Penyakit Gila Karena Alkohol


Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Peminat Sains Qur’an/Dosen Pasca Sarjana Magister Teknik Sipil UIR

Allah Ta’ala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras (khamar), berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keuntungan. Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan sholat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (QS. Al-Maidah: 90-91)

Khamar adalah minuman yang telah terkenal. Dibuat dengan cara meragi biji-bijian dan buah-buahan, mengubah gula yang dikandung dalam biji dan buah tersebut menjadi alkohol dengan perantaraan beberapa organisme yang eksistensinya dianggap mutlak dalam proses peragian (fermentasi).

Dinamakan khamar, karena menghilangkan akal dan menutupi pikiran peminumnya (khamar: menghilangkan dan menutupi). Atau karena zat pembuat khamar mengacaukan akal (tukhamiru: mengacaukan).

Unsur utama dalam khamar adalah alkohol dan dinamakan juga alkuhul, alkuhl, alku’ul atau spritus. Kata alkohol dalam ilmu kimia digunakan untuk komposisi tertentu yang terdiri dari zat-zat kimia yang mengandung molekul oksigen dan molekul hidrogen yang bersenyawa.

Judul artikel ini saya pinjam dari Dr.dr. H. Muhammad Washfi dalam bukunya “Menguak Rahasia Ilmu Kedokteran dalam Al-Qur’an.(halaman 162-178)” Menurutnya penyakit gila karena alkohol adalah kekacauan akal yang disebabkan meminum khamar. Ini adalah suatu kondisi yang menjerumuskan seseorang kepada derajat yang lebih rendah dari binatang yang tidak berakal, atau menjerumuskannya dalam tingkatan penyakit gila yang menanggalkan sifat kemanusiaannya dan akalnya. Khamar mengakibatkan kekacauan akal karena disfungsi otak.

Khamar di pasaran tersedia dalam berbagai nama. Kadang alkohol diklasifikasikan ke beberapa jenis berdasarkan persentase alkohol yang dikandungnya, seperti brandi, wiski, rum, liqueur, dan seterusnya. Persentase alkohol yang dikandungnya sekitar 40-60%. Persentasenya pada gin, hulands, dan ganifa sekitar 33-40%. Beberapa jenis lain seperti portal, sheery dan madira mengandung 15-25% alkohol. Sementara khamar ringan seperti klart, hok, sampanye, dan bergandi mengandung 10-15% alkohol. Bir-bir ringan mengandung 2-9% alkohol seperti merk ebil, porter, astat, miyunk, dan lainnya. Ada jenis-jenis lain lagi yang mengandung alkohol seperti jenis sebelumnya ini, umpamanya, khamar gandum, jus tebu, dan seterusnya.

Supaya Anda punya gambaran tentang sejauh mana racun khamar masuk ke dalam saraf dan berapa lama organ-organ yang berhubungan dengan saraf berada di bawah pengaruhnya, dapat kita simak apa yang disebutkan Marinsko dan Paulin di harian kedokteran Inggris yang terbit pada 11 September 1920, bahwa alkohol masih bisa ditemukan pada jaringan saraf tulang belakang, delapan hari setelah diminum. Dan ditemukan juga, bahwa alkohol dapat dipisahkan dari tubuh sekalipun tubuh manusia yang meminumnya telah membusuk. Ini merupakan bukti atas betapa dalamnya racun masuk ke dalam tubuh.

Penyakit  ini mempengaruhi kemampuan pemahaman, daya tangkap, perasaan dan emosinya, serta aktivitas seseorang. Pengaruh terhadap pemahamannya berarti; ia tidak mengetahui hakikat sesuatu padahal hakikat tersebut ada. Atau, ia merasa seperti mengkhayalkan orang-orang yang tidak ada atau mendengar suara-suara yang tidak ada. Inilah yang bisa menyebabkan hilangnya ingatan seperti yang terjadi dalam penyakit histeria.

Kekacauan ingatan saja bisa mempengaruhi potensi-potensi akal pikiran. Karena alasan inilah, agama Islam melarang menerima kesaksian para peminum khamar di pengadilan, akibat ketidakstabilan saraf, otak, ingatan, dan pikiran mereka.

Penyakit gila akibat alkohol yang kronis adalah penyebab langsung munculnya seluruh penyakit seksual yang muncul akibat kecemburuan. Biasanya, penyakit-penyakit ini menyebabkan kematian orang-orang yang tidak berdosa (melalui pembunuhan). Kondisi ini berawal dari prasangka seseorang pencandu khamar, bahwa istrinya mencintai orang lain dan muncul di pikirannya bahwa data-data rekaannya membuktikan kebenaran prasangkanya. Maka, ia pun menemui istrinya untuk memaksanya mengakui hal tersebut dengan menggunakan kekerasan. Dan setelah pertengkaran-pertengkaran dan khayalan-khayalan yang berlangsung lama, akhirnya ia membunuh istrinya dengan tetap membiarkan hidup selingkuhannya khayalannya. Terkadang, orang gila ini juga membunuh anak-anaknya sebagai bentuk balas dendam. Karena ia menyangka, bahwa mereka bukan anak-anaknya, tetapi dilahirkan oleh istrinya dari selingkuhan yang dikhayalkannya.

Khamar adalah penyebab utama seluruh perkara yang membinasakan dan satu-satunya pemicu jatuhnya pria dan wanita, seperti hamil tanpa nikah, putus asa, dan bunuh diri. Data statistik yang dihimpun Bayer di Jerman menunjukkan, 50-70% kasus kriminal terjadi akibat pengaruh khamar dan bahwa 75-80% kejadian-kejadian yang bertentangan dengan norma-norma masyarakat juga terjadi akibat khamar (Forel halaman 269). Dan disebut oleh Muhammad Washfi dalam bukunya sebagai cemburu buta yang diakibatkan khamar ketika membicarakan oenyakit gila karena alkohol dan keracunan kronis akibat khamar.

Berikut ini Saya ambil dari Enklopedia Kemukjizatan Ilmiah dalam Al-Qur’an dan Sunah di halaman 88, tentang efek khamar terhadap saraf. Jaringan saraf merupakan organ yang paling rentan terhadap efek minuman keras (alkohol) sebab efek ini behubungan langsung dengan otak. Sebagian efek  bersifat sementara, tetapi ada juga yang berpengaruh secara permanen. Menurut dr. Prater dan kawan-kawannya, mengkonsumsi satu atau dua gelas minuman keras dapat menyebabkan kerusakan pada beberapa sel otak. Hal ini menjadi sebuah pembuktian dari sebuah hadis yang menyatakan, “Sesuatu yang jika banyak bisa memabukkan, jika sedikit hukumnya adalah haram.”

Selaput otak juga bisa terkena dampak minuman keras yang ditandai dengan munculnya gejala pusing-pusing dan terganggunya saraf. Gangguan ini kadang berakhir dengan kondisi tak sadarkan diri. Seluruh saraf juga rentan terhadap penyakit saraf. Sementara itu, untuk berbagai gangguan otak, biasanya muncul dalam bentuk penyakit ayan (epilepsi). Gejala penyakit ini ditandai dengan hilangnya kesadaran secara berkala disertai kejang-kejang dan keluarnya buih dari mulut.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s