Menguak “Toiron Ababil”


(Sejenis Burung, Meteor, atau Pesawat Tempur?)


Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Peminat Sains Qur’an/ Dosen Pasca Sarjana Teknik Sipil UIR


Suatu ketika, Abdul Muthalib ‘pasrah’ dan lebih memilih menyingkir ketika mendapatkan informasi pasukan Raja Abrahah dari Habsyi (Ethiopia) yang perkasa hendak meng-agresi Makkah dan menghancurkan Ka’bah. Dia yakin, Allah sendiri yang akan menjaga rumahNya, Baitullah… Dan benarlah, Allah mengirimkan pasukan burung Ababil, yang merontokkan pasukan Abrahah yang ‘nggegirisi’ menjadi laksana dedaunan yang diserbu ulat grayak!

Qur’an menyebut peristiwa yang menewaskan Abrahah dan pasukannya dalam Surat Al-Fil. “Dan Dia mengirimkan kepada mereka “Toiron Ababil”, yang melempari mereka dengan batu-batu cadas yang terbakar, maka Dia jadikan mereka bagai daun dimakan ulat”.Pendapat umum menyebut “Toiron Ababil” sebagai “Burung Ababil” atau “Burung yang berbondong-bondong”. Buku “Sejarah Hidup Muhammad” yang ditulis Muhammad Husain Haekal mengemukakannya sebagai wabah kuman cacar (mungkin maksudnya wabah Sampar atau Anthrax – penyakit serupa yang menewaskan sepertiga warga Eropa dan Timur Tengah di abad 14). Namun ada pula analisa yang menyebut pada tahun-tahun itu memang terjadi hujan meteor, hujan batu panas yang berjatuhan atau ‘terbang’ dari langit. Wallahua’lam.

Ternyata cerita tentang mistik atau klenik bertebaran dalam sejarah bangsa Arab tempo dulu. Ini bukan dongeng atau tahayyul belaka. Seandainya bangsa Arab tidak melihat burung Ababil menghancurkan Abrahah dan bala tentaranya atas izin Allah SWT, dengan kerikil panas dari neraka yang membara. Maka ketika ada seseorang menceritakan persitiwa itu kepada mereka, pasti mereka akan mengatakan Anda gila. Mereka akan mengejek, sebagimana mereka mengejek Muhammad, ketika beliau menceritakan bahwa dirinya telah isra’ dan mi’raj.

Kita semua tahu bahwa surat Al Fil bercerita tentang pasukan gajah Abrahah yang ingin menghancurkan Baitullah. Nah dalam hal ini, saya kira tidak ada salahnya bila kita coba lihat dari sisi Sains. Kebanyakan dari sisi SAINS, banyak yang mempertanyakan tentang hal yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Hilangnya batu yang dibawa oleh burung Ababil jatuh ke Bumi dan belum ada penelitian tentang itu;  Jumlah burung Ababil yang terbang.Batu yang dipakai untuk menghanguskan pasukan gajah berasal dari neraka atau luar angkasa? Seandainya dari Neraka pasti Bumi sudah berlubang karena panasnya. Seandainya dari luar angkasa ,dari mana asal muasalnya?

Apakah burung Ababil itu? Apakah ia burung yang nyata? Atau hanya sebuah kiasan untuk menunjukkan adanya penyakit yang menyerbu Pasukan Gajah Abrahah?

Pertama kita lihat kutipan artikel Ma’rufin (Maspri, Supriyono”supriyono, maspri). Yang mengatakan. Secara garis besar saja, peristiwa ababil kemungkinan besar disebabkan oleh jatuhnya asteroid/meteoroid Besi (diameter 10 m) yang dihentakkan keluar dari orbitnya semula oleh gravitasi Jupiter ketika melewati Kirkwood gap di Main Belt Asteroids. Ia  jatuh ke Bumi dengan kecepatan 17,5 km/detik, dari azimuth 315º dan ketinggian 20º bila dilihat dari Wadi Muhassir. Asteroid ini berubah menjadi bolide yang sama terangnya dengan Bulan purnama, untuk kemudian terpecah belah di ketinggian 12-an km dan terfragmentasi secara serempak di ketinggian 8-an km sehingga melepaskan energi kinetiknya sebagai ledakan berkekuatan ‘hanya’ 0,06 kiloton TNT. Ledakan ini kecil (hanya setara 60 kg dinamit saja), sehingga tidak memproduksi radiasi panas ataupun gelombang kejut yang berdampak serius terhadap grund zero dibawahnya, ataupun terhadap Makkah.

