Korelasi Nilai ‘N’ SPT dengan Nilai Qc


Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Praktisi  HAKI (Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia)

 Pertanyaan: Assalamualaikum wr wb. Begini pak, saya mau nanya, saya mahasiswa dari Bengkulu, Saya mau mencari judul skripsi nah kebetulan saya tertarik dengan skripsi tentang geologi, bisa nggak pak, kita meneliti suatu sampel tanah dengan sondir dan boring kemudian dijadikan penelitian,kira2 apa yang diteliti ya pak ?? mohon petunjuknya M Sodri Renjani | February 1, 2011 at 12:10 pm | Reply | Edit

Jawaban: Walaikumussalam Sdr. M Sodr Renjani. Dari percobaam sondir kita tidak mendapatkan sample tanah, tetapi kita peroleh nilai tanahan ujung atau perlawanan ujung konus yang disebut Qc. Sedangkan dari borring, bukan saja bisa diperoleh sampel tanah tetapi juga didapatkan nilai uji SPT yang disebut dengan ‘N’ Value. Anda bisa mengambil tema ” Korelasi Nilai Qc pada Sondir dengan Nilai ‘N’ Value pada alat SPT. Sebagai referensi yang ada korelasi nilai Qc dengan N untuk tanah lempung=2,5 dan untuk tanah pasir=4. Silahkan Anda teliti korelasi untuk berbagai jenis yang ada di Lampung.

Penelitian dan analisis perhitungan korelasi hasil percobaan CPT dan SPT ini dilakukan dengan asumsi-asumsi sebagai berikut :

  1. Data yang ada pada lokasi percobaan CPT dan SPT tidak berada pada titik yang sama melainkan pada titik terdekat yang dianggap mewakili (jarak titik CPT dan SPT ±10 m)
  2. Karena percobaan tidak pada titik yang sama, maka pengambilan nilai SPT & CPT diambil tidak persis pada kedalaman yang sama, melainkan pada kedalaman yang sama dengan toleransi ±0,5 meter (atau nilai yang logis berdasarkan pengamatan terhadap grafik CPT dan SPT).
  3. Untuk mendapatakan nilai korelasi, dilakukan dengan pendekatan  “Regresi Linier” terhadap data yang dengan bantuan microsoft excel.
  4. Nilai perlawanan konus (qc) dari percobaan CPT adalah sebesar empat kali nilai N pada percobaan SPT dari Terzaghi dan Peek hanya dipakai sebagai tolok ukur saja atau perbandingan dengan nilai korelasi yang akan diperoleh.

Grafik 5.1 Persamaan Regresi Linier hubungan qc dan SPT (ekivalen gabungan data)

 

About these ads

17 responses to “Korelasi Nilai ‘N’ SPT dengan Nilai Qc

  1. Pingback: ada yang tau lokasi jasa pembuatan skripsi di pekanbaru ngak? | Indonesia Search Engine

  2. Saya ingin menanyakan. Kondisi tanah seperti apa yang dapat menyebabkan likuifaksi.Pondasi atau treatment apa yang dapat menhindari terjdinya likuifaksi pd bangunan.

    Terima kasih

  3. Selamat pagi Pak, saya dalam penyusunan TA yang berhubungan dengan gempa. Dalam SNI-03-1726-2002 pasal 4.6, ditetapkan tanah berdasarkan karakteristik dari lapisan tanah setebal 30 m paling atas didasari oleh hasil SPT:
    Tanah Keras N>= 50; Tanah Sedang 15<= N <=50; Tanah Lembek N<15
    Masalahnya, data yang saya punya hanya tes sondir. Bagaimana mengkonversi data sondir tersebut? Bagaimana bila data sondir tsb naik turun? Apakah data sondir tsb di rata-ratakan kemudian dikonversi? Apakah batas konversi atau perata-rataan hanya sampai 30 m? Mudah-mudahan Bapak mengerti pertanyaan saya yang berberlit-belit ini

  4. Mau tanya pak, bgmn cara mengubah data CPT menjadi SPT, karena saya punya Pengujian namun saya tidak punya alat SPT. Terima kasih sebelumnya pak.

  5. prana dwi wardhana

    selamat pagi pak saya mohon bantuannya..
    saya kesulitan mengkonversikan data sondir menjadi data spt , mungkin bapak bisa memberikan pencerahan atau refereni buku yang harus saya baca??
    mhon informasi pak terimakasih banyak

  6. Sdr. Prana, korelasi nilai Qc pada data sondir dengan nilai Nspt tergantung jenis tanahnya. secara umum nilai qc = 2,5 Nspt untuk tanah lempung dan qc = 4 Nspt untuk tanah Pasir. Anda bisa baca di buku mekanika tanah.

