Pengikut Kerbau


Ir.Rony Ardiansyah, MT

Dosen Teknik sipil UIR

 

Kisah manusia- manusia pengikut kerbau (Prana, 2000), mengilhami saya untuk menulis di artikel minggu ini dengan judul ”Pengikut kerbau”. Banyak manusia-manusia pengikut kerbau, bahkan sudah menjalar kesegala bidang dunia usaha juga dunia jasa konstruksi, berikut ini coba kita ikuti kisahnya;

            Di Perancis sana, pernah ada orang yang melakukan tindakan ”usil’, yakni mempelajari kembali asal muasal jalan yang menghubungkan kota Paris dan Lion. Menurut pihak usil ini, jalan panjang yang membentang ini, ternyata dulunya dibuat dengan mengikuti jalan setapak yang dibuat kerbau (followong the cow path). Semata-mata karena kerbau sudah sering melewati jalan tersebut dan tanahnya sudah keras maka pembuatan jalan pun dilakukan hanya mengikuti kehendak sang kerbau. Berabad-abad setelah jalan itu dibuat, masih menurut tukang usil tadi, ada ribuan manusia setiap harinya yang demikian bodohnya mengikuti kehendak kerbau.

            Satu spirit dengan kisah jalan Paris-Lion di atas, tidak sedikit manusia yang terjebak dalam sindroma kerbau. Seorang rekan yang terbiasa setiap pagi berangkat ke kantor dari rumah, suatu pagi –”padahal tujuan ketempat lain”-  ia baru sadar kesalahannya setelah sampai di kantor, demikian juga dengan bangsa ini. Kerbau pembuka jalan untuk bangsa ini dulu (politik orba),  mengangap perlu menciptakan suasana KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme). Baik itu dibidang jasa konstruksi maupun bidang lainnya. Sekarang (setelah reformasi), begitu disuruh membuat jalan baru maka terbingung-bingunglah kita.

            Di satu kesempatan, Andy grove mengemukakan: ’A Secret of success in the new order, is to continually try to prove your self wrong, to challenge your thinking, to find flaws in your own mental models, to continually experiment and test every possible alternative’. Rahasia sukses di era baru ini- menurut Grove-terletak pada ketekunan untuk membuktikan bahwa diri anda salah, menentang seluruh cara berfikir anda, menemukan hal-hal cacat dalam model mental anda, dan keseriusan untuk selalu bereksperimen dengan seluruh alternatif yang mungkin.

            Sepanjang dinasti bisnis dan politik Soeharto berkuasa, memang tidak pernah ada upaya otokritik untuk menyalahkan diri sendiri. Tidak juga ada usaha melihat hal-hal cacat dalam pola mereka mengelola. Apalagi keseriusan untuk mencoba alternatif di luar comfort zones mereka.

Sang Pengikut Kerbau

Dalam dunia jasa konstruksi, orang-orang yang sepantasnya kita katakan ”pengikut kerbau” (gaya-gaya lama) tersebut diatas. Adalah mereka-mereka yang sebagai penentu tetapi tega masih melakukan hal-hal yang memalukan  demi kepentingan peribadi antara lain, sebagai berikut.

Mereka-mereka yang mengatur pembagian proyek dengan sedemikian rupa sehingga bisa di PL (penunjukkan langsung)-kan. Pembagian proyek lebih berdasarkan besarnya komisi daripada profesionalime menurut undang-udang Jasa Konstruksi (UU Jakon), sehingga banyak pihak-pihak yang berkompeten dan benar-benar profesional merasa kehilangan lahan pekerjaan sesuai bidangnya.

Mereka-mereka yang mengatur pengumuman lelang agar diumumkan untuk tidak di-umum-kan. Ada juga proyek yang mereka disembunyikan alias tidak diumumkan. Pemerintah telah berupaya melalui Keppres 80 tahun 2003 dengan segala mekanisme berupaya mencegah KKN dan terang-terangan mencantumkan pasal yang menolak KKN dalam bentuk apapun. Tetapi apa yang terjadi, KKN memang tidak ada tetapi NKK (nolong kawan-kawan) kayaknya masih ada. Menurut A.A Gym, sipelaku KKN belum bisa diberantas walaupun sudah dikejar-kejar sampai keluar negeri. Mengapa? Karena yang mengejar dan yang dikejar orangnya sama.

Mereka-mereka yang masih dilaksanakan –” tender diatur’-. Kalau dulu dalam melaksanakan tender diatur, walaupun yang mengikuti tender bisa sepuluh perusahaan, tetapi pemborongnya satu. Mulai dari direktur sekretaris sampai tukang sapu dibawah untuk mengikuti aanwizjing. Bukan saja pekerjaan kontraktor yang bisa di sub-kontrak-kan tetapi banyak pekerjaan konsultan yang di sub-kontrak-kan juga, karena ada mereka-mereka yang mendapat proyek kelewat banyak, sehingga tidak sempat mengurusnya lagi. Hal ini dapat dilihat banyak RKS (rencana kerja dan syarat-syarat) yang kulit/judulnya proyek ”A”, tetapi isinya proyek ”B”.  Yang lebih parah lagi mendapatkan proyek si ”A” tetapi yang melaksanakan bisa jadi si ”X”(bukan master ”X”).

Mereka-mereka yang tidak punyai perusahaan bisa membawa puluhan perusahaan dan mendapatkan proyek lebih banyak dibandingkan orang yang mempunyai perusahaan, karena bendera dapat dipinjam-pinjamkan. Dengan jurus maut ”pendekatan” orang yang meminjam perusahaan kelebihan pekerjaan, sementara yang mempunyai perusahaan malahan nganggur.

Mereka-mereka yang mem-backing pihak-pihak lain termasuk tukang sapu pun bisa buka PT bidang JAKON, untuk mendapatkan proyek bahkan ada yang hanya bertujuan membuka perusahaan yang memang bukan bidangnya itu, adalah untuk mengikuti tender supaya bisa dibayar untuk mundur. Atau proyek yang telah diperoleh dapat diperjual-belikan lagi kepihak ketiga.

Himbauan

Apa yang dikatakan oleh Gede Prana mulai dapat dirasakan, katanya; ” Ada saatnya nanti, manajemen itu tidak lagi identik dengan keteraturan, benar, tepat, dan kaidah-kaidah baku lainnya. Argumen-argumen berbentuk dan berkesimpulan –sebagaimana pada artikel yang ditulisnya- akan dikombinasikan dengan kumpulan ide cacat dan salah. Eksistensi manajemen sekarang dan nanti ditentukan oleh keberanian orang untuk mengatakan selamat tinggal pada Andi grove dan artikelnya yang haram ini! Beranilah mengatakan bahwa Andi grove bodoh dan Gede Prama itu Gopar (goblok parah). Sama bodohnya dengan pendesain jalan Paris –Lion yang membuat jutaan manusia menjadi pengikut kerbau” 

Meminjam kata-kata Gede Prana, pada kesempatan ini saya menghimbau pada kita semua agar dapat mulai mencoba apa yang dikatakan oleh Andy Grove; ”ketekunan untuk membuktikan bahwa diri anda salah, menentang seluruh cara berfikir anda, menemukan hal-hal cacat dalam model mental anda, dan keseriusan untuk selalu bereksperimen dengan seluruh alternatif yang mungkin”.***

One response to “Pengikut Kerbau

  1. Pingback: Pembuatan Jalan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s