Fragmentasi serempak ini memproduksi butiran2 kerikil, sedikitnya 3 juta butir, yang kemudian jatuh menghantam wadi Muhassir pada area seluas 1,4 km persegi berbentuk ellips. Dengan asumsi hanya 80 % anggota pasukan yang terkena kerikil (dari jumlah keseluruhan 60.000 orang), maka tiap orang (rata-rata) dihantam 62 butir kerikil berdiameter 2,5 cm yang melesat secepat 300 m/detik. Padahal 1 kerikil yang secepat peluru itu saja sudah mematikan.

Pendapat lain yang menarik dikemukakan oleh Ir. H. Bambang Pranggono, MBA, IAI, seorang Dosen ITB yang merujuk pada tafsir Majmau’ul karya Ibnul Hasan At-Tabrisi yang menyebutkan bahwa burung Ababil itu datang berbondong-bondong dari laut, warnanya ada yang hitam, putih dan hijau. Dijelaskan bahwa setiap burung membawa tiga batu, satu digigit dengan paruhnya, dua digenggam dengan masing-masing kakinya. Mereka melempari pasukan gajah yang mau meruntuhkan Ka’bah. Yang terkena batu akan tertembus sampai kebelakangnya yang membuat tubuh gajah dan pasukan tersebut berlubang seperti daun yang dimakan ulat. Lubang itu bukankah mirip dengan luka-luka akibat tembakan peluru yang menembus dan membuat tubuh berlubang?

Hal yang menarik adalah penjelasan tentang cara burung membawa batu mengingatkan pada bentuk pesawat tempur yang aerodinamis mirip dengan pesawat F-15 atau Sukhoi SU-20. Pesawat itu membawa beberapa peluru kendali dibawah sayap dan moncong senapang mesin dibawah cockpit. Mungkin orang Arab tahun 570 M melihat pesawat tempur itu dengan mengatakannya burung karena keterbatasan pengetahuan mereka saat itu. Mungkin saja itu makhluk luar angkasa yang membawa pesawat tempur untuk menghacurkan pasukan gajah Abrahah.

Kemungkinan lain adalah berkaitan dengan teori lompatan waktu. Dimana suatu Skuadron Tempur dari negara Islam Abad 21 melakukan patroli diatas Laut Merah kemudian terjebak pada arus putaran waktu dan kemudian terbang diatas Ka’bah dan melihat ada pasukan gajah yang ingin menghancurkan Ka’bah kemudian mencegahnya dengan menjatuhkan peluru ke pasukan gajah tersebut. Apakah mereka bisa kembali lagi ke abad sekarang?, kemungkinannya tidak. Mereka terjebak pada masa lalu, kehabisan bahan bakar dan hilang dalam pusaran sejarah.

Kita berharap apabila suatu saat telah ditemukan teknologi mesin pemutar waktu hal ini akan terjawab termasuk dengan misteri para pemuda di gua seperti yang tertera dalam Surah Al-Kahfi dan misteri Atlantik semoga bisa terkuak. Wallaahu a’lam.***

2 responses to “Menguak “Toiron Ababil”

  1. Atau bagaimana dengan teori ini:
    – Allah benar-benar menurunkan sepasukan burung yang membawa batu api dari neraka? Why not? kita percaya Musa membelah laut, percaya banjir besar menelan bumi Nuh, percaya Isa menghidupkan orang mati, percaya Muhammad menerima wahyu dari Jibril.

    Kenapa kita nggak percaya Allah menurunkan sepasukan burung dari neraka?

  2. karena itu maka kita harus percaya adanya rukun iman, yg termasuk di dalamnya percaya pada yg ghaib, sekarang manusia ke banyakan tidak percaya ke pada makhluk allah yg ghaib, lupa akan hal seperti itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s