyor lapangan Puslitbang Permukiman.
Bangunan masyarakat yang ada pada umumnya, mempunyai rangka beton bertulang dan sistem dinding pemikul. Nah, yang menjadi masalah besar, selain jarang yang menggunakan rangka beton bertulang, terdapat kesalahan mendasar pemasangan sistem rangka. ’’Seperti ring balok dan penulangannya. Jaraknya terlalu jauh, bahan-bahan yang tidak memenuhi standar pun tetap dipakai. ’’Seperti kadar semen yang kurang, diameter tiang yang kurang pas, dan tidak memperhatikan kandungan lumpur,’’ urainya.


Akibatnya fatal. Ketika tanah mengalami pergeseran, bangunan pun ikut bergeser. Bangunan yang ikut bergeser itulah yang kemudian membuat struktur bangunan lelah dan beberapa detik kemudian sudah ambruk. Karena itu, begitu gempa berkekuatan 5,9 skala richter melanda, banyak bangunan yang langsung roboh.
Risha adalah sebuah rumah knock-down, namun permanen tipe 36, yang diberi konsep dengan banyak menggunakan beton bertulang sebagai rangkanya. Total ada 120 buah beton bertulang gunakan. Ini untuk menjamin kekuatan. Meski diakui harga beton bertulang itu sedikit lebih mahal, biaya keseluruhan pembangunan rumah tersebut tidak terlalu mahal. Jika menggunakan atap dari asbes atau seng, biayanya jatuh sekitar Rp 28 juta, sementara akan membengkak menjadi sekitar Rp 30 juta kalau memakai genting. Namun, biaya ini bisa ditekan apabila masyarakat menggunakan beberapa bahan bagus yang tersisa dari puing.
Salah satu kelebihan Risha adalah punya unsur kepraktisan. Setelah sampai di tujuan, bahan rumah tersebut langsung bisa dirakit. Sehari, satu rumah bisa langsung jadi, meskipun beton-beton bertulang sebagai rangka rumah tersebut harus dirakit sesuai standar. ’’Baik diameter maupun komposisi bahannya pun harus standar.
Sampai seberapa kuat rumah tersebut terhadap gempa? Dari perhitungan, Risha seharusnya mampu bertahan di zona 6 gempa (BMG biasa membagi daerah rawan gempa dalam berbagai zona. Zona 6 adalah yang tertinggi dengan gempa 8–9 skala richter). Padahal, Jogja sendiri termasuk zona gempa tingkat 6. Sekadar diketahui, yang dimaksud tahan gempa adalah kemampuan bangunan bertahan menghadapi gempa. Karena secara teoretis, bangunan apa pun pasti akan hancur apabila lama digoyang gempa kuat. Struktur bangunan apa pun pasti akan lelah dan ambruk. Namun, Risha itu diharapkan mampu bertahan beberapa menit.Yang jelas, penghuni yang ada di dalam punya kesempatan untuk menyelamatkan diri terlebih dahulu. Sebab, dari hasil analisis, antara gempa dan bangunan roboh selisihnya tak lebih dari setengah menit.
Rumah unit ini pun semula tak benar-benar ditujukan sebagai hunian tahan gempa. Ketika ide dasar dirilis awal 2004 dan dipatenkan pada maret 2004. Puskim Balitbang PU hanya membuat untuk memenuhi keputusan Menpera 2003 yang ingin membantu sejuta rumah sederhana sehat untuk masyarakat golongan menengah kebawah.
Struktur utama rumah yang berdasarkan konsep Lego (permainan anak-anak) ini hanya terdiri dari kolom dan slove yang amat sederhana. Kedua bagian ini pun pada intinya hanya terbangun dari satu jenis simpul dan dua jenis panel. Meniru gaya perabotan masa kini, rumah ini bahkan dirancang knock-down dan bisa dipasang sendiri oleh sipemilik. Untuk tipe 36, misalnya, hanya butuh waktu sehari untuk mendirikannya.
Bila menggunakan cara konvensional, untuk membangun satu unit rumah diperlukan waktu selama dua bulan (Puslitbang Permukiman), sedangkan dengan Risha hanya perlu waktu dua hari. Lebih lanjut dijelaskan sebagai perbandingan untuk membangun 300 unit rumah tipe RSH per hari dengan cara konvensional diperlukan 20.000 tukang profesional dan sekitar 40.000 laden, sedangkan dengan Risha hanya diperlukan 7.000 tukang.
Dari segi penggunaan bahan bangunan juga lebih hemat, misalnya untuk semen per unit rumahnya hanya diperlukan 26 zak, pasir 2,5 m3 dan kerikil 3,27 m3 dibanding konvensional yang memerlukan 56 zak semen, 9,24 m3 dan 3,27 kerikil. “Kontrol terhadap kualitas bangunan juga lebih mudah karena dikerjakan hanya pada beberapa titik dan tentu saja bangunannya tahan gempa.
Faktor sosial masyarakat seperti kebiasaan masyarakat untuk mempunyai rumah tembok sebagai ungkapan strata sosial juga dapat diakomodasi oleh rumah dengan sistem Risha. Puing-puing bangunan (bata, kusen,dsb) dapat digunakan untuk bahan non struktural pada bangunan Risha serta bisa dikembangkan menjadi bangunan berlantai dua dan keandalannya terhadap guncangan gempa telah diuji Puslitbang.
Penggunaan konsep fabrikasi perumahan (rumah instan) dapat mempercepat proses pembangunan perumahan; dimana seluruh komponen bangunan dapat dibongkar-pasang (knock-down system). Kita bisa analogikan konsep ini sebagai permainan anak-anak lego maupun tamiya.
Keuntungan dari konsep rumah instan ini adalah : Pembangunan dapat dilakukan bertahap , dapat dikembangkan pada arah horizontal dan vertikal (2 lantai), dapat dibongkar-pasang, dan komponen ringan. Pemasangan dapat dilakukan dalam 1 hari (bila kondisi SDM dan lapangan sesuai yang disyaratkan), komponenbangunan dapat diproduksi secara home industry dalam upaya pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM), fleksibilitas desain tinggi; tergantung dari kreativitas arsiteknya, dan dapat mengakomodasi potensi lokal (budaya maupun bahan bangunan).
International Organization Migration telah mendirikan 26 ribu unit rumah tahan gempa Risha di aceh. Rumah yang “tak mengenal” paku ini amat pas untuk Indonesia yang rawan gempa. Pakistan, Hawaii, dan sejumlah negara di wilayah Pasifik telah secara serius memesan rumah rancangan Puskim, Balitbang Depertemen Pekerjaan Umum ini. ***

5 responses to “RISHA Tahan Goncangan 8-9 SR

  1. Mohon informasi biaya pembutan rumah tersebut dengan luas tanah 108 dan bertingkat,untuk wilayah bekasi

  2. Bagaimana cara memesannya? dan dimana? informasi harga?

  3. Sdr Arsana. RISHA adalah program Pemerintah, Anda bisa hubungi Dep Pek PU.

  4. Salam Kenal,
    Terimakasih Pak Rony, artikelnya sangat bagus menambah wawasan mengenai RISHA dan mohon ijin share. Kita sudah banyak memproduksi Rubber Bearing untuk gedung dan jembatan, kami sampaikan terimakasih dengan adanya artikel diatas karena menambah ilmu tentang RISHA.
    Salam,
    Umam

  5. Pak bisa saya dikirim gambar arsiteknya, saya ada rencana bangun rumah, dengan kondisi daerah dipergunungann pak..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s