MOSE, Penghalang Banjir Terbesar di Dunia


 

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Pengamat Perkotaan, Dosen Pasca Sarjana Teknik Sipil UIR

                       Kemaren saya sempat mendengar pengakukan beberapa warga yang berada di Pesisir pinggiran Sungai Siak, mereka dengan jujur mengatakan: “banjir memang sudah bisa diminimalisir dengan adanya pompa, tetapi masih belum memadai ketika banjirnya besar”. Banjir yang melanda daerah pinggiran Sungai Siak Pekanbaru ternyata tidak serta merta mampu diantisipaisi dengan kehadiran enem pompa banjir yang telah dibangun Depertemen Pekerjan Umum bekerjasama dengan Dinas Kimpraswil Riau. Apalagi kalau pompa tersebut rusak, seperti apa yang beritakan akhir-akhir ini.

            Beginilah kondisi teknologi banjir yang berada di sekitar kita, pompa banjir yang berfungsi mengatur air drainase kota menuju Sungai Siak tidak akan bekerja maksimal jika permukaan air Sungai Siak lebih tinggi dari air drainase. Menurut Kasubdis Surapada Kimpraswil Riau: “Kalau kondisi itu terjadi, bukannya air dranase yang dialirkan tetapi air Sungai Siak yang masuk kedalam kota”. Bisakah Anda bayangkan, bila topografi Kota Pekanbaru sama dengan Kota Venice, Italia yang merupakan kota air, yang secara perlahan akan tenggelam seiring dengan naiknya permukaan air laut.

            Tetapi apa yang terjadi di Venesia, sebuah kota indah yang tergenang air dan gondola yang terletak di bagian Timur negara Italia, yang sering juga disebut dengan kota ‘Seribu kanal’. Kota ini merupakan kota tujuan wisata yang memiliki pesona eksotis dan memberikan kesan bagi yang mengunjunginya. Untuk melindungi kota historis ini di masa depan, pemerintah membangun infrastruktur pengendali banjir yang disebut MOSE, yakni penghalang (barrier) banjir terbesar didunia, yang bekerja secara elektromekanikal untuk mengendalikan gelombang pasang laut.

            Menurut (majalah Techno Konstruksi hal.51-53). Kota Venesia kini terancam oleh 2 masalah utama, yakni: naiknya permukan air laut karena pemanasan global (global warming) dan tenggelamnya daratan Venesia sedikit demi sedikit, akibat penurunan muka tanah. Untuk melindungi kota historis ini di masa mendatang, para ahli dan politisi berdebat mengenai cara terbaik yang dapat digunakan untuk melindungi Venesia. Salah satunya, adalah dengan membangun proyek infrastruktur pengendali banjir yang disebut MOSE (Modulo Sperimentale Elettromeccanico) atau dalam bahasa Inggrisnya, adalah ‘Experimental Electromeechanical Module’, Yaitu, sistem pertahanan secara terintegrasi yang dikendalikan oleh pintu gerbang yang berupa modul-modul, untuk mengisolasi lagoon Venesia dari laut Adriatik ketika gelombang pasang mencapai di atas tingkat yang diperbolehkan sekitar 110 cm hingga maksimal 3 meter.

            Sistem penghalang (barrier) banjir terbesar di dunia yang bekerja secara ektromekanikal ini, mampu mengendalikan gelombang pasang surut air laut yang dapat menyebabkan banjir. Tujuh puluh sembilan gerbang yang terdiri dari modul-modul dipasang di mulut lagoon, yang akan terangkat dan menutup ketika terjadi gelombang pasang yang tinggi dan akan kembali membuka saat permukaan air di laut di sisi laut sudah menurun.

            Pelaksanaan proyek MOSE berjalan secara pararel di ketiga sisi masuk (inlet), di mana sedikitnya melibatkan lebih 700 pekerja dan akan bertambah saat pelaksanaan pekerjaan pondasi untuk struktur gerbang barrier. Pekerjaan proyek ini, didahului oleh pelaksanaan serangkaian langkah-langkah guna melindungi pantai (Jesolo, Cavallino, Lido, Pellestriana, Sottomarina dan Isola Verder) dari keganasan badai laut, dengan melakukan pelebaran dan rekonstruksi pantai sepanjang 45 km, pemulihan bukit pasir sepanjang 8 km dan perkuatan dermaga sepanjang 11 km serta 20 km pemecah gelombang laut untuk melindungi bagian-bagian yang paling rapuh di pantai Venice.

            Mengenai sistem kerja MOSE, dalm kondisi normal gerbang yang berupa modul-modul struktur box metal berukuran lebar 20 meter, panjang 20-30 meter dan tebal sekitar 5 meter ini, akan penuh dengan air dan posisinya mendatar pada kedudukan beton prefabrikasi yang dipertkuat oleh pondasi caissons di dasar laut.

            Ketika terjadi gelombang yang melebihi 110 cm atau batas normal, maka air yang berada di box metal akan terkompresi oleh udara dan mengalir keluar box, sehingga dalam box menjadi kosong. Kemudian secara perlahan, modul box metal tersebut akan berputar di sekitar sumbu engsel dan masing-maing modul akan terangkat dan mengapung ke permukaan hingga mengambang keluar dari air. Dengan naiknya modul-modul pada gerbang tersebut, akan mengisolasi laguna dari gelombang laut dan modul-modul box tersebut akan kembali tenggelam ke dalam air jika tekanan air di permukaan sisi laut mulai menurun. Untuk mencapai posisi penutup dari dasar pondasi, gerbng modul box metal membutuhkan waktu 30 menit dan kemudian kembali ke posisi semula sekitar 15 menit.

            Dari total 79 gerbang dibagi menjadi empat baris akan dipasang untuk melindungi tiga sisi masuk (inlet): dua deret dari gerbang 21 dan 20 inlet Lido-San Nicolo merupakan yang terluas, dihubungkan oleh sebuah pulau buatan, satu baris dari gerbang 19 inlet Malamocco dan satu baris dari gerbang 18 di inlet Chioggia. Untuk menjamin navigasi ketika gerbang barrier sedang beropersi, tiga pengunci sedang dibangun untuk memungkinkan lalu lintas kapal (kapal terbesar di Malamocco, kapal wisata, perahu nelayan, dan perahu darurat di Lido dan Chioggia).

            Proyek MOSE direncanakan bisa diselesaikan pada tahun 2011 mendatang dan diproyeksikan dapat berfungsi sesuai jadwal pada tahun 2012, untuk membendung gelombang pasang laut Adriatik, agar tidak menenggelamkan kota. Pada akhir pekerjaan sistem pengendalian banjir ini, konsorsium yang merancang dan membangun MOSE akan bertanggung jawab terhadap pengelolaan dan pemeliharaan sistem selama empat tahun ke depan. Kemudian selama 10 tahun mendatang, konsorsium akan bertanggung jawab atas pengoperasian dan terkait dengan pekerjaan umum lainnya.

            Catatan buat kita, buat pemerintah daerah kita, apa yang akan kita perbuat untuk pengendalian banjir di daerah kita di masa-masa mendatang, yang setiap tahunnya sudah merupakan langangan tetap kita. Semoga Kota Pekanbaru secara berkala, bisa terhindar dari banjir yang sangat menyengsarakan rakyat kecil. Semoga.***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s