  7. Salam Pak Roni..pertama saya ucapkan terimakasih atas share ilmu nya ke kami. Pak, saya mau menanyakan mengenai pekerjaan borepile di lapangan. Bagaimana methode untuk memastikan bahwa kedalaman pengeboran kita sudah mencapai tanah yg keras (NSPT 50). Krn data yg ada sbg acuan adalah hasil penyelidikan tanah dari konsultan dg jumlah titik terbatas yg tentunya actual dilapangan bisa berbeda..trims sebelumnya pak rony..looking forward for your repply..hehe..

  8. Salam kembali Sdr. Tyo Dresta. Pada pekerjaan bore log buat uji SPT kita juga mendapatkan sample tanah (sample tanah dalam tabung belah SPT). Jadi, dengan sendirinya kita mengetahui jenis tanah pada kedalaman yang nilai Nsptnya = 50 (apakah itu adalah pasir kasar,padat dan sebagainya). Karena kontur tanah pada kedalaman Nspt = 50 itu tidaklah waterpas, maka yang kita pedomani adalah jenis tanah yang kita peroleh pada kedalaman yang memperoleh jenis tanah yang sama dgn nilai Nspt =50 dari data uji.

  9. pagi pak…
    saya mahasiswa yang sedang mengerjakn laporan kerja praktek
    yang ingin saya tnyakn
    apa perbedaan nilai CPT dengn nilai SPT?

  10. Sdr. Ega. CPT (Cone Penetration Test) alias Sondir. Sondir adalah alat berbentuk silindris dengan ujungnya berupa konus. Dalam uji sondir, alat ini ditekan ke dalam tanah dan kemudian perlawanan tanah terhadap ujung sondir (tahanan ujung) dan gesekan pada silimur silinder diukur. Alat ini telah lama di Indonesia dan telah digunakan hampir pada setiap penyelidikan tanah pada pekerjaan teknik sipil karena relatif mudah pemakaiannya, cepat dan amat ekonomis. Sesungguhnya alat uji sondir ini merupakan representase atau model dari pondasi tiang dalam skala kecil.
    Uji sondir saat ini merupakan salah satu uji lapangan yang telah diterima oleh para praktisi san pakar geoteknik.
    Uji sondir ini telah menunjukkan manfaat untuk pendugaan profil atau pelapisan (stratifikasi) tanah terhadap kedalaman karena jenis perilaku tanah telah dapat diindentifikasi dari kombinasi hasil pembacaan tahanan ujung dan gesekan selimutnya.
    Sedangkan SPT (standart penetration Test). Definisi Uji SPT (ISSMFE 1988): Adalah Pengujian kekuatan atau perlawanan tanah terhadap penetrasi sebuah tabung belah baja di dalam lubang bor. Penetrasi tabung belah SPT ini dilakukan dgn menjatuhkan palu seberat 63,5 kg pada sebuah bantalan (anvil) dgn tinggi jatuh sebesar 760 mm. Jumlah pukulan (nilai N) yg diperlukan utk memukul tabung belah tsb hingga diperoleh penetrasi sebesar 300 mm dari dasar lubang bor disebut perlawanan penetrasi SPT atau nilai “N” SPT. Dari tabung belah tsb juga dapat diperoleh contoh tanah terganggu untuk diidentifikasi.Cacatan: Dalam negara-negara yang menggunakan sistem ukuran metrik (seperti di Indonesia), pemancangan palu SPT umumnya dilakukan hingga penetrasi 450 mm (atau 3 kali 150 mm) dan bukan 457,2 mm. Tinggi jatuh yang digunakan juga hanya 760 mm (bukan 762 mm). Metode Pelaksanaannya: Membuat lubang bor. Masukkan Tabung Belah Standar (standar split-barrel sampler). Pukul tabung belah yg d SPT yg dihubunghkan oleh “Batang Pancang” sedalam 18 inch (457,2 mm)
    Hitung pukulan untuk penetrasi 12 inch (305 mm), jumlah pukulan itu disebut nilai “N”. Pemukul oleh “Palu Pemukul” 140 lb (63,5 kg), dgn ketinggian 30 inch (762 mm). 6 inch pertama utk menenpatkan tabung pada tanah tidak terganggu. 2 interval 6 inch utk dimabil junlah pukulan yg disebut N SPT. Bila tanah sangat keras nilai N tidak tercapai (contoh 70/100 artinya diperlukan 70 pukulan untuk mencapai penetrasi 100 mm.

