Klaim Kegagalan Bangunan


(Apa sebabnya rumah saya miring?)

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Praktisi  HAKI (Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia)

 

            Yth Pak Rony. Saya baru saja beli rumah lewat developer. Tapi rumah yang baru jadi itu ternyata miring. Tahunya setelah bangunan rumah sebelahnya jadi. Pertanyaan saya: 1.Apa penyebab rumah saya itu miring? 2. Bagaimana jalan keluarnya supaya rumah saya bisa kembali tegak. 3.Bagaimana tanggung jawab pihak developer terhadap keadaan rumah saya itu?Karena saya sudah melakukan klaim ke developer, tapi belum ada respon. Ibu Nur Pekanbaru.

Ibu Nur yang saya hormati. Pada umumnya bangunan miring di Kota Pekanbaru yang dikenal dengan tanah gambutnya adalah, disebabkan oleh perbedaan penurunan pondasi (differencial settlement). Penurunan pondasi ini bisa disebabkan oleh pemasangan cerucuk kayu atau mini pile yang tidak sampai tanah keras, bisa juga karena jumlah cerucuk kayu yang tidak memadai untuk mendukung beban bangunan yang ada. Perbedaan penurunan pun terjadi bila balok pengikat pondasi (tie beam) tidak cukup kaku, sehingga pada bagian pondasi yang pelaksaan pekerjaan kurang bagus akan turun karena terjadi retak atau patah di tie beam.

Penurunan pondasi hanya bisa diantisipasi agar pondasi yang turun tersebut tidak bertambah turun lagi. Bisa dengan cara menambah titik pondasi baru, yang biasanya dengan bor pile atau wash borring, kemudian memberi dukungan (support) pada tie beam atau kolom yang ada. Akan tetapi untuk menegakkan rumah yang sudah miring bisa dilakukan dengan mendongkrak struktur yang miring tersebut, dengan cacatan bila beban bangunan yang akan di dongkrak tidak begitu besar. Jika beban bangunan besar, kayaknya belum ada teknologi untuk itu. Bila ada pun teknologinya pasti sangat mahal, mendingan bagian bangunan yang miring itu dibongkar saja dan diganti dengan bangunan baru.

Tadi bu Nur menyinggung; ketahuan miringnya rumah ibu setelah banguan sebelah siap dibangun. Yang perlu saya beri catatan disini ialah; bahwa penurunan muka air tanah bisa menyebabkan berkurangnya daya dukung tanah yang ada. Bisa jadi karena banyak pembangunan rumah tinggal disekitar rumah ibu, maka daya dukung tanah menjadi berkurang karena pengurasan dan pemakaian air tanah yang cukup besar. Dalam suatu penelitian dapat disimpulkan bahwa terjadinya penurunan muka air tanah setinggi satu meter, akan eqivalen dengan penambahan beban bangunan dengan beban tanah setinggi setengah meter. Itu juga sebagai penyebab penurunan pondasi.

Cerita masalah tanggung jawab developer. Miringnya suatu bangunan sudah dapat digolongkan kedalam kegagalan konstruksi. Coba kita perhatikan hal berikut ini. Sesuai Undang-Undang Jasa Kontruksi Nomor 18 tahun 1999 bab 6 pasal 25 mengisaratkan setiap kegagalan bangunan dalam rentang waktu 10 tahun sejak bangunan itu di serah terimakan merupakan tanggung jawab setiap penyedia jasa kontruksi. Yang dimaksudkan penyedia jasa kontruksi adalah, konsultan perencanaan, pelaksana pekerjaan dan  konsultan pengawas. Kegagalan bangunan bisanya ditentukan oleh pihak ketiga selaku penilai ahli.

Sedikit tambahan. Terkait sangsi, ada sangsi administrasi dan pidana. Sanksi administrasi berupa pencabutan ijin badan usaha, penghentian pekerjaan, sedangkan sangsi pidana meliputi denda dan kurungan badan. Dan kegagalan bangunan karena Konsultan Pengawas dapat dikenakan kurungan 5 tahun atau denda 10 persen dari nilai bangunan. Pelaksana Pekerjaan di kurung 5 tahun denda 5 persen dari nilai proyek sedangkan pengawas proyek sanksinya sama dengan konsultan pengawas.

Jadi menurut Undang-Undang Jasa Kontruksi Nomor 18 tahun 1999, itu merupakan hak ibu untuk mengajukan klaim. Dan sudah seharusnyalah merupakan tanggung jawab developer untuk memperbaiki rumah ibu, karena itu membeli rumah tersebut lewat developer.***

2 responses to “Klaim Kegagalan Bangunan

  1. Nice post..thanks

    Free Download e – book

  2. toms shoes xbirdcitytoms shoes youth Klaim Kegagalan Bangunan | Science and Civil Structure Media

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s