”Menara Eiffel” Meniru Rancangan Tulang Tubuh Manusia


Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U

Dosen Teknik sipil UIR

 

Bagai sayur kurang garam bila kita mengunjungi kota Paris, Prancis, tanpa menyaksikan kemegahan Menara Eiffel. Menara ini dibangun oleh Gustave Eiffel, Maurice Koechlin dan Emile Nouguier serta diarsiteki oleh Stephen Sauvestre. Dibangun dalam rangka pekan Pameran Dunia dan perayaan Revolusi Perancis, menara dengan bendera berkibar di puncaknya. Diresmikan pada tanggal 31 Maret 1889. Meskipun kecaman dan protes yang keras dari penduduk Paris dan kalangan intelektual selama pembangunan, kerangka besi ini menjadi simbol kota Paris dan menarik lebih dari 6 juta pengunjung setiap tahun.

Rencana proyek dimulai tahun 1884. Dengan iringan irama protes, pembanguanannya dimulai pada tahun 1887 dan selesai 26 bulan kemudian pada tahun 1889. Berdasar rencananya menara ini akan dirobohkan setelah berlangsungnya pekan Pameran Dunia 1900. Akan tetapi, keberhasilan percobaan transmisi radio yang dikendalikan oleh Angkatan Bersenjata Perancis sebelum hari pemugaran akhirnya menyelamatkan menara Eiffel.

Menara Eiffel adalah lambang kota Paris, ibukota negara Prancis. Selain membuat orang kagum dengan keindahannya, menara ini pun benar-benar merupakan sebuah keajaiban teknik. Bangunan tinggi ini sungguh kokoh. Menara ini mampu menahan angin dan guncangan paling kuat. Tapi, tahukah Anda, sumber ilham di balik Menara Eiffel-lah yang justru paling menarik.

Menara ini diilhami oleh rancangan tulang tubuh manusia, yakni tulang paha kuat yang menyangga sebagian besar berat tubuh.  Ahli anatomi, Hermann von Meyer, yang mempelajari kerangka manusia di awal tahun 1850-an, menemukan hal yang cukup menarik: Dalam kedudukan tegak, tulang paha manusia mampu menopang beban seberat satu ton. Selain itu, tulang ini terbentuk atas jeruji yang saling berhubungan, seperti sebuah sangkar.

Di tahun 1866, insinyur Swiss, Karl Cullman menemukan bahwa struktur tulang bertumpu pada rancangan yang amat baik. Jeruji berbentuk sangkar ini mengurangi dampak beban atau tekanan apa pun yang dikenakan terhadap tulang. Ini karena jeruji tersebut disusun sepanjang garis gaya yang timbul saat berdiri. Cullman berpikir bahwa keajaiban penciptaan ini mungkin dapat pula digunakan dalam arsitektur modern. Demikianlah, keajaiban dari Allah S.W.T pada tubuh manusia telah menjadi sumber ilham bagi teknologi.

Menara Eiffel pun dibangun dengan jeruji bak sangkar, persis seperti pada struktur tulang paha manusia. jeruji tersebut disusun sepanjang garis gaya yang dapat mengurangi dampak beban atau tekanan. Terdapat 18.038 jeruji yang diperkuat dengan 2.500.000 paku. Kerangka dari karya Tuan Gustave Eiffel ini tahan angin dan walaupun bahannya dari besi, berat menara hanya 7.300 ton. Diperlukan waktu lebih dari 26 tahun, sejak tahun 1887, untuk menyelesaikan menara berketinggian 312 dan berbobot sekitar 9.000 ton ini.

Dari tanah sampai tiang bendera, tingginya 312.27 meter pada tahun 1889, sekarang 324 meter dengan antenanya. Saat ini, berbagai perusahaan televisi Perancis memasang antena mereka di puncak Menara Eiffel. Dimiliki oleh Pemerintah Daerah Paris dan dikelola oleh perusahaan swasta, “Société Nouvelle de l’Exploitation de la Tour Eiffel”, kerangka besi ini direnovasi setiap 7 tahun sekali dan dicat dengan 50 ton cat. Renovasinya digarap olah pekerja yang manguasai olah raga alpinis dan akrobatis.

Menara Eiffel diterangi oleh 352 projektor 1.000 watts dan berkedip setiap sengah jam pada malam hari dengan 20.000 bola lampu dan 800 lampu disko. Supaya membuat menara kelihatannya lebih hidup, 4 lampu laser xenon yang berkekuatan 6.000 watts berputar secara permanen di puncak menara. Terdapat 1.665 tangga bagi pengunjung yang senang olah raga. Ada 2 buah lift yang naik ke tingkat dua dimana bisa ditemukan berbagai toko suvenir.

Menara ini memiliki tiga lantai ; dua lantai yang di bawah terdapat restaurant-restaurant dan toko-toko souvenir ; lantai ketiga, yaitu puncaknya adalah tempat untuk menyaksikan pemandangan yang sangat indah dari kota paris dan daerah-daerah sekitarnya, seperti Charres yang berjarak sekitar 72 kilometer. Sekarang, di puncak menara, berdiri tegak sebuah antena televisi yang menambah lebih tinggi sekitar 20 meter.

Sisi lain yang menarik dari menara Eiffel adalah pada malam hari. Adanya pemasangan sebuah sistem baru dari pencahayaan yang menghiasi seluruh menara tersebut, membuat suatu pemandangan yang sangat spektakuler ; lampu-lampu yang menerangi tubuh menara dan cahaya lampu mercusuar pada puncaknya yang terus menerus berputar menghiasi langit kota paris. Dengan berjalannya waktu, menara Eiffel menjadi monumen yang semakin dikenal dan disukai di Paris.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s