  11. Yth pak Rony
    1. Bisa bantu referensi nilai SPT terhadap skin friction?

    2. Apakah benar pemakaian bentonite saat drilling atau pemakaian drilling machine dengan mesin RCD dan overnight (lobang bor menganga lebih dari 24 jam ) bisa secara significant mengurangi kapasitas dukung friction?
    Banyak ahli menyatakan demikian, tetapi saya berpendapat itu tidak benar karena pada saat pengecoran beton, tekanan beton sangat besar sehingga mendesak kesamping

    Thank
    Ir Yanto Wibowo

  12. Sdr Yanto Wibowa. Nilai Nspt merupakan point bearing bukan skin friction. Sedangkan pemakaian bentonite, setahu saya adalah untuk memperbesar berat jenis air dalam bor, sehingga dapat mencegah kelongsonran dalam lubang bor. Jadi, harusnya kecil kemungkinan ada pengaruh terhadap daya dukung bore pile.

  13. Sore pak, saya mau tanya pak.
    1. Kapan saya harus menentukan memakai pondasi dalam(tiang pancang)? Apa berdasarkan dari besarnya beban yang sudah tidak dapat dipikul oleh pondasi setempat?

    2. Dalam pengujian SPT, area uji tidak persis pada daerah pondasi yang akan saya rencanakan, lalu bagaimana saya menentukan kedalaman tiang pancang di titik pondasi yang akan saya buat? Apa pakai dari kedalaman maks. SPT? kedalamannya hanya sampai >50 saja sudah cukup ya pak? Lalu apakah muka air tanah yang katakanlah berada 5 meter di bawah pile cap mempengaruhi tiang pancang saya pak?

    Terima kasih pak, mohon pencerahannya.

  14. Buat Pak Yansen. 1. Pemilihan jenis pondasi apakah pondasi dangkal atau pondasi dalam tergantung pada kondisi tanah, hal ini diperoleh dari hasil penyelidikan tanah. 2. Pengujian SPT dilakukan hanya untik mengwakili sekian banyak titik pondasi, bila dilakukan pada setiap titik pondasi tentu akan high cost. Uji SPT biasanya boleh diberhentikan pada kedalaman dengan bacaac nilai Nspt > 50 berturut-turut 3 kali (3 x 2 meter = 6 meter). Sedangkan pengaruh muka air tanah tentu dianalisis dengan kondisi yang ada dan parameternya sudah sudah ditentukan dalam buku-buku Mekanika Tanah.

  15. Selamat pagi pak. jadi misalnya di satu daerah (A) uji SPT pencapaian 3x Nspt > 50 adalah kedalaman 6 meter, dan daerah lain (B) uji SPT pencapaian 3x Nspt > 50 adalah kedalaman 15 meter, tiang pancang saya minimal hingga 15 meter begitu pak? Atau saya pernah baca di salah satu buku konstruksi, hingga tiang pancang yang dipukul 3x berturut” tidak mengalami penurunan yang signifikan lagi ya pak?

    dan lagi pak, teman saya pernah tes tanah di Sulawesi Tenggara yang tanahnya itu tanah batuan karang pak, sondir tidak dapat dilakukan sehingga asumsi pada kedalaman 2 meter qc > 250. hanya SPT, itupun pada kedalaman 2 meter Nspt > 61. lalu untuk kondisi tanah seperti itu pak, misalnya saya mendirikan rumah 2 lantai yang hanya memerlukan pondasi setempat, dan saya ingin mendirikan juga Mesjid atau tower 4 lantai, apa perlu saya menggunakan tiang pancang? pertimbangan pemilihan pondasi dari setempat menjadi tiang pancang menurut beban terfaktor dari kolom yang tidak dapat ditahan dengan pondasi setempat itu? begitu kira” pertanyaan saya sebelumnya yang nomor 1 pak.

    terima kasih pak. mohon bantuannya.

    • Buat pak Yansen
      Pondasi dalam memang lebih baik bersandar di tanah keras. Dalam pembuatannya perlu dijaga ketebalan lumpur yg tertinggal. Lumpur dapat menyebabkan kegagalan daya dukung.
      Tiang pancang bisa saja mengandalkan friction saja alias menggantung di atas tanah keras. Terakhir 10 pukulan max 2,5mm, bukan 3 pukulan.
      Pondasi rumah 2 lantai memang di tanah keras tsb tetapi pondasi menara mesjid harus dicek thd beban gempa krn saat gempa ada tiang pancang yang tertarik, 4 m friction kemungkinan kurang kuat menahan tarik.
      Sebaiknya juga perlu ditambah test borhole untuk mengetahui ketebalan tanah keras.

  16. Pak Rony
    Thank atas infonya.
    Rumus mekanika tanah banyak yang berdasar experiment, saya coba browsing korelasi N SPT dg skin friction ternyata rumusnya c = 4 s/d 6 N Kpa. Bahkan ada yang cuma berani ambil 2N.
    Dari pengamatan saya thd 386 borpile ternyata constructiontime besar sekali pengaruhnya thd besarnya friction. Semakin lama lobang terbuka semakin buruk skin frictionnya krn tanah mengalami softening.
    Dari web saya dapatkan bentonite yang terlalu tebal juga menurunkan skin friction